DermayuMagz.com – Akun TikTok milik Dian Rana baru-baru ini mendapatkan verifikasi centang biru. Pencapaian ini datang setelah ia menerima penghargaan dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusinya dalam penyelamatan arsip bersejarah terkait pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dian Rana, yang dikenal sebagai dokumentator independen, kini memiliki akun TikTok terverifikasi bernama @dianrana.id. Verifikasi ini cukup menarik perhatian karena ia bukan seorang kreator hiburan dengan jutaan pengikut seperti umumnya yang mendapatkan tanda centang biru di media sosial.
Hingga Jumat, 29 Mei 2026, akun TikTok Dian Rana telah mengumpulkan 114,4 ribu pengikut. Ia juga telah mempublikasikan 126 konten dan mendapatkan total 5,8 juta likes. Sebelumnya, akun Instagram @dianrana.id juga telah lebih dulu mendapatkan verifikasi secara organik.
Akun Instagram-nya kini memiliki 41,5 ribu pengikut dengan 132 unggahan. Dian Rana dikenal aktif mendokumentasikan perkembangan pembangunan IKN. Konten-kontennya diambil langsung dari lokasi pembangunan di Kalimantan Timur.
Konten-konten tersebut mencakup progres pembangunan kawasan IKN Nusantara, aktivitas di lapangan, hingga perubahan yang terjadi di wilayah yang kini menjadi pusat pembangunan ibu kota baru Indonesia. Hal ini disampaikan Dian Rana saat dihubungi awak media pada pekan ini.
Awalnya, kanal media sosial Dian Rana lebih dikenal melalui dokumentasi visual pembangunan IKN yang diambil langsung dari lapangan, terutama melalui platform YouTube. Setelah ia menerbitkan sebuah buku, pendekatan kontennya mulai mengalami pergeseran.
Banyak video lama di kanal YouTube-nya kini telah diprivat. Video-video tersebut sedang dalam proses persiapan untuk diajukan kembali kepada ANRI sebagai bagian dari arsip nasional.
Seiring Perubahan
Perubahan dalam format konten ini juga terlihat di berbagai platform media sosialnya, termasuk TikTok dan Instagram.
Dian Rana menjelaskan bahwa konten yang dihadirkan kini menjadi lebih reflektif dan naratif. Pendekatan ini berbeda dari sekadar dokumentasi lapangan semata.
Konten-konten terbarunya lebih banyak menampilkan monolog personal. Ia juga membagikan pandangan subjektifnya mengenai pengalaman menyaksikan pembangunan IKN dari jarak dekat.
Baca juga : Tiket Kereta Api Ludes Terjual untuk Perjalanan Hingga Juni 2026
Meskipun mayoritas unggahannya kini mendapatkan ribuan hingga puluhan ribu views, beberapa video lama Dian Rana pernah meraih popularitas luar biasa. Video-video tersebut bahkan sempat mencapai jutaan views.
Beberapa di antaranya menjadi rujukan utama publik untuk mengikuti perkembangan pembangunan IKN sejak fase awal. Keberadaan video-video ini sangat membantu masyarakat memahami progres proyek strategis nasional tersebut.
Penyelamatan Arsip Visual Pembangunan IKN
Pada tanggal 19 Mei 2026, ANRI secara resmi memberikan penghargaan kepada Dian Rana. Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas kontribusinya dalam penyelamatan arsip visual pembangunan IKN.
Arsip visual yang didokumentasikan Dian Rana dianggap memiliki nilai sejarah nasional yang penting. Upaya ini memastikan bahwa memori kolektif pembangunan IKN terdokumentasi dengan baik.
Penghargaan dari ANRI
Penghargaan dari ANRI ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi Dian Rana. Ia secara konsisten melakukan dokumentasi selama proses pembangunan IKN berlangsung di Kalimantan.
Satu hari setelah menerima penghargaan tersebut, tepatnya pada 20 Mei 2026, Dian Rana meluncurkan bukunya yang berjudul Di Balik Layar Nusantara: Langkah Kecil di Tengah Sejarah Besar. Peluncuran buku ini dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan bedah buku di Universitas Djuanda, Jawa Barat.
Liputan6.com, Jakarta – Usai menjalankan ibadah haji, presenter Raffi Ahmad dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI, Bahlil Lahadalia berpisah. Raffi Ahmad melanjutkan perjalanan ke Dubai untuk bertemu istrinya, sementara Bahlil kembali ke Tanah Air.
Sebelum berpisah, Bahlil Lahadalia memberikan pesan kepada Raffi Ahmad. Ia meminta Raffi untuk membantu mencarikan pencipta lagu “MBG” atau “Mas Bahlil Ganteng” yang saat ini sedang viral di media sosial. Pesan ini terekam dalam video yang diunggah Raffi Ahmad di akun Instagram terverifikasinya pada Sabtu, 30 Mei 2026.
“Fi, selamat kembali ke Tanah Air. Kita berpamitan semoga hajinya mabrur, saya titip oleh-oleh untuk keponakan, Rafathar. Eh tapi Fi, jangan lupa ya, tolong cari itu, yang menciptakan lagu MBG. Kita hargai betul, saya kaget juga. Jadi, tolong bantuin saya,” ujar Bahlil Lahadalia dalam video tersebut, mengenakan baju koko putih dan luaran hitam.
Raffi Ahmad merespons permintaan tersebut dengan antusias. Ia mengaku banyak belajar dari perjalanan hidup Bahlil Lahadalia. Ia merasa terinspirasi oleh kisah Bahlil yang berasal dari latar belakang sederhana namun bisa mencapai posisi penting.
“Saya di sini banyak dapat nasihat dan juga cerita hidupnya dari Kanda Bahlil. Ini luar biasa, saya saja anak Bandung yang dari bawah ini ternyata enggak ada apa-apanya sama beliau. Waduh, cerita hidupnya benar-benar membuat kami motivasi buat anak muda,” kata Raffi.
Dalam keterangan unggahannya, Raffi Ahmad menyampaikan rasa syukurnya atas perjalanan spiritual ibadah haji tahun ini. Ia berharap menjadi haji mabrur dan membawa pulang kebaikan serta keberkahan.
Ketika Kakanda Memberi Amanat
Raffi Ahmad menganggap permintaan Bahlil Lahadalia untuk mencari pencipta lagu “MBG” sebagai sebuah amanat. Ia bahkan mengunggah pengumuman di media sosialnya untuk mencari komposer lagu tersebut.
“Di sela-sela perjalanan, sempat berbagi cerita dan pengalaman dengan Kakanda Bahlil Lahadalia. Tapi ternyata ada satu amanat yang masih dibawa sampai sekarang. Untuk pencipta lagu MBG jangan lupa Kakanda Adinda Kakanda Adinda, tenang, masih dicari!” tulis Raffi Ahmad.
Ia menambahkan bahwa jika pencipta lagu tersebut ditemukan, akan ada apresiasi langsung dari Bahlil Lahadalia. Raffi juga berpesan agar para pencipta lagu terus berkarya secara positif.
Dikasih Apresiasi dari Kakanda
“Kata Kakanda Bahlil, insyaallah kalau ketemu akan diundang langsung dan mau dikasih apresiasi dari Kakanda. Jadi yang merasa penciptanya, siap-siap saja ya dapet rezeki. Terus semangat berkarya yang positiv dan selalu semangat,” lanjut Raffi.
Sebelumnya, Bahlil Lahadalia mengaku terkejut ketika lagu “Mas Bahlil Ganteng” menjadi viral di media sosial. Ia melihat fenomena ini sebagai ekspresi kreativitas anak muda dan tidak merasa keberatan namanya dijadikan judul lagu.
Menghargai Kreativitas
Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa ia menghargai kreativitas yang ditunjukkan oleh anak-anak muda. Namun, ia juga memberikan pesan penting agar kreativitas tersebut tetap berada dalam koridor yang positif.
Ia mengingatkan agar konten yang dibuat tidak menyentuh isu sensitif seperti suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Hal ini penting untuk menjaga kerukunan dan harmoni di masyarakat.
“Saya menghargailah kretivitas orang-orang, anak-anak muda, itu teman-teman. Cuma satu saja saran saya, di era demokrasi, sosmed ini penting. Namun kalau boleh juga dipergunakan dengan terukur, contoh: jangan sampai masuk di SARA,” imbau Bahlil Lahadalia.






