DermayuMagz.com – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memberikan perhatian serius terhadap pengembangan industri perfilman di daerah, khususnya di Kabupaten Cianjur. Hal ini diwujudkan melalui dorongan kepada para sineas lokal untuk memperkuat ekosistem perfilman daerah.
Langkah konkret diambil oleh Daffs Entertainment, sebuah kolektif kreatif asal Cianjur, yang melakukan penjajakan kolaborasi dengan Kemenparekraf di Jakarta. Tujuannya adalah untuk mengembangkan subsektor perfilman dan membuka berbagai peluang bagi talenta-talenta lokal yang ada.
Pertemuan antara Daffs Entertainment dan perwakilan Kemenparekraf menjadi momen krusial. Dalam kesempatan tersebut, para pelaku industri kreatif lokal dapat memaparkan potensi yang dimiliki daerah mereka. Selain itu, mereka juga berdiskusi mengenai kemungkinan kolaborasi dengan pemerintah pusat.
Fokus utama kolaborasi ini adalah pengembangan subsektor perfilman, yang menunjukkan pertumbuhan signifikan di Cianjur. Keberadaan komunitas kreatif di tingkat kabupaten dianggap sebagai fondasi penting. Hal ini disampaikan oleh Deputi Bidang Kreativitas Media Kemenparekraf, Cecep Rukandi, yang menyambut baik inisiatif tersebut.
Menurut Cecep, penguatan ekonomi kreatif dari tingkat daerah sangat krusial bagi ketahanan ekonomi kreatif nasional secara keseluruhan. Ia menekankan pentingnya peran serta komunitas kreatif seperti Daffs Entertainment.
Dalam pertemuan yang berlangsung pada Sabtu (9/5/2026), Direktur Daffs Entertainment, Daffa Virzya Siva, memimpin langsung delegasi. Rombongan tersebut juga terdiri dari jajaran manajemen inti, termasuk Wakil Direktur M. Rizky Ramadhan, serta anggota tim lainnya seperti Rasya Devran, Haidar Ali, dan Ridho Al Fadilah.
Tim Daffs Entertainment memaparkan profil komunitas mereka secara mendalam. Mereka menjelaskan bahwa fokus kegiatan tidak hanya terbatas pada produksi film semata. Komunitas ini juga aktif dalam pengembangan konten digital yang disebarluaskan melalui berbagai platform media sosial populer.
Baca juga: Sindikat Penipuan Cinta dari Rutan Kotabumi Terungkap, Libatkan 137 Tahanan dan 5 Pegawai
Platform-platform yang dimanfaatkan antara lain Instagram, TikTok, dan YouTube. Keberagaman platform ini menunjukkan adaptabilitas dan jangkauan Daffs Entertainment dalam memanfaatkan teknologi digital untuk karya-karya mereka.
Portofolio karya yang telah dihasilkan oleh Daffs Entertainment menjadi bukti nyata. Karya-karya tersebut memperlihatkan bahwa keterbatasan geografis yang mungkin dihadapi oleh sineas di daerah bukanlah sebuah hambatan. Mereka mampu menghadirkan karya yang kompetitif.
Kompetisi ini tidak hanya terlihat dari segi visual, tetapi juga dalam kualitas narasi yang disajikan. Hal ini menunjukkan kedalaman pemikiran dan eksekusi artistik yang dimiliki oleh para sineas muda Cianjur.
Salah satu karya yang kembali diperkenalkan dalam pertemuan tersebut adalah film pendek berjudul “Taruh Lingkaran Penderitaan”. Film ini dipilih sebagai representasi identitas kreatif Daffs Entertainment. Pemilihan judul dan tema ini kemungkinan mencerminkan isu-isu sosial atau budaya yang relevan dengan masyarakat lokal.
Melalui dialog yang terjalin, Daffs Entertainment menyampaikan harapan besar mereka. Mereka berharap sinergi dengan Kemenparekraf dapat membuka akses yang lebih luas. Akses ini penting bagi talenta-talenta lokal di Cianjur untuk mendapatkan dukungan yang dibutuhkan.
Dukungan yang diharapkan mencakup aspek teknis dalam produksi film. Selain itu, mereka juga mengharapkan adanya fasilitasi industri yang dapat membantu karya-karya mereka menjangkau audiens yang lebih luas dan mendapatkan pengakuan yang layak.
“Kami berharap Daffs Entertainment dapat turut memajukan ekonomi kreatif di Kabupaten Cianjur, khususnya di bidang perfilman,” ujar Cecep Rukandi, Deputi Bidang Kreativitas Media Kemenparekraf. Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan potensi kreatif di daerah.
Kolaborasi semacam ini diharapkan dapat menjadi model bagi komunitas kreatif lainnya di berbagai daerah. Dengan dukungan pemerintah dan semangat kolaborasi, industri perfilman daerah memiliki potensi besar untuk berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional.
Penguatan ekosistem perfilman daerah tidak hanya tentang produksi film. Ini juga mencakup pembinaan talenta, peningkatan kapasitas teknis, akses permodalan, serta jaringan distribusi yang lebih baik. Kemenparekraf berperan penting dalam memfasilitasi elemen-elemen tersebut.
Keberhasilan Daffs Entertainment dalam menjajaki kolaborasi ini diharapkan dapat memotivasi sineas-sineas muda lainnya di Cianjur. Mereka dapat melihat bahwa karya-karya mereka memiliki potensi untuk didukung dan dikembangkan lebih lanjut ke tingkat yang lebih tinggi.
Pengembangan ekonomi kreatif, termasuk subsektor perfilman, merupakan salah satu prioritas pemerintah. Hal ini sejalan dengan upaya diversifikasi ekonomi dan penciptaan lapangan kerja baru, terutama bagi generasi muda yang memiliki kreativitas tinggi.
Kehadiran Daffs Entertainment di Kemenparekraf menunjukkan bahwa dialog antara pemerintah dan pelaku industri kreatif di tingkat akar rumput berjalan dengan baik. Sinergi ini menjadi kunci untuk mewujudkan ekosistem perfilman daerah yang kuat dan berkelanjutan.
Dengan terus mendorong para sineas daerah, Kemenparekraf berupaya menciptakan ekosistem yang subur bagi pertumbuhan industri kreatif. Hal ini pada akhirnya akan memperkaya khazanah perfilman Indonesia dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.






