Takdir Matheus Cunha Bersama Timnas Brasil di Piala Dunia 2026

bola5 Dilihat

DermayuMagz.com – Timnas Brasil menyambut Piala Dunia 2026 dengan ambisi besar sebagai salah satu kandidat juara. Kehadiran Carlo Ancelotti sebagai pelatih kepala semakin mempertinggi ekspektasi publik terhadap performa Selecao di turnamen akbar tersebut.

Di tengah barisan pemain bintang yang menghiasi skuad Brasil, nama Matheus Cunha muncul sebagai salah satu kisah paling menarik. Penyerang Manchester United ini berhasil bangkit dari masa sulit untuk mengamankan satu tempat di timnas Piala Dunia.

Panggilan untuk membela tim nasional kali ini memiliki makna yang sangat spesial bagi Cunha. Ia sebelumnya harus menelan pil pahit karena tidak terpilih dalam skuad Brasil untuk Piala Dunia 2022, dan harus menunggu empat tahun untuk mendapatkan kesempatan kembali.

Kini, pemain berusia 27 tahun tersebut bertekad untuk membalas kepercayaan yang telah diberikan oleh Ancelotti. Cunha menegaskan kesiapannya untuk mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya demi membantu Brasil meraih hasil maksimal di ajang yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Bangkit dari Awal Sulit Bersama Manchester United

Musim debut Matheus Cunha bersama Manchester United tidak serta-merta berjalan mulus. Ia harus berjuang keras hingga akhirnya mencetak gol pertamanya pada tanggal 25 Oktober, setelah melewati periode awal yang penuh tantangan.

Salah satu momen terberat yang dialaminya adalah ketika ia gagal mengeksekusi penalti penentu dalam pertandingan Piala EFL melawan Grimsby Town, yang berujung pada kekalahan mengejutkan bagi United. Namun, kegagalan tersebut justru tidak mematahkan semangat juangnya.

Perlahan tapi pasti, Cunha mulai menunjukkan kualitasnya di bawah arahan pelatih Michael Carrick. Ia menjelma menjadi salah satu pemain kunci yang berkontribusi besar dalam perjalanan United untuk mengamankan tiket Liga Champions di musim berikutnya.

Secara statistik, kontribusinya juga sangat signifikan. Cunha berhasil mencatatkan 12 keterlibatan gol di semua kompetisi. Ia pun menjadi pemain Amerika Selatan ketiga dalam sejarah yang mampu mencetak dua digit gol pada musim debutnya di Premier League bersama Manchester United, mengikuti jejak Carlos Tevez dan Edinson Cavani.

Baca juga : Ternak Puyuh dan Cabai Rawit di Lahan Sempit yang Menguntungkan

Siap Berikan Segalanya untuk Brasil

Keberhasilannya masuk dalam skuad Piala Dunia 2026 menjadi pencapaian emosional bagi Cunha. Ia bahkan memandang perjalanan yang telah dilaluinya sebagai bagian dari takdir yang membawanya kembali ke tim nasional.

“Dalam sepak bola, sama seperti dalam kehidupan, melewati masa-masa sulit dan mengatasinya adalah bagian dari sebuah proses,” ujar Cunha.

“Setelah semua yang telah saya lalui, nama saya ada dalam daftar skuad, dan kebetulan panggilan ini datang di hari ulang tahun saya. Ya, kita lihat saja nanti, bukan? Saya pikir ini memang takdir.”

“Impian saya adalah terlibat 100% dalam persiapan menuju Piala Dunia. Apa pun yang dibutuhkan [Ancelotti] dari saya, saya akan berusaha melakukan yang terbaik,” tegas mantan pemain Wolverhampton tersebut.

DermayuMagz.com – Timnas Argentina memiliki misi besar untuk mempertahankan gelar juara di Piala Dunia 2026. Jika berhasil kembali meraih podium tertinggi, mereka akan menyamai rekor langka yang pernah diukir oleh Brasil.

Sebelum Lionel Scaloni mengumumkan daftar 26 pemain final untuk Piala Dunia 2026, sempat muncul keraguan terkait kondisi Lionel Messi. Ia sempat mengalami cedera saat bermain untuk Inter Miami. Namun, beruntung, kondisi fisik sang megabintang kini telah pulih tepat pada waktunya.

Meskipun Argentina telah menunjukkan perkembangan yang signifikan tanpa kehadiran pemain nomor 10 andalan mereka selama kurang lebih 12 bulan terakhir, Scaloni tidak akan pernah mengabaikan peran Messi jika ia menyatakan kesediaannya untuk bermain. Visi bermain sang maestro dinilai masih menjadi ruh penting dalam strategi tim.

Saat ini, fokus utama Albiceleste adalah menjaga konsistensi performa mereka sepanjang turnamen berlangsung. Kehadiran Messi di lapangan diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi skuad Argentina untuk mengukir sejarah baru.

Target Menyamai Rekor Legendaris Timnas Brasil

Pemain berusia 38 tahun itu merupakan salah satu dari 17 pemain dalam daftar skuad Scaloni yang juga berpartisipasi di Piala Dunia Qatar. Messi akan memainkan peran krusial bagi tim juara bertahan, yang berambisi menjadi tim pertama dalam 64 tahun terakhir yang berhasil mempertahankan gelar Piala Dunia.

Sejak turnamen pertama kali digelar pada tahun 1930, hanya delapan negara yang pernah mengangkat trofi juara. Brasil menjadi negara terakhir yang berhasil meraih Piala Dunia dua kali berturut-turut pada tahun 1962. Sebelumnya, Italia asuhan Vittorio Pozzo juga pernah meraih gelar ganda beruntun pada tahun 1934 dan 1938.

Catatan emas di masa lalu membuktikan betapa beratnya tugas mempertahankan gelar juara. Namun, komposisi pemain Argentina saat ini diyakini memiliki potensi untuk mendobrak tradisi sulit tersebut.

Kombinasi pengalaman dan kematangan antarpemain menjadi modal utama bagi Scaloni dalam mengejar target ambisius ini. Seluruh pecinta sepak bola dunia kini menantikan racikan taktik jitu dari sang pelatih.

Tantangan Sejarah dan Kutukan Sang Juara Bertahan

Argentina pernah nyaris meraih gelar juara dua kali berturut-turut sebelumnya, yaitu pada Piala Dunia 1990. Namun, sayangnya, Diego Maradona dan rekan-rekannya harus mengakui keunggulan Jerman Barat di partai final. Pengalaman pahit tersebut kini menjadi pelajaran berharga bagi generasi pemain Argentina saat ini.

Brasil, yang menjadi juara pada tahun 1994, harus tersingkir di final empat tahun kemudian oleh Prancis. Kejadian tersebut dibayangi oleh drama pra-pertandingan yang melibatkan kondisi fisik Ronaldo. Kenyataan ini menunjukkan bahwa laga puncak selalu menghadirkan tekanan yang sulit diprediksi.

Prancis berhasil meraih gelar Piala Dunia untuk kedua kalinya pada tahun 2018. Namun, meskipun Kylian Mbappe menunjukkan performa gemilang, Prancis gagal mempertahankan gelar mereka setelah kalah dari Argentina dalam final Piala Dunia 2022.

Kecuali Prancis di Qatar, juara bertahan umumnya mengalami kesulitan di Piala Dunia pada abad ke-21. Dalam empat dari enam edisi terakhir, mereka bahkan gagal lolos dari babak penyisihan grup.