DermayuMagz.com – Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK) berhasil mencatat pendapatan sebesar Rp 812 miliar selama tahun 2025. Angka ini menjadi yang tertinggi sepanjang 63 tahun sejarah pengelolaan kawasan GBK, menandai pencapaian signifikan dalam optimalisasi aset negara.
Direktur Utama PPKGBK, Rakhmadi A. Kusumo, menyatakan bahwa capaian ini merupakan bukti komitmen pengelola dalam memperkuat pemanfaatan aset negara. Ia menambahkan bahwa rekor pendapatan ini membuka babak baru bagi pengelolaan GBK.
Rakhmadi menjelaskan bahwa pendapatan sebesar Rp 812 miliar pada tahun 2025 merupakan hasil dari laporan keuangan yang telah diaudit. Angka ini menunjukkan peningkatan yang substansial dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu Rp 566 miliar pada tahun 2024.
Baca juga : 3 Pemuda Terjatuh dari Motor Akibat Dikejar Kelompok Bersenjata
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama tim PPKGBK, dukungan dari pemerintah, para mitra, pengguna kawasan, serta masyarakat luas. Rakhmadi berharap pencapaian ini dapat menjadi motivasi untuk terus mengelola kawasan GBK secara profesional, tertib, dan memberikan manfaat nyata bagi negara serta publik.
Capaian pendapatan tertinggi ini juga dianggap memperkuat momentum optimalisasi aset negara. Salah satu langkah strategis yang disebutkan adalah penataan Blok 15, yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomi dan manfaat yang lebih besar.
Direktur Keuangan PPKGBK, Hendry Arisandi, merinci lebih lanjut tren peningkatan pendapatan. Ia menyebutkan bahwa pada tahun 2022, pendapatan GBK tercatat sebesar Rp 255 miliar. Dengan demikian, pendapatan pada tahun 2025 telah meningkat hampir empat kali lipat dalam kurun waktu tiga tahun.
Selama tahun 2025, kawasan GBK terus dioptimalkan pemanfaatannya untuk berbagai kegiatan. Mulai dari acara olahraga, seni budaya, hingga kegiatan MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition). Selain itu, kawasan ini juga dimanfaatkan untuk rekreasi, komersial, serta berbagai agenda publik berskala nasional dan internasional.
PPKGBK menaruh harapan besar agar kinerja positif ini dapat terus terjaga. Salah satu fokus utama adalah melalui penataan dan optimalisasi Blok 15. Penataan ini dipandang sebagai elemen krusial dalam agenda optimalisasi aset negara di kawasan GBK.
Melalui penataan Blok 15, PPKGBK berupaya memperkuat fungsi GBK sebagai pusat olahraga, ruang publik, serta lokasi kegiatan nasional, MICE, dan rekreasi. Diharapkan aktivitas ekonomi yang sehat dan terukur juga dapat terus berkembang di kawasan ini.
Dalam menjalankan proses penataan ini, PPKGBK berkolaborasi erat dengan berbagai pihak. Koordinasi dilakukan dengan Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Keuangan, pemerintah daerah, serta aparat penegak hukum seperti Kepolisian dan TNI. Tujuannya adalah memastikan seluruh proses berjalan tertib, aman, terukur, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.






