Acha Septriasa: Peran Film “Suamiku Lukaku” Mengubah Pandangan tentang Hak Perempuan

showbiz4 Dilihat

DermayuMagz.com – Acha Septriasa baru-baru ini menyelesaikan syuting film terbarunya yang bertajuk “Suamiku Lukaku”. Pengalaman ini tidak hanya memberinya pelajaran baru dalam berakting, tetapi juga membuka pandangannya terhadap stigma yang seringkali membatasi perempuan di masyarakat. Salah satu stigma yang paling mengganggu baginya adalah pandangan bahwa perempuan tidak seharusnya menonjol atau memiliki ambisi besar.

Menurut Acha, ambisi adalah kunci bagi perempuan untuk terus berkembang dan meraih cita-cita mereka. Ia berpendapat bahwa ketika perempuan ditekan untuk tidak ambisius, hal tersebut justru merenggut potensi mereka untuk merasa berharga dan memiliki tujuan hidup yang jelas.

“Perempuan itu enggak boleh terlalu menonjol dari laki-laki dan enggak boleh ambisi. Enggak cocok. Karena menurut aku, titik di mana perempuan bisa mengembangkan diri dan tahu bagaimana menuju cita-cita itu yang justru membuat perempuan lebih merasa berharga dan punya tujuan dalam hidup. Ketika perempuan ditekan enggak boleh terlalu ambisius aduh, itu salah (menurutku),” ujar Acha Septriasa dalam sebuah wawancara eksklusif di Gedung KLY, Jakarta Pusat.

Acha menambahkan bahwa perempuan sudah banyak memberikan kontribusi dalam kehidupan sehari-hari. Terkadang, hal ini bisa membuat sebagian dari mereka merasa hampa jika tidak memiliki tujuan atau purpose dalam hidupnya. Ambisi, dalam pandangannya, bukan selalu tentang hal-hal besar dan muluk, melainkan tentang memiliki semangat untuk terus maju dan berkembang.

Bagi Acha, ambisi dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, bahkan demi kebaikan sang buah hati. Ia membantah anggapan bahwa sebagai seorang artis yang sibuk, ia tidak memiliki waktu untuk mengurus anaknya. Sebaliknya, Acha menunjukkan bahwa ia adalah ibu yang aktif dan terlibat langsung dalam kehidupan putrinya.

“Aku adalah seorang ibu yang sangat bisa membuat bekal anakku Senin sampai Jumat. Masak, aku enggak pernah beli. Aku mengantar anakku sekolah, bukan dengan sopir,” tegas Acha.

Ia mengungkapkan bahwa ambisinya seringkali menyala ketika putrinya menginginkan bekal makanan tertentu atau menu makan malam spesial. Dalam momen-momen seperti itulah, Acha belajar untuk memasak hidangan idaman buah hatinya. Baginya, ambisi yang didorong oleh kasih sayang seorang ibu adalah sumber kebahagiaan tersendiri.

Selama proses syuting film “Suamiku Lukaku”, Acha Septriasa menghadapi berbagai tantangan, termasuk adegan yang secara emosional sangat menguras tenaganya. Ia mengakui bahwa adegan yang paling sulit baginya bukanlah saat memerankan karakter yang menjadi korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), melainkan saat berinteraksi dengan Azkya Mahira, aktris cilik yang memerankan anaknya dalam film tersebut.

Baca juga : Beberapa Metode Menata Kebun Sayuran Merambat Agar Halaman Tetap Luas dan Hijau

“Yang paling susah adalah menghadapi Azkya di film itu. Balik lagi ketika syuting film itu, aku sedang enggak baik-baik saja. Walaupun aku enggak bisa me-refer Acha Septriasa menjadi sumber karakter Amina atau terinspirasi olehnya,” ungkapnya.

Acha merasa ada kemiripan antara wajah Azkya Mahira dengan putrinya sendiri. Dalam film “Suamiku Lukaku”, karakter Amina yang diperankan Acha berjuang demi kebaikan dan kesehatan putrinya, Nadia. Pengalaman ini membuat Acha merenung dan berkaca pada perannya sebagai ibu di kehidupan nyata.

“Itu yang membuat aku berkaca lagi sebagai Acha yang juga punya anak perempuan. Apakah aku sudah baik sebagai orang tua? Apakah yang aku lakukan sehari-hari itu jadi contoh yang baik untuk anakku? Mulai agak kabur batas-batas antara Acha dan Amina,” tambahnya.

Sementara itu, di momen perayaan Idul Adha, pedangdut Inul Daratista menunjukkan kepeduliannya dengan menyembelih 10 ekor sapi. Lima ekor sapi ia sembelih sendiri, sementara sisanya didistribusikan ke masjid-masjid yang membutuhkan. Inul bahkan membentuk tim khusus yang mengenakan seragam untuk membantu proses pemotongan, pengemasan, dan pembagian daging kurban kepada warga.

Melalui akun Instagramnya, Inul membagikan momen perayaan Idul Adha sambil mengenakan busana serba putih dengan riasan natural. Ia tampak modis meski berada di tengah aktivitas pemotongan hewan kurban. “Alhamdulillah, Masyaallah tahun ini ada 10 sapi, potong sendiri 5 yang lain di bagikan ke beberapa tempat, syukron,” tulisnya pada Selasa, 26 Mei 2026, disertai unggahan video sapi kurbannya.

Aksi mulia Inul Daratista ini mendapat apresiasi dari banyak kalangan, termasuk rekan-rekan selebritas seperti Jenita Janet dan ustaz Subki Al Bughury yang turut memberikan doa dan ucapan selamat.

Dalam rangka Idul Adha tahun 2026, Inul Daratista tidak hanya menyumbangkan satu atau dua ekor sapi, melainkan total sepuluh ekor. Lima ekor sapi dipotong dan dibagikan langsung oleh timnya, sementara lima ekor lainnya didistribusikan ke berbagai masjid untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Hal ini menunjukkan semangat berbagi dan kepedulian sosial yang tinggi dari sang biduan dangdut.

Potret Inul Daratista saat ikut serta dalam proses pemotongan dan pengemasan daging kurban menjadi sorotan. Ia tampil mengenakan kaus putih bertuliskan “Qurban Inul Daratista Family”, dipadukan dengan celana broken white dan jam tangan. Riasan wajahnya terlihat natural, sementara rambutnya dikuncir rapi, menunjukkan kesederhanaan di tengah aktivitas yang padat.