DermayuMagz.com – Persib Bandung berada di ambang sejarah baru di kancah sepak bola Indonesia. Tim berjuluk Pangeran Biru ini berpeluang besar untuk mencatatkan rekor sebagai juara tiga musim berturut-turut, sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak era kompetisi perserikatan tahun 1943.
Setelah berhasil meraih gelar juara pada musim 2023/2024 dan 2024/2025, Persib kini berada dalam posisi yang sangat kuat untuk melengkapi tren positif ini dengan gelar hattrick. Saat ini, mereka memimpin klasemen dengan keunggulan dua poin dari pesaing terdekat, Borneo FC, dengan hanya menyisakan satu pertandingan lagi.
Persib hanya membutuhkan satu poin tambahan saat menghadapi Persijap Jepara pada Sabtu, 23 Mei 2026, untuk memastikan gelar juara. Perolehan poin tersebut sudah cukup bagi mereka, bahkan jika Borneo FC berhasil memenangkan pertandingan mereka melawan Malut United di waktu yang bersamaan. Hal ini dikarenakan Persib unggul dalam rekor pertemuan head-to-head melawan Borneo FC.
Secara teori, Persib memiliki peluang besar untuk meraih sejarah ini. Selain kualitas skuad yang mumpuni, rekor kandang mereka yang impresif menjadi modal penting. Stadion Gelora Bandung Lautan Api menjadi benteng pertahanan yang kokoh, di mana Persib belum pernah merasakan kekalahan dalam 16 pertandingan kandang musim ini.
Bahkan, mayoritas pertandingan di kandang berhasil mereka menangkan. Satu-satunya hasil imbang yang mereka alami adalah saat ditahan imbang tanpa gol oleh Arema FC pada pekan ke-29, akhir April lalu.
Bali United Gagal Hattrick Juara
Terlepas dari hasil akhir nanti, Persib telah menunjukkan performa yang lebih baik dibandingkan klub-klub lain yang pernah berupaya meraih hattrick juara. Sejak penggabungan kompetisi Perserikatan dan Galatama pada tahun 1994, belum ada klub lain yang mampu berada dalam posisi sekuat Persib saat ini untuk mengejar tiga gelar beruntun.
Satu-satunya klub yang pernah berada dalam situasi serupa adalah Bali United. Serdadu Tridatu pernah meraih gelar juara pada tahun 2019 dan 2021/2022. Namun, kesuksesan mereka sempat terputus oleh jeda kompetisi akibat pandemi COVID-19.
Ketika mencoba meraih hattrick pada musim 2022/2023, Bali United hanya mampu finis di peringkat kelima klasemen. Mereka tertinggal 21 poin dari PSM Makassar yang keluar sebagai juara pada musim tersebut.
Baca juga : Dampak Melemahnya Rupiah pada Bisnis
Persis Solo Pernah 5 Musim Juara Beruntun
Di era Galatama, beberapa klub seperti Niac Mitra, Yanita Utama, Krama Yudha Tiga Berlian, dan Pelita Jaya pernah meraih gelar juara secara beruntun (back-to-back). Namun, tidak ada satupun dari mereka yang berhasil mencatatkan hattrick.
Sementara itu, di era sebelum penggabungan kompetisi, tepatnya pada masa kolonial dan era Perserikatan, Persis Solo yang saat itu dikenal sebagai Vorstenlandsche Voetbal Bond, berhasil mencetak sejarah dengan menjadi juara selama lima musim berturut-turut. Periode kejayaan mereka terjadi antara tahun 1939 hingga 1943.
Mikel Arteta Akui Sempat Khawatir Kai Havertz Dapat Kartu Merah Usai Lakukan Tekel Keras
Mikel Arteta, pelatih Arsenal, menyatakan kekhawatirannya saat menyaksikan insiden tekel keras yang dilakukan oleh Kai Havertz terhadap Lesley Ugochukwu dalam pertandingan melawan Burnley. Insiden tersebut sempat memicu peninjauan oleh VAR, yang berpotensi berujung pada kartu merah bagi pemainnya.
Arsenal berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas Burnley dalam lanjutan Liga Inggris pada Selasa, 19 Mei 2026. Gol tunggal Kai Havertz melalui sundulan di babak pertama menjadi penentu kemenangan timnya. Gol tersebut tercipta dari skema tendangan sudut yang dieksekusi oleh Bukayo Saka.
Meskipun Arsenal memiliki beberapa peluang untuk menambah keunggulan, mereka gagal memanfaatkannya. Di babak kedua, pertandingan menjadi lebih menegangkan ketika Havertz melakukan pelanggaran yang cukup keras.
Kekhawatiran Arteta Saat Insiden Terjadi
Arteta mengaku langsung merasa cemas ketika wasit memutuskan untuk meninjau insiden pelanggaran yang dilakukan oleh Havertz. Ia menyadari bahwa situasi tersebut sangat berisiko bagi timnya yang saat itu hanya unggul tipis.
Pelatih asal Spanyol tersebut juga sempat mengamati reaksi dari para pemain dan staf pelatih di bangku cadangan. Namun, ia belum sepenuhnya yakin dengan keputusan wasit sebelum melihat tayangan ulang kejadian tersebut.
“Saya benar-benar khawatir ketika mereka sedang mengeceknya,” ujar Arteta, mengungkapkan perasaannya saat itu.
“Saat saya melihat ke bangku cadangan, mereka mengatakan itu bukan pelanggaran berat, tetapi saya belum melihat ulang kejadiannya,” tambahnya.
Akhir Menegangkan dan Tekanan untuk Arsenal
Arsenal harus menghadapi tekanan yang cukup besar di sisa pertandingan setelah insiden tersebut. Burnley meningkatkan intensitas serangan mereka untuk mencari gol penyeimbang kedudukan.
Meskipun demikian, lini pertahanan Arsenal menunjukkan ketangguhan dan berhasil menahan gempuran Burnley hingga peluit akhir dibunyikan. Kemenangan ini semakin mendekatkan Arsenal pada gelar juara Liga Primer Inggris.
“Saya pikir jumlah rambut saya tidak akan berkurang, tetapi pekerjaan ini benar-benar menguji kesabaran sampai batas,” kata Arteta dengan nada bercanda.
Sumber: Standard




