Dinkes Banyuwangi Tingkatkan GERMAS Lewat Gerakan ‘Tandang Bareng’ untuk Kendalikan Hipertensi

Berita4 Dilihat

DermayuMagz.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi berupaya keras menekan angka hipertensi di wilayahnya dengan mengadopsi semangat ‘Tandang Bareng’. Inisiatif dari Bupati Banyuwangi ini diwujudkan melalui penguatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).

Pendekatan kolaboratif ini bertujuan memberdayakan masyarakat agar menjadi agen perubahan dalam mengadopsi gaya hidup yang lebih sehat, bugar, dan produktif. Pentingnya upaya ini disadari mengingat hipertensi merupakan pemicu utama berbagai penyakit kronis mematikan, seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal.

Sebagai langkah konkret, Dinkes Banyuwangi menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Penguatan Dukungan Mitra Potensial dalam Penggerakan GERMAS” pada Rabu, 6 Mei 2026. Acara yang berlangsung di Aula dr. Rasad Oesman ini menjadi momen penting untuk menyamakan persepsi dan menyatukan langkah lintas sektor dalam memerangi hipertensi.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai perwakilan elemen masyarakat. Organisasi keagamaan seperti PC NU, Muhammadiyah, dan LDII turut hadir, bersama perwakilan umat Hindu, Buddha, Konghucu, serta perwakilan pastoral keparokian. Organisasi perempuan dan pemuda, termasuk TP PKK, Fatayat, Muslimat, dan Nasyiatul Aisyiyah, juga menunjukkan partisipasinya.

Baca juga: Pedagang Liar Kebalen Dipindahkan ke Gadang, Pemkot Malang Sediakan Lahan

Dukungan juga mengalir dari kalangan akademisi, dengan kehadiran perwakilan dari Universitas Airlangga, Universitas PGRI Banyuwangi (Uniba), dan STIKes Rustida Krikilan. Peran media juga diakui dalam menyebarluaskan informasi dan edukasi kesehatan.

Kepala Dinkes Banyuwangi, Amir Hidayat, menekankan bahwa kolaborasi antar berbagai sektor merupakan kunci utama dalam memperkuat GERMAS. Hal ini menjadi semakin krusial mengingat tren penyakit metabolik yang terus meningkat di masyarakat.

“Prioritas utama penguatan GERMAS saat ini adalah menekan angka hipertensi yang tinggi di Banyuwangi,” ujar Amir dalam sambutannya. Data dari pemeriksaan kesehatan gratis sepanjang tahun 2025 menunjukkan bahwa sekitar 20 persen penduduk Banyuwangi tercatat mengidap hipertensi. Angka ini menjadi dasar kuat untuk mengintensifkan gerakan promotif dan preventif.

“Mitra yang terlibat diharapkan dapat berperan aktif dalam menyosialisasikan pola hidup sehat kepada masyarakat. Ini mencakup pentingnya asupan gizi seimbang, pembatasan konsumsi gula dan garam, serta dorongan untuk rutin berolahraga dan memastikan istirahat yang cukup,” jelasnya lebih lanjut.

Selain fokus pada hipertensi, Dinkes Banyuwangi juga memberikan perhatian serius pada upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Pencegahan dilakukan sejak dini, terutama dengan penanganan kasus anemia pada remaja putri.

Amir Hidayat memaparkan bahwa anemia pada usia remaja memiliki potensi dampak jangka panjang terhadap kesehatan, termasuk meningkatkan risiko komplikasi saat kehamilan. Meskipun angka kematian ibu telah menunjukkan penurunan, dari 28 kasus pada tahun 2024 menjadi 19 kasus pada tahun 2025, angka tersebut masih perlu ditekan lebih lanjut.

Data pemeriksaan kesehatan juga mengindikasikan prevalensi anemia pada remaja putri di Banyuwangi mencapai 25,4 persen. Kondisi ini berpotensi menciptakan siklus masalah kesehatan yang berkelanjutan, mulai dari kehamilan berisiko hingga stunting pada generasi penerus.

“Ini adalah tantangan yang harus kita atasi bersama agar tidak menjadi siklus yang terus berulang,” tegas Amir. Melalui penguatan GERMAS dengan semangat ‘Tandang Bareng’ yang mengedepankan kolaborasi, Dinkes Banyuwangi optimis dapat mencapai penurunan angka hipertensi, AKI, AKB, serta kasus anemia secara berkelanjutan.