DermayuMagz.com – Pencarian talenta sineas perfilman Indonesia, LA Indie Movie, kembali dibuka tahun ini. Ajang yang telah berjalan lebih dari 15 tahun ini kembali hadir sebagai wadah bagi para kreator muda untuk mengasah dan menunjukkan karya mereka di industri perfilman nasional.
Setelah sempat vakum selama enam tahun akibat pandemi COVID-19, LA Indie Movie kini hadir dengan konsep yang lebih segar dan modern. Program ini kembali menawarkan film-making workshop yang memberikan pengalaman unik dan peluang bagi masyarakat yang antusias untuk membuktikan kreativitas mereka dalam dunia perfilman.
Konsep baru ini menghadirkan tantangan yang lebih visioner bagi para peserta. Mereka akan diajak untuk menuangkan ide, mengasah keterampilan, dan berkreasi di dunia perfilman. Melalui serangkaian acara, peserta dapat mengikuti workshop, kelas inspiratif, serta sesi mentorship khusus dengan para pakar perfilman.
Para pakar ini akan berbagi ilmu dan pengalaman dalam menavigasi karier di industri perfilman nasional. Salah satu fokus utama dalam workshop kali ini adalah keterlibatan praktisi film nasional dan internasional, baik yang senior maupun talenta muda yang sedang naik daun.
Mereka akan mengupas berbagai topik menarik yang relevan dengan perkembangan industri film saat ini. Termasuk di dalamnya adalah pembahasan mengenai pesatnya perkembangan teknologi global, khususnya kecerdasan buatan atau AI yang kini semakin merambah industri perfilman dan sektor kreatif.
Hani Aulia, perwakilan dari PT Perada Swara Productions selaku penyelenggara LA Indie Movie, menyatakan kebanggaannya atas kontribusi ajang ini dalam mencetak banyak pembuat film muda Indonesia. “Kami bangga bisa berkontribusi mendukung dan mencetak banyak film maker muda Indonesia, bahkan hingga sekarang ada dari mereka yang sudah berkarier secara internasional,” ujarnya pada Kamis, 7 Mei 2026.
LA Indie Movie 2026 akan diselenggarakan di dua kota besar di Indonesia. Sesi pertama akan berlangsung di Jakarta pada tanggal 13-14 Juni 2026, dilanjutkan di Yogyakarta pada 20-21 Juni 2026.
Sebagai bentuk dukungan lebih lanjut, film-film yang berhasil diproduksi melalui ajang ini akan mendapatkan promosi di media terpilih serta kesempatan untuk tampil di festival film berskala internasional. Ini menjadi nilai tambah yang signifikan bagi para peserta untuk mendapatkan eksposur yang lebih luas.
Hingga kini, LA Indie Movie telah menjadi platform penting bagi para profesional muda di bidang perfilman. Ajang ini menjadi tempat berkumpul, bertukar pikiran, dan membuka jalan bagi individu yang ingin mengembangkan diri di berbagai aspek perfilman.
Aspek-aspek tersebut meliputi penulis cerita dan naskah, sutradara, produser, editor, production designer, sinematografer, hingga digital creator. LA Indie Movie membuka peluang bagi mereka untuk bertemu, bekerja sama, dan belajar langsung dari para insan perfilman Indonesia maupun mancanegara.
“Melalui LA Indie Movie, kami membuka peluang bagi mereka untuk bertemu, bekerja, dan terjun langsung dan belajar dari insan perfilman Indonesia dan luar negeri,” tambah Hani Aulia.
Garin Nugroho, salah satu inisiator LA Indie Movie, menekankan pentingnya wadah seperti ini untuk regenerasi perfilman Indonesia. Ia juga melihat LA Indie Movie sebagai ruang lahirnya karya-karya dengan gagasan otentik dari para sineas muda.
“Melalui rangkaian workshop dan kompetisi, wadah ini memberi bekal keterampilan dan membuka kesempatan masuk ke industri perfilman,” ujar Garin Nugroho, yang telah terlibat dalam proyek ini sejak awal berdirinya pada tahun 2007.
Selain mentorship dan workshop, LA Indie Movie juga memberikan kesempatan bagi para finalis terpilih untuk memproduksi film pendek impian mereka. Total hadiah yang disediakan mencapai 400 juta rupiah.
Para finalis terpilih akan mendapatkan pendampingan langsung dari mentor-mentor profesional. Hal ini diharapkan dapat membuka peluang mereka untuk masuk ke industri film Indonesia dengan bekal yang lebih matang.
Sederet narasumber ternama akan terlibat dalam pelatihan dan mentorship LA Indie Movie 2026. Nama-nama besar seperti Garin Nugroho, Joko Anwar, Wregas Bhanuteja, Khozy Rizal, Fajar Nugros, Loeloe Hendra, dan Jeihan Angga akan hadir sebagai pembicara.
Sesi khusus mengenai film AI akan diisi oleh Odair Faleco. Bidang produksi akan diwakili oleh para produser seperti Ifa Isfansyah, Tia Hasibuan, dan Muhammad Zaidy. Sektor akting akan dihadiri oleh Asmara Abigail dan Claresta Taufan.
Untuk aspek teknis, sinematografi akan dibahas oleh Batara Goempar dan Ical Tanjung. Production design akan diwakili oleh Vida Sylvia dan Dita Gambiro. Sementara itu, bidang editing akan diisi oleh Aline Jusria dan Andhy Pulung. Terakhir, Vfx artist seperti Kalvin Irawan dan Upie Guava akan berbagi pengetahuan mereka.
Untuk dapat mengikuti workshop ini, peserta dapat mendaftar secara online melalui website resmi LA Indie Movie Lazone. Pendaftaran online ini memudahkan calon peserta dari berbagai daerah untuk berpartisipasi.
Selain pendaftaran online, LA Indie Movie juga menyediakan layanan pendaftaran di lokasi atau on-site. Kantor pendaftaran on-site tersebar di dua kota penyelenggara, yaitu Jakarta dan Yogyakarta.
Di Jakarta, pendaftaran dapat dilakukan di PadiPadi Creative yang beralamat di Jalan Asem Dua No.80, Cipete, Jakarta Selatan. Di Yogyakarta, pendaftaran bisa dilakukan di Nangkring Wedangan, Jalan Rotowijayan No.12, Kraton Yogyakarta.
Harga tiket untuk publik dibanderol seharga Rp 75.000. Sementara itu, pelajar dan mahasiswa dapat menikmati harga khusus Rp 50.000 dengan menunjukkan kartu mahasiswa yang masih aktif.
Baca juga: YUTFest 2026: Memahami Perubahan Kota Melalui Teater Jalanan
Calon peserta bisa membeli tiket, mendaftarkan ide cerita, dan mengirimkan portofolio mereka untuk kompetisi melalui situs LA Indie Movie mulai tanggal 1 Mei. Harga tiket sudah termasuk santapan makan siang.






