DermayuMagz.com – Tekanan besar kini menghantui internal AC Milan menyusul hasil kurang memuaskan dalam rangkaian laga pramusim, termasuk kekalahan telak 0-3 dari Chelsea di ajang Indonesia Super Cup 2026. Performa yang jauh dari harapan ini memaksa pelatih Ruben Amorim untuk segera melakukan perombakan radikal pada komposisi skuad sebelum Serie A resmi bergulir.
Kondisi tim saat ini digambarkan oleh media Italia, Tuttosport, sebagai entitas yang masih dalam tahap pengembangan atau work in progress. Namun, dengan kompetisi yang hanya tinggal menghitung hari, waktu bagi Amorim untuk bereksperimen semakin menipis. Ketidakmampuan Milan mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran saat berhadapan dengan Chelsea menjadi alarm keras bagi lini serang Rossoneri.
Perampingan Skuad Menjadi Prioritas
Ruben Amorim secara terbuka menyatakan kebutuhan untuk memiliki skuad yang lebih ramping dan selaras dengan filosofi taktiknya. Saat ini, jumlah pemain di Milan dinilai terlalu gemuk, sehingga manajemen klub harus bergerak cepat untuk melepas sejumlah nama dalam tiga pekan tersisa sebelum bursa transfer ditutup.
Beberapa pemain yang dikabarkan masuk dalam daftar evaluasi untuk dijual antara lain:
- Rafael Leao dan Fikayo Tomori
- Youssouf Fofana, Samuele Ricci, dan Pervis Estupinan
- Santiago Gimenez, Zachary Athekame, dan David Odogu
- Ruben Loftus-Cheek serta Yunus Musah
Proses penjualan pemain ini dianggap sama krusialnya dengan mendatangkan tenaga baru. Amorim membutuhkan pemain yang memiliki mobilitas tinggi dan kedisiplinan taktis untuk menerapkan skema permainan berbasis penguasaan bola serta pressing agresif yang menjadi ciri khasnya.
Krisis Identitas Taktik
Dalam tiga laga pramusim terakhir, identitas permainan yang diusung oleh Amorim belum terlihat secara konsisten. Transisi dari pertahanan ke serangan yang seharusnya menjadi senjata utama Milan justru sering buntu. Masalah kompatibilitas antara materi pemain yang ada saat ini dengan sistem yang diinginkan pelatih asal Portugal tersebut menjadi kendala utama.
Meski Amorim tetap menunjukkan optimisme bahwa timnya akan siap saat menghadapi Torino, tekanan untuk segera memberikan hasil nyata tidak bisa dihindari. Sisa waktu dua pekan sebelum laga pembuka Serie A akan menjadi ajang pembuktian apakah sang juru taktik mampu menyatukan visi permainan atau justru harus menghadapi awal musim yang sulit.
Sementara itu, di luar urusan teknis lapangan, dunia sepak bola internasional juga tengah dikejutkan dengan laporan mengenai ancaman keamanan yang menargetkan bintang-bintang besar di Piala Dunia 2026. Dokumen kepolisian yang bocor ke publik mengungkap adanya upaya teror yang menyasar individu seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
Dalam laporan tersebut, terungkap bahwa ancaman tidak hanya datang dalam bentuk pesan teror, tetapi juga ancaman fisik serius. Salah satu insiden melibatkan ancaman bom di stadion saat laga Argentina berlangsung, di mana nama Lionel Messi secara spesifik disebut sebagai target pembunuhan. Pihak berwenang pun harus melakukan penyisiran ketat di berbagai lokasi pertandingan demi memastikan keselamatan para pemain dan perangkat pertandingan.
Situasi ini menambah ketegangan di dunia sepak bola, baik di level klub maupun internasional. Bagi AC Milan, fokus utama tetap pada pembenahan internal agar mereka mampu bersaing di papan atas Serie A musim ini, sementara otoritas keamanan di seluruh dunia kini harus bekerja ekstra keras untuk melindungi para atlet dari ancaman yang semakin nyata.






