Misi Messi Pecahkan Rekor Klose di Piala Dunia 2026

bola5 Dilihat

DermayuMagz.com – Megabintang dunia Lionel Messi menjadi sorotan utama dalam skuad Argentina jelang Piala Dunia 2026. Kehadiran sang penyerang gaek tidak hanya menjamin kualitas, tetapi juga menarik perhatian jutaan pasang mata pecinta sepak bola.

Meskipun Messi belum secara definitif mengonfirmasi partisipasinya di Piala Dunia keenamnya, publik terus berspekulasi mengenai kemampuannya untuk bersaing di level tertinggi. Namun, seperti yang diharapkan, pemain berusia 38 tahun itu telah dimasukkan dalam skuad Lionel Scaloni.

Ia akan memimpin Argentina sebagai kapten dalam upaya mempertahankan gelar juara dunia yang diraih pada tahun 2022. Kepemimpinannya di lapangan dinilai masih tak tergantikan.

Turnamen edisi mendatang bukan hanya menjadi panggung pembuktian bagi Tim Tango untuk mempertahankan takhta juara dunia. Bagi sang kapten, kompetisi akbar ini merupakan momentum emas untuk mengukir sejarah baru dalam karier sepak bolanya.

Target Besar Menggulingkan Takhta Gol Miroslav Klose

Messi telah mengoleksi 13 gol di Piala Dunia, hanya terpaut tiga gol dari rekor sepanjang masa yang dipegang oleh Miroslav Klose dengan 16 gol. Ketajaman La Pulga akan kembali diuji dalam fase grup yang diprediksi akan berlangsung kompetitif.

Peluang untuk melampaui catatan legenda Jerman tersebut sangat terbuka lebar, mengingat performa konsisten sang pemain. Motivasi tinggi untuk memecahkan rekor pribadi dipastikan melekat kuat dalam benak pemain Inter Miami ini.

Pemenang Ballon d’Or delapan kali ini juga memegang rekor penampilan terbanyak di Piala Dunia, yaitu 26 pertandingan. Ia akan bergabung dengan Cristiano Ronaldo sebagai satu-satunya pemain pria yang tampil di enam edisi turnamen yang berbeda. Konsistensi luar biasa ini menunjukkan bahwa Messi berada di level yang berbeda dari pemain lain.

Langkah Messi untuk melampaui rekor Klose diprediksi akan berjalan mulus berkat skema ofensif racikan Scaloni. Ketakutan yang ditimbulkan pada lini pertahanan lawan akan menjadi keuntungan tersendiri bagi armada Albiceleste sepanjang turnamen berlangsung.

Kedalaman Skuad Argentina dan Peta Persaingan Grup J

Messi akan didukung oleh striker tajam seperti Lautaro Martinez dari Inter Milan dan Julian Alvarez dari Manchester City. Kombinasi penyerang cepat ini siap memanjakan sang kapten di lini depan.

Kiper Aston Villa, Emiliano Martinez, yang baru saja meraih gelar Liga Europa, kembali menjadi pilihan utama Scaloni. Cristian Romero, yang sempat absen di akhir musim bersama Tottenham karena cedera lutut, juga masuk dalam daftar skuad.

Namun, Paulo Dybala tidak dipanggil, sementara Emiliano Buendia juga tidak terpilih. Kejutan terjadi dengan masuknya Nico Paz setelah penampilan gemilangnya bersama Como. Enzo Fernandez dari Chelsea, yang dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik di Piala Dunia sebelumnya, juga turut serta, begitu pula rekan setim Messi di Inter Miami, Rodrigo de Paul.

Komposisi skuad ini menunjukkan bahwa regenerasi timnas Argentina berjalan dengan sangat baik. Sebagai persiapan akhir, Argentina akan menghadapi Honduras dan Islandia dalam laga uji coba sebelum bertarung di Grup J melawan Aljazair, Austria, dan Yordania.

DermayuMagz.com – Timnas Argentina mengusung misi besar untuk mempertahankan gelar juara di Piala Dunia 2026. Jika berhasil kembali meraih trofi, mereka akan menyamai rekor langka yang pernah dicapai Brasil.

Baca juga : Tren Pagar Rumah Terbaru untuk Tampilan Bersih dan Modern

Sebelum Lionel Scaloni mengumumkan daftar 26 pemain finalnya, sempat muncul keraguan terkait kondisi fisik Lionel Messi yang mengalami cedera bersama Inter Miami. Beruntung, kondisi fisik sang megabintang telah pulih tepat waktu.

Meskipun Argentina telah menunjukkan kemampuannya untuk beradaptasi tanpa kehadiran Messi dalam 12 bulan terakhir, Scaloni tidak akan pernah mengesampingkan sang kapten jika ia bersedia bermain. Visi bermain Messi dinilai masih menjadi roh permainan tim.

Kini, fokus utama Albiceleste adalah menjaga konsistensi performa mereka sepanjang turnamen. Kehadiran Messi di lapangan diyakini akan menjadi pemantik semangat skuad Argentina untuk mengukir sejarah baru.

Target Menyamai Rekor Legendaris Timnas Brasil

Messi, yang kini berusia 38 tahun, merupakan salah satu dari 17 pemain dalam skuad Scaloni yang juga tampil di Qatar. Ia akan memainkan peran kunci bagi juara bertahan yang berambisi menjadi tim pertama dalam 64 tahun terakhir yang berhasil mempertahankan gelar Piala Dunia.

Hanya delapan negara yang pernah mengangkat trofi Piala Dunia sejak turnamen dimulai pada tahun 1930. Brasil, pada tahun 1962, menjadi negara terakhir yang memenangkan Piala Dunia dua kali berturut-turut. Italia di bawah asuhan Vittorio Pozzo juga meraih gelar juara beruntun pada tahun 1934 dan 1938.

Catatan sejarah tersebut membuktikan bahwa mempertahankan gelar juara adalah tugas yang sangat berat. Namun, komposisi pemain Argentina saat ini dinilai mampu mendobrak tradisi sulit tersebut.

Kematangan para pemain dan kedalaman skuad menjadi modal utama bagi Scaloni dalam memburu target besar ini. Publik sepak bola dunia kini menantikan racikan taktik jitu dari sang pelatih.

Tantangan Sejarah dan Kutukan Sang Juara Bertahan

Argentina pernah nyaris meraih gelar juara bertahan sebelumnya pada Piala Dunia 1990. Namun, tim yang diperkuat Diego Maradona tersebut harus mengakui keunggulan Jerman Barat di final.

Pengalaman pahit tersebut kini menjadi pelajaran berharga bagi generasi pemain Argentina saat ini. Memori kelam itu diharapkan dapat memotivasi mereka untuk meraih hasil yang lebih baik.

Brasil, juara Piala Dunia 1994, tersingkir di final empat tahun kemudian oleh Prancis, yang dibayangi oleh drama seputar kondisi fisik Ronaldo. Kenyataan ini menunjukkan bahwa laga puncak selalu menghadirkan tekanan yang sulit diprediksi.

Prancis memenangkan Piala Dunia untuk kedua kalinya pada tahun 2018. Namun, meskipun Kylian Mbappe tampil gemilang, Prancis gagal mempertahankan gelar setelah kalah dari Argentina di final Piala Dunia 2022.

Kecuali Prancis di Qatar, tim juara bertahan umumnya mengalami kesulitan di Piala Dunia abad ke-21. Dalam empat dari enam turnamen terakhir, juara bertahan bahkan gagal lolos dari babak grup.