DermayuMagz.com – Aktris Acha Septriasa mengungkapkan tantangan yang dihadapinya saat memerankan karakter Amina dalam film “Suamiku Lukaku”. Karakter Amina digambarkan sebagai korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang mengalami berbagai bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual dan fisik. Dalam film ini, Acha beradu akting dengan Baim Wong untuk pertama kalinya.
Untuk memastikan kenyamanan kedua belah pihak saat menjalani adegan intim dan KDRT, peran Putri Ayudya sebagai intimacy coach sangatlah krusial. Keberadaan Putri Ayudya membantu Acha dan Baim untuk membangun kedekatan secara profesional dan nyaman.
“Sebenarnya otak di balik semua itu adalah Putri Ayudya. Dia adalah intimacy coach. Awalnya, saat saya bertemu Baim, mungkin ada rasa canggung atau tidak enak. Ternyata, ada tekniknya, terutama saat dua pemain baru bertemu dan bagaimana keintiman itu dibentuk dengan nyaman,” ujar Acha Septriasa dalam sebuah wawancara eksklusif.
Putri Ayudya menerapkan berbagai metode dan permainan yang efektif untuk membangun kedekatan antara Acha dan Baim. Salah satu metode yang diterapkan adalah latihan di mana Acha dan Baim berdiri dengan jarak sekitar 30 meter, lalu perlahan saling mendekat sambil bertatapan selama 30 langkah.
Selama proses pendekatan ini, pemain diberi kebebasan untuk mundur atau menghentikan latihan jika merasa tidak nyaman. Metode ini bertujuan agar kedua pemain dapat memahami batasan fisik masing-masing dan membangun toleransi.
“Termasuk bagian tubuh mana yang boleh dan tidak boleh disentuh karena menimbulkan ketidaknyamanan. Introduksi awal ini membuat kami bisa berkomunikasi lebih baik di lokasi syuting,” tambah Acha.
Acha Septriasa menegaskan bahwa ia dan Baim memiliki hak untuk menyatakan jika ada sentuhan yang tidak diinginkan, baik dari segi lokasi maupun intensitas. Begitu pula sebaliknya, mereka berhak menghentikan latihan jika dirasa sudah cukup. Batasan-batasan ini disepakati bersama untuk memastikan setiap adegan dapat dijalani dengan baik.
“Dengan begitu, adegan intim dan sexual abuse bisa kami lalui dengan lebih mudah. Selain itu, ada juga adegan kekerasan. Kadang, setelah melakukan beberapa kali pengambilan gambar, fisik sudah mulai lelah dan emosi pun menurun,” kenang Acha.
Adegan Intim dan Sexual Abuse
Baim Wong memiliki teknik tersendiri untuk memancing emosi Acha Septriasa dalam adegan KDRT. Teknik ini melibatkan adegan menampar lalu menoyor kepala Acha. Pengalaman ini menjadi salah satu momen yang tak terlupakan bagi Acha.
“Tapi, dia (Baim) bisa memancing emosi saya dengan cara yang berbeda di setiap pengambilan gambar. Putri Ayudya juga sempat menegur Baim, ‘Kamu tidak boleh begitu, Baim, kasihan Acha.’ Misalnya, dia seharusnya menampar dulu baru menoyor kepala saya,” cerita Acha.
Acha Septriasa mengakui bahwa terkadang Baim Wong melakukan adegan tersebut dengan urutan yang berbeda, yaitu menoyor kepala terlebih dahulu sebelum menampar. Hal ini justru memberikan efek kejutan yang lebih natural pada ekspresi panik dan kaget Acha.
Baca juga : Santriwati Dilecehkan di Ponpes Pekalongan, Terungkap Usai Digerebek 'Yakuza
“Tapi, dia balik lagi, entah sengaja atau tidak. Ditoyor dulu kepalanya, baru ditampar, sehingga ekspresi panik atau kaget saya terlihat sangat natural. Setelah melihat di monitor, memang benar, rasa syoknya lebih alami,” ungkap Acha sambil tertawa.
Dalam kesempatan tersebut, Acha Septriasa memberikan apresiasi atas kerja sama dan kekompakan Baim Wong selama proses syuting. Ia mengingatkan bahwa film “Suamiku Lukaku”, yang tayang di bioskop Tanah Air mulai 27 Mei 2026, membawa pesan penting untuk menghentikan KDRT dalam bentuk apapun.
Acha Septriasa Ke-trigger
Baim Wong ternyata punya cara unik dalam memicu emosi Acha Septriasa saat adegan KDRT. Teknik ini melibatkan adegan menampar dan menoyor kepala Acha, yang meninggalkan kesan mendalam.
“Namun, dia (Baim) melakukan itu, entah sengaja atau tidak. Dia menoyor kepala saya dulu, baru kemudian menampar. Akibatnya, ekspresi panik dan kaget saya terlihat sangat nyata. Setelah melihat hasilnya di monitor, memang benar, rasa syoknya terasa lebih alami,” tutur Acha sambil tertawa.
Acha Septriasa memuji kinerja Baim Wong yang dinilai solid dan kooperatif. Ia menambahkan bahwa film “Suamiku Lukaku”, yang mulai tayang di bioskop Indonesia pada 27 Mei 2026, mengampanyekan gerakan untuk menghentikan KDRT.
Entah Sengaja atau Tidak
Dalam sebuah adegan, Baim Wong melakukan tindakan yang membuat Acha Septriasa terkejut. Baim menoyor kepala Acha sebelum menamparnya.
“Namun, dia melakukannya, entah disengaja atau tidak. Dia menoyor kepala saya terlebih dahulu, baru kemudian menampar. Alhasil, ekspresi panik atau kaget saya terlihat sangat alami. Setelah melihat rekaman adegan itu, memang benar, rasa syoknya terasa lebih natural,” kata Acha sambil tertawa.
Acha Septriasa mengapresiasi peran Baim Wong yang dinilai sangat kooperatif dan solid. Ia menegaskan bahwa film “Suamiku Lukaku”, yang mulai tayang di bioskop Indonesia pada 27 Mei 2026, bertujuan untuk menyuarakan pesan penting: stop KDRT, apapun alasannya.
Ria Ricis Nangis Lihat Sapi Disembelih, Maknai Idul Adha dengan Semangat Ikhlas Berkorban
Liputan6.com, Jakarta – Ria Ricis merayakan Idul Adha di Masjid Nurul Huda, dekat kediamannya, di Kebagusan, Jakarta Selatan, pada Rabu, 27 Mei 2026. Kedatangan Ria Ricis disambut antusias oleh masyarakat yang berkumpul sejak pagi untuk menyaksikan proses penyembelihan hewan kurban. Sapaan hangat dari warga mengiringi langkah adik Oki Setiana Dewi ini menuju area utama masjid.
Ria Ricis hadir untuk menyaksikan langsung penyembelihan sapi kurbannya. “Ricis, Ricis!” teriak warga yang memadati masjid. Dengan mengenakan kerudung merah marun, penampilan sederhana Ria Ricis justru semakin menarik perhatian warga yang antusias ingin melihat prosesi kurban dari dekat.
Setibanya di lokasi, Ria Ricis menuju area penyembelihan di luar masjid. Namun, langkahnya sempat terhambat oleh warga yang mencoba mendekat untuk mengambil foto.
Suasana haru menyelimuti saat petugas mulai mempersiapkan sapi kurban milik Ria Ricis. Ia tidak dapat menahan air matanya saat proses pemotongan hewan kurban dimulai. Sambil menatap sapi yang sedang ditangani petugas, Ria Ricis terlihat tegar sambil menggendong putrinya, Moana. Ia berharap dapat memberikan edukasi kepada Moana mengenai makna Idul Adha, yaitu semangat ikhlas untuk berkorban.
Menatap ke Arah Sapi
Meskipun cuaca terik, Ria Ricis memilih untuk tetap berada di lokasi dan menyaksikan seluruh proses pemotongan sapi miliknya hingga selesai.
Sebelum Pisau Menyembelih
Sebelum pisau menyentuh leher hewan kurbannya, Ria Ricis terlihat memanjatkan doa dengan wajah penuh kesedihan. Momen emosional ini terjadi di tengah kerumunan warga yang terus memanggil namanya.
Keriuhan di sekitar Masjid Nurul Huda semakin terasa sejak kedatangan Ria Ricis. Masyarakat, terutama ibu-ibu dan anak-anak, memanggil namanya dengan penuh semangat untuk mendapatkan perhatian dari idola mereka.






