A-List Entertainment Umumkan Girl Group Indonesia, Marbles, dengan Metode Pelatihan Khas

showbiz7 Dilihat

DermayuMagz.com – A-List Entertainment memperkenalkan sebuah girl group baru bernama MARBLES, yang diklaim hadir dengan metode pelatihan ala Korea. Grup ini diharapkan dapat memberikan warna baru di industri musik Indonesia.

MARBLES dibentuk dengan konsep “Your daily dopamine reminder, celebrating every small win positively.” Konsep ini menunjukkan bahwa grup ini ingin dekat dengan keseharian para penggemarnya dan merayakan setiap pencapaian kecil secara positif.

Meski detail mengenai jumlah anggota dan nama-nama mereka belum diungkapkan, A-List Entertainment menjamin bahwa setiap anggota MARBLES memiliki karakter unik yang akan bersatu menciptakan dinamika yang hidup dalam grup.

Grup ini akan hadir melalui berbagai medium, termasuk musik, visual, dan konten digital. Tujuannya adalah untuk menyampaikan emosi yang bersifat universal dan dapat dirasakan oleh banyak orang.

Pihak A-List Entertainment menyatakan bahwa MARBLES bukan sekadar girl group biasa. Mereka ingin menjadi wadah untuk mengekspresikan perasaan-perasaan kecil yang sering dialami namun jarang diutarakan. MARBLES menjadi pengingat bahwa di tengah kesibukan, sekecil apapun momen patut disyukuri.

Hasil Scouting dari Kota Besar di Indonesia

Pembentukan MARBLES merupakan hasil dari program inkubasi yang digagas bersama Trinity Entertainment Network. Proses seleksi talenta dilakukan melalui pencarian bakat di berbagai kota besar di Indonesia.

Berbeda dari audisi pada umumnya, Trinity Entertainment Network menerapkan pendekatan yang lebih terbuka. Proses pencarian talenta dilakukan secara berkelanjutan tanpa batasan waktu yang kaku.

Pendekatan ini bertujuan untuk menghasilkan artis yang tidak hanya relevan di masa kini, tetapi juga mampu membangun citra diri yang bermakna dan bertahan lama di industri hiburan.

Masa Persiapan yang Tak Main-Main

A-List Entertainment menunjukkan keseriusannya dalam mendebutkan MARBLES. Mereka mengadopsi sistem pengembangan artis yang terstruktur, meniru metodologi yang lazim digunakan di industri hiburan Korea Selatan.

Sistem ini mencakup proses audisi yang ketat, pelatihan intensif, hingga akhirnya para artis siap untuk debut.

Di bawah bimbingan pelatih berpengalaman asal Korea, Kim Hyung-Kyu, para talenta MARBLES dilatih secara komprehensif. Pelatihan ini mencakup vokal, tarian, hingga pengembangan performa panggung.

Selain kemampuan teknis, para anggota juga diberikan pelatihan komunikasi publik. Hal ini penting agar mereka dapat berinteraksi dengan penggemar dan publik secara efektif.

Para anggota MARBLES juga dilibatkan dalam proses pengembangan materi lagu dan penentuan arah musikal grup. Hal ini dilakukan untuk membangun identitas yang kuat dan relevan bagi grup di masa depan.

Proses pelatihan intensif ini berlangsung selama kurang lebih tiga tahun, memastikan setiap anggota memiliki bekal yang matang sebelum resmi diperkenalkan kepada publik.

IP yang Terus Berkembang

A-List Entertainment memandang artis sebagai sebuah Intellectual Property (IP) yang hidup dan terus berkembang. Konsep ini berarti artis tidak hanya terbatas pada satu bentuk karya.

Mereka diharapkan dapat hadir dalam berbagai ranah, mulai dari musik, penampilan di panggung, konten digital, hingga kolaborasi dengan berbagai merek.

Pendekatan ini membuka peluang bagi artis untuk membangun hubungan yang lebih mendalam dengan audiensnya, melampaui sekadar karya musik.

Perjalanan A-List Entertainment dan perkembangan MARBLES dapat diikuti lebih lanjut melalui akun media sosial resmi mereka di @a.listent dan @marbles.sphere.

Liputan6.com, Jakarta – Setelah menunaikan ibadah haji, Raffi Ahmad dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Bahlil Lahadalia, berpisah. Bahlil, yang juga merupakan Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, sempat singgah di Dubai untuk bertemu Nagita Slavina sebelum kembali ke Tanah Air.

Sebelum berpisah, Bahlil mengingatkan Raffi Ahmad untuk mencari pencipta lagu “MBG” atau “Mas Bahlil Ganteng” yang belakangan ini viral di media sosial. Permintaan tersebut diunggah Raffi Ahmad melalui akun Instagramnya pada Sabtu, 30 Mei 2026.

Dalam video yang diunggah, Bahlil terlihat mengenakan baju koko putih dengan outer hitam. Ia menyampaikan pesan kepada Raffi, “Fi, selamat kembali ke Tanah Air. Semoga hajinya mabrur. Saya titip oleh-oleh untuk keponakan, Rafathar. Eh tapi Fi, jangan lupa ya, tolong cari itu, yang menciptakan lagu MBG. Kita hargai betul, saya kaget juga. Jadi, tolong bantuin saya.”

Raffi Ahmad merespons permintaan tersebut dengan hangat. Ia mengaku mendapatkan banyak nasihat dan pelajaran hidup dari Bahlil selama perjalanan spiritual tersebut. Raffi menyatakan bahwa cerita hidup Bahlil sangat memotivasi bagi anak muda.

“Saya di sini banyak dapat nasihat dan juga cerita hidupnya dari Kanda Bahlil. Ini luar biasa, saya saja anak Bandung yang dari bawah ini ternyata enggak ada apa-apanya sama beliau. Waduh, cerita hidupnya benar-benar membuat kami motivasi buat anak muda,” ungkap Raffi.

Raffi Ahmad juga menuliskan rasa syukurnya atas perjalanan hajinya yang penuh makna. Ia berharap dapat menjadi haji mabrur dan membawa pulang kebaikan serta keberkahan.

Ketika Kakanda Memberi Amanat

Raffi Ahmad menganggap permintaan Bahlil Lahadalia untuk mencari pencipta lagu “MBG” sebagai sebuah amanat. Ia kemudian mengunggah pengumuman di media sosial untuk mencari komposer lagu tersebut.

“Di sela-sela perjalanan, sempat berbagi cerita dan pengalaman dengan Kakanda Bahlil Lahadalia. Tapi ternyata ada satu amanat yang masih dibawa sampai sekarang. Untuk pencipta lagu MBG jangan lupa Kakanda Adinda Kakanda Adinda, tenang, masih dicari!” tulis Raffi dalam unggahannya.

Dikasih Apresiasi dari Kakanda

Raffi menambahkan bahwa Bahlil berjanji akan memberikan apresiasi kepada pencipta lagu tersebut jika berhasil ditemukan. Ia mengimbau para pencipta lagu untuk bersiap-siap.

“Kata Kakanda Bahlil, insyaallah kalau ketemu akan diundang langsung dan mau dikasih apresiasi dari Kakanda. Jadi yang merasa penciptanya, siap-siap saja ya dapet rezeki. Terus semangat berkarya yang positiv dan selalu semangat,” lanjutnya.

Sebelumnya, Bahlil Lahadalia mengaku terkejut saat lagu “Mas Bahlil Ganteng” menjadi viral. Ia menganggap popularitas lagu tersebut terjadi secara alami dan tidak merasa keberatan namanya dijadikan judul lagu.

Menghargai Kreativitas

Bahlil Lahadalia menyatakan apresiasinya terhadap kreativitas anak muda. Ia melihat lagu “Mas Bahlil Ganteng” sebagai bagian dari ekspresi kreatif generasi muda.

Namun, Bahlil juga memberikan pesan penting. Ia mengingatkan agar kreativitas tersebut tidak sampai menyentuh isu sensitif seperti suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Baca juga : Erupsi Gunung Semeru, Kolom Abu Naik 1 Km

“Saya menghargailah kretivitas orang-orang, anak-anak muda, itu teman-teman. Cuma satu saja saran saya, di era demokrasi, sosmed ini penting. Namun kalau boleh juga dipergunakan dengan terukur, contoh: jangan sampai masuk di SARA,” tegas Bahlil.