Kekecewaan Kiandra Ramadhipa di RBRC Mugello: Penalti Grid dan Kecelakaan di Akhir Balapan

bola9 Dilihat

DermayuMagz.com – Nasib apes dialami pembalap muda Indonesia, Kiandra Ramadhipa, dalam seri ketiga Red Bull Rookies Cup (RBRC) 2026 di Sirkuit Mugello, Italia. Ia harus menghadapi dua cobaan pahit yang membuatnya hanya mampu mengumpulkan enam poin.

Pembalap berusia 16 tahun ini baru saja menyelesaikan seri ketiga RBRC 2026 yang berlangsung pada Jumat (29/5) hingga Minggu (31/5). Sebelumnya, ia juga telah tampil di seri pembuka Moto3 Junior 2026 pekan sebelumnya.

Perjalanan Kiandra Ramadhipa di Mugello sebenarnya menunjukkan performa yang menjanjikan. Ia berhasil meraih posisi kedua dalam sesi latihan bebas kedua (FP2), sebuah peningkatan signifikan dari hasil latihan bebas pertama (FP1) yang menempatkannya di urutan ke-18.

Konsistensi ditunjukkan Rama, sapaan akrabnya, saat sesi kualifikasi. Ia berhasil mencatatkan waktu lap terbaik 2 menit 0,733 detik, yang seharusnya menempatkannya di posisi keempat untuk memulai balapan.

Terkena Penalti Grid di Race 1

Namun, impian Kiandra Ramadhipa untuk memulai balapan dari barisan terdepan pupus. Tepat sebelum balapan pertama RBRC Mugello 2026 pada Sabtu (30/5), ia diumumkan mendapatkan penalti grid.

Penalti 12 grid dijatuhkan kepadanya karena dianggap melambat di jalur balap (racing line). Akibatnya, ia harus memulai balapan dari posisi ke-16, jauh dari posisi keempat yang diraihnya di kualifikasi.

Rama tidak sendirian. Dua pembalap lain, Fynn Kratochwil dan Giulio Puglise, juga menerima sanksi serupa. Meskipun harus berjuang dari posisi yang lebih belakang, Kiandra Ramadhipa menunjukkan ketangguhannya di lintasan.

Ia berhasil finis di posisi kesepuluh dalam balapan pertama tersebut. Hasil ini memberikannya tambahan enam poin berharga.

Crash di Lap Terakhir Race 2

Memasuki balapan kedua, Kiandra Ramadhipa mendapatkan kesempatan untuk memulai dari grid aslinya, yaitu posisi keempat. Hukuman penalti grid hanya berlaku untuk balapan pertama.

Di race kedua ini, Rama kembali menunjukkan kualitasnya. Ia sempat tercecer ke posisi kesembilan, namun berhasil bangkit dan bersaing ketat dengan para pembalap di barisan depan untuk memperebutkan podium.

Sayangnya, nasib buruk kembali menghampirinya di lap terakhir. Saat berada di posisi ketujuh, insiden tak terduga terjadi di tikungan Palagio.

Kiandra Ramadhipa terlibat senggolan dengan pembalap lain, David Gonzales. Tabrakan tersebut menyebabkan Rama mengalami highside dan terjatuh dari motornya.

Akibat insiden ini, Kiandra Ramadhipa tidak dapat menyelesaikan balapan kedua. Ia bahkan harus dilarikan ke pusat medis untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Cuma Dapat 6 Poin

Dengan demikian, seri ketiga Red Bull Rookies Cup 2026 di Sirkuit Mugello berakhir dengan catatan kurang memuaskan bagi Kiandra Ramadhipa. Total, ia hanya mampu mengumpulkan enam poin dari seluruh rangkaian balapan di Italia.

Meskipun demikian, tambahan enam poin tersebut tidak membuat posisinya terlempar jauh di klasemen sementara. Kiandra Ramadhipa masih bertahan di peringkat keempat klasemen Red Bull Rookies Cup 2026.

Saat ini, ia mengoleksi total 56 poin. Ia masih tertinggal cukup jauh, yaitu 51 poin, dari pemuncak klasemen, Benat Fernandez asal Spanyol.

DermayuMagz.com – UEFA telah mengumumkan penghargaan individu untuk kompetisi Liga Champions musim 2025/2026. Bintang PSG, Khvicha Kvaratskhelia, dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Musim Ini.

Sementara itu, penghargaan baru yang diperkenalkan, yaitu Pendatang Baru Terbaik (Breakthrough Player of the Season), diberikan kepada gelandang muda Real Madrid, Arda Guler.

Kedua pemain ini menunjukkan performa yang luar biasa sepanjang turnamen dan menjadi elemen krusial bagi kesuksesan tim mereka. Musim 2025/2026 sendiri berakhir dengan PSG berhasil mempertahankan gelar Liga Champions, menjadikannya juara Eropa untuk kali kedua berturut-turut.

Kvaratskhelia Jadi Motor Kesuksesan PSG

Penghargaan Pemain Terbaik jatuh ke tangan Khvicha Kvaratskhelia berkat kontribusinya yang signifikan sepanjang kompetisi. Sang winger asal Georgia ini tampil konsisten dari fase grup hingga partai final, menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam perjalanan PSG meraih gelar.

Sepanjang musim Liga Champions 2025/2026, Kvaratskhelia berhasil mencetak 10 gol dan enam assist. Catatan ini menjadikannya salah satu pemain dengan kontribusi gol terbanyak dalam turnamen.

Peran krusialnya juga terlihat jelas di laga final melawan Arsenal. Dalam pertandingan yang berlangsung sengit, Kvaratskhelia berhasil memenangkan hadiah penalti yang kemudian dikonversi menjadi gol penyeimbang oleh Ousmane Dembele, membantu tim asuhan Luis Enrique.

Salah satu penampilan terbaiknya terjadi pada leg pertama semifinal melawan Bayern Munich. Kvaratskhelia mencetak dua gol yang berkontribusi pada kemenangan dramatis PSG 5-4 dalam pertandingan yang dianggap sebagai salah satu laga paling menghibur musim ini.

Arda Guler Raih Penghargaan Pendatang Baru Terbaik

Di sisi lain, UEFA mengapresiasi perkembangan pesat Arda Guler dengan memberikannya penghargaan Breakthrough Player of the Year. Penghargaan ini memang diciptakan khusus untuk mengakui pemain muda yang menunjukkan peningkatan performa luar biasa dalam satu musim kompetisi Liga Champions.

Kelompok Pengamat Teknis UEFA menilai bahwa perkembangan Guler sepanjang musim ini sangat menonjol. Pemain muda asal Turki ini berhasil bertransformasi dari pemain pelapis menjadi salah satu pilar utama di lini tengah Real Madrid.

Jika pada musim 2024/2025 ia hanya sekali tampil sebagai starter di Liga Champions, musim ini situasinya berubah drastis. Guler bermain dalam 14 pertandingan, dan dipercaya sebagai starter dalam 13 di antaranya, menunjukkan peningkatan kepercayaan dari staf pelatih.

Statistik yang Mengukuhkan Performa Guler

Gelandang berusia 21 tahun ini mengakhiri kompetisi dengan catatan dua gol dan empat assist. Kedua gol pertamanya di Liga Champions dicetak saat menghadapi Bayern Munich pada babak perempat final.

Selain kontribusi angka, Guler juga kerap menjadi pembeda berkat kreativitas dan kemampuannya mengendalikan tempo permainan. Salah satu penampilan terbaiknya terjadi saat Real Madrid berhadapan dengan Juventus di fase grup.

Baca juga : Pencetus Bela Negara, Ryamizard Ryacudu, Berpulang

Dalam pertandingan tersebut, Guler tampil dominan di lini tengah dan sukses membawa timnya meraih kemenangan. Penampilan impresifnya tersebut bahkan diganjar penghargaan Pemain Terbaik Pertandingan.