DermayuMagz.com – Pebulu tangkis Putri Kusuma Wardani (KW) menyatakan kesiapannya untuk mengambil peran baru di Pelatnas PBSI menyusul mundurnya Gregoria Mariska Tunjung dari tim nasional.
Gregoria Mariska secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari Pelatnas PBSI pada 15 Mei 2026. Keputusan ini diambil setelah 15 tahun berkiprah di Cipayung, dengan alasan kesehatan yang dideritanya, termasuk vertigo yang tak kunjung pulih.
Kepergian Gregoria Mariska secara otomatis mengurangi jumlah pemain di sektor tunggal putri utama Pelatnas PBSI. Saat ini, hanya tersisa Putri Kusuma Wardani, Ester Nurumi Tri Wardoyo, dan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi.
Di antara ketiga nama tersebut, Putri KW memiliki status paling senior dan peringkat BWF tertinggi, yaitu peringkat enam dunia. Dengan demikian, beban dan tanggung jawab sebagai tulang punggung tunggal putri kini sepenuhnya beralih dari Gregoria kepada Putri KW.
Siap Gantikan Gregoria Mariska
Putri KW menyadari sepenuhnya perubahan posisi dan perannya di tim nasional. Ia memahami bahwa dirinya kini menjadi andalan utama sektor tunggal putri Indonesia. Pebulu tangkis asal Tangerang ini menyikapi tanggung jawab baru tersebut dengan sikap positif.
“Ya, bebannya Kak Grego pindah ke aku kan. Tapi ya aku jalanin dengan senang hatilah, dengan berpikiran terus positif,” ujar Putri saat ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, pada Rabu (20/5).
Ia menambahkan bahwa dirinya sudah siap menghadapi peran baru ini. “Udah siap karena dari sebelumnya Kak Grego kan absen udah cukup lama, jadi kayak ya siap dan semua aku jalanin dengan senang hati sih. Selalu banyak orang di belakang aku yang selalu memotivasi aku sih,” lanjutnya.
Teruskan Warisan Gregoria
Selain memikul beban dan peran baru, Putri KW juga bertekad untuk melanjutkan pencapaian gemilang yang telah diraih oleh Gregoria Mariska sebelumnya. Gregoria menutup kiprahnya di pelatnas dengan status peraih medali perunggu Olimpiade Paris 2024.
Putri KW menegaskan kesiapannya untuk meneruskan estafet prestasi tersebut. Ia bahkan berharap dapat melampaui pencapaian seniornya itu.
“Pasti (terbebani), tapi udah aku siapin dari sebelum Olimpiade kayak kan terakhir Kak Grego juga perunggu. Jadi aku ingin bisa insyaallah lebih dari Kak Grego lah,” jelas Putri.
Belajar Banyak dari Gregoria
Baca juga : Danantara Bentuk BUMN Baru untuk Transaksi Ekspor
Lebih lanjut, Putri mengungkapkan bahwa ia telah banyak belajar dari Gregoria Mariska. Ia menyoroti beberapa aspek dari permainan dan mentalitas Gregoria yang ingin ia tiru.
“Mungkin dia kan sempat jatuh dan bisa bangkit juga, seperti kegigihan dia untuk di dalam latihan, terus juga mungkin pola pikir Kak Grego yang cukup baik sih, dan aku banyak belajar dari dia sih tentang teknik di lapangan sih,” terangnya.
Ia menambahkan, “Karena Kak Grego punya tangan yang sangat luar biasa. Maksudnya pukulan-pukulannya tuh cukup menyulitkan lawan dan apa ya, nggak bisa dideskripsikan kalau belum ketemu dia,” pungkas Putri.
Liputan6.com, Jakarta – Pertandingan pekan terakhir BRI Super League 2025/2026 telah menyelesaikan setengah babak pada Sabtu (23/5/2026) sore WIB. Persib Bandung, yang memimpin klasemen dan merupakan juara bertahan, masih berada di posisi terdepan untuk mengamankan gelar.
Dalam pertandingan kandang melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Persib mengambil inisiatif serangan sejak awal, meskipun mereka sebenarnya tidak membutuhkan kemenangan untuk memastikan gelar juara.
Namun, Persib sempat mengalami kesulitan dalam menciptakan peluang gol yang berarti karena Persijap bermain dengan disiplin. Tim tamu bahkan sempat mendapatkan kesempatan melalui tendangan sudut.
Peluang emas bagi Persib akhirnya tercipta ketika Federico Barba berhasil menyundul umpan silang dari Thom Haye. Sayangnya, sundulannya masih melebar dari sasaran.
Thom Haye kemudian memberikan umpan kepada Adam Alis, yang tembakan mendatarnya masih mampu dihalau oleh kiper Persijap, Muhammad Ardiansyah. Tidak lama berselang, Adam Alis kembali beraksi, namun sepakannya kembali ditepis oleh sang kiper.
Babak pertama pertandingan pun berakhir tanpa ada gol yang tercipta.
Borneo FC Sikat Malut United
Secara bersamaan, di Stadion Segiri, Borneo FC berhasil mengalahkan Malut United tanpa banyak kesulitan di paruh pertama pertandingan. Tim tamu berhasil unggul telak 4-0 berkat gol-gol yang dicetak oleh Mariano Peralta pada menit ke-7 dan ke-11, Juan Villa pada menit ke-12, serta Koldo Obieta pada menit ke-27.
Hasil ini membuat Borneo FC berhasil menyamai perolehan poin Persib Bandung, yaitu 79 poin. Namun, Borneo FC harus berada di posisi kedua klasemen karena kalah dalam rekor pertemuan melawan Persib.






