DermayuMagz.com – Di era digital yang serba cepat, media sosial telah menjadi panggung bagi banyak kreator konten yang meraih popularitas. Salah satunya adalah Cici Nuni, yang berhasil menarik perhatian jutaan pasang mata di platform TikTok.
Dengan hampir 25 ribu pengikut dan 1,7 juta lebih likes, Cici Nuni membuktikan bahwa media sosial bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga sarana membangun citra diri, karier, bahkan peluang bisnis.
Platform seperti TikTok dan Instagram kini menjadi ladang subur bagi lahirnya para kreator konten sukses.
Berbeda dari tren konten yang serba sempurna dan tertata rapi, Cici Nuni justru tampil natural, spontan, dan penuh keunikan. Gaya inilah yang perlahan tapi pasti berhasil mencuri hati publik.
Cici Nuni pun berbagi tips bagaimana membangun daya tarik di mata audiens seraya merintis karier sebagai kreator konten.
Pertama dan terpenting adalah menjadi diri sendiri. Ia menekankan pentingnya tampil apa adanya, bahkan tak ragu membuat konten saat mengenakan piyama di rumah.
“Tanpa makeup dan apa adanya, karakter tersebut malah menjadi alasan banyak followers terus mengikuti konten,” ungkap Cici Nuni dalam sebuah wawancara daring pada Jumat, 19 Mei 2026.
Tips kedua adalah menjadi unik. Keunikan ini menjadi pembeda yang membuat seorang kreator mudah dikenali di tengah ramainya konten yang ada.
Gaya bicara Cici Nuni yang ceplas-ceplos dan ekspresif menjadi salah satu ciri khasnya yang disukai banyak pengguna media sosial.
Reaksi spontan dan tingkah laku yang tak terduga membuatnya dinilai lebih menghibur oleh publik.
Natural, Ekspresif, dan Menghibur
Banyak pengikut Cici Nuni menilai keberaniannya menampilkan karakter asli di depan kamera sebagai daya tarik utama.
Hal ini membuat penampilannya terasa lebih natural dan mudah diterima oleh audiens dari berbagai kalangan.
“Cara promosi yang natural, ekspresif, dan menghibur membuat banyak produk yang dipromosikan berhasil menarik perhatian followers,” ujar Cici Nuni.
Tips ketiga adalah memperkaya konten tanpa harus menghilangkan identitas khas yang sudah dimiliki.
Memperkaya Konten Bareng Suami
Selain berfokus pada promosi produk, Cici Nuni, yang kini berusia 26 tahun dan telah menikah dengan Riqqotul Qolbi, juga kerap membagikan momen kesehariannya bersama sang suami.
Baca juga : Hewan Ternak Kecil untuk Pensiunan: Pilihan Mudah dan Aman
Konten bersama suami ini turut memperkaya ragam konten yang ia sajikan.
Pasangan ini sering dianggap unik karena masing-masing memiliki karakter kuat yang mudah dikenali audiens.
Terakhir, namun tak kalah penting, adalah konsistensi. Rajin membuat konten menjadi kunci utama dalam membangun audiens yang loyal.
Gaya Bicara Berani
Melalui konsistensi dan karakter yang kuat, Cici Nuni berhasil membangun komunitas audiens yang setia di media sosial.
Kehadirannya di dunia digital menjadi bukti nyata bahwa menjadi diri sendiri merupakan kekuatan besar untuk berkembang di era digital saat ini.
Keunikan karakter, gaya bicara yang berani, serta konsistensi dalam berkarya menjadikan Cici Nuni salah satu figur digital yang semakin dikenal luas.
Usahanya dalam membangun karier sebagai kreator konten pun mulai membuahkan hasil yang manis.
Liputan6.com, Jakarta – Di tengah hiruk pikuk kesibukan pasca ibadah haji, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI, Bahlil Lahadalia, sempat berpamitan dengan presenter Raffi Ahmad di Dubai.
Sebelum berpisah, Bahlil memberikan sebuah amanat penting kepada Raffi Ahmad. Ia memintanya untuk mencari pencipta lagu “MBG” atau yang dikenal sebagai “Mas Bahlil Ganteng”, sebuah lagu yang belakangan viral di berbagai platform media sosial.
Permintaan ini disampaikan Bahlil saat keduanya berada di Tanah Suci, dan momen tersebut diunggah oleh Raffi Ahmad melalui akun Instagramnya pada Sabtu, 30 Mei 2026.
“Fi, selamat kembali ke Tanah Air. Semoga hajinya mabrur. Saya titip oleh-oleh untuk keponakan, Rafathar. Eh, tapi Fi, jangan lupa ya, tolong cari itu, yang menciptakan lagu MBG. Kita hargai betul, saya kaget juga. Jadi, tolong bantuin saya,” ujar Bahlil Lahadalia, yang tampil rapi mengenakan baju koko putih berbalut outer hitam.
Raffi Ahmad menyambut hangat permintaan tersebut, ia juga mengungkapkan bahwa perjalanannya kali ini banyak memberinya pelajaran berharga dari kisah hidup Bahlil Lahadalia.
“Saya di sini banyak dapat nasihat dan cerita hidup dari Kanda Bahlil. Ini luar biasa, saya saja anak Bandung yang dari bawah ini ternyata enggak ada apa-apanya sama beliau. Cerita hidupnya benar-benar jadi motivasi buat anak muda,” aku Raffi.
Dalam keterangan unggahannya, Raffi Ahmad menyampaikan rasa syukur atas perjalanan spiritual hajinya yang penuh dengan pelajaran dan doa.
Ia berharap dapat menjadi haji mabrur dan kembali ke Tanah Air dengan membawa kebaikan serta keberkahan dari Tuhan.
Ketika Kakanda Memberi Amanat
Raffi Ahmad menganggap permintaan Bahlil Lahadalia untuk mencari pencipta lagu “MBG” sebagai sebuah amanat yang harus dijalankan.
Aktor yang dikenal luas ini kemudian mengunggah pengumuman di media sosialnya untuk mencari komposer di balik lagu “MBG”.
“Di sela-sela perjalanan, sempat berbagi cerita dan pengalaman dengan Kakanda Bahlil Lahadalia. Tapi ternyata ada satu amanat yang masih dibawa sampai sekarang. Untuk pencipta lagu MBG jangan lupa Kakanda Adinda Kakanda Adinda, tenang, masih dicari!” tulis Raffi Ahmad dalam unggahannya.
Ia menambahkan, “Kata Kakanda Bahlil, insyaallah kalau ketemu akan diundang langsung dan mau dikasih apresiasi dari Kakanda. Jadi yang merasa penciptanya, siap-siap saja ya dapet rezeki. Terus semangat berkarya yang positiv dan selalu semangat.”
Sebelumnya, Bahlil Lahadalia mengungkapkan keterkejutannya saat lagu “Mas Bahlil Ganteng” menjadi viral di dunia maya.
Menurutnya, popularitas lagu tersebut terjadi secara alami, dan ia tidak merasa terganggu atau sakit hati namanya dijadikan judul lagu.
Dikasih Apresiasi dari Kakanda
Raffi Ahmad juga mengabarkan bahwa Bahlil Lahadalia berjanji akan memberikan apresiasi kepada pencipta lagu “MBG” apabila berhasil ditemukan.
Hal ini menjadi motivasi tambahan bagi para kreator musik untuk terus berkarya.
Menghargai Kreativitas
Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa ia menghargai kreativitas yang ditunjukkan oleh anak-anak muda.
Ia melihat lagu “Mas Bahlil Ganteng” sebagai salah satu bentuk ekspresi kreatif di era digital.
Namun, Bahlil memberikan catatan penting, yaitu agar kreativitas tersebut tidak sampai menyentuh isu-isu sensitif seperti suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
“Saya menghargailah kretivitas orang-orang, anak-anak muda, itu teman-teman. Cuma satu saja saran saya, di era demokrasi, sosmed ini penting. Namun kalau boleh juga dipergunakan dengan terukur, contoh: jangan sampai masuk di SARA,” pesan Bahlil Lahadalia.
Ia menambahkan bahwa hal ini merupakan salah satu risiko pekerjaan sebagai seorang tokoh publik.
Bahlil juga mengingatkan pentingnya menggunakan media sosial secara bijak dan terukur.






