DermayuMagz.com – Keputusan kontroversial FIFA terkait sanksi pemain kembali menjadi sorotan tajam. Kali ini, nasib bek Inggris, Jarell Quansah, yang menerima kartu merah langsung di babak 16 besar Piala Dunia 2026, menjadi perbincangan hangat, terutama setelah insiden serupa yang menimpa penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun.
Quansah dipastikan absen di pertandingan perempat final Inggris melawan Norwegia setelah menerima kartu merah pada menit ke-54 dalam laga melawan Meksiko pada Minggu, 5 Juli 2026. Keputusan wasit Alireza Faghani, yang diperkuat oleh tinjauan VAR, menjatuhkan sanksi larangan bermain satu pertandingan bagi bek muda tersebut.
Namun, harapan untuk melihat Quansah kembali bermain muncul setelah FIFA pada hari yang sama membuat keputusan tak terduga dengan mencabut skorsing otomatis yang dijatuhkan kepada Folarin Balogun. Balogun, yang juga mendapat kartu merah langsung saat Amerika Serikat menghadapi Bosnia & Herzegovina, kini diizinkan untuk bermain melawan Belgia di babak 16 besar.
Langkah FIFA ini menciptakan preseden yang belum pernah terjadi sebelumnya di Piala Dunia, membuka pintu bagi FA (Football Association) Inggris untuk mempertimbangkan banding serupa demi Quansah. Situasi ini memicu perdebatan mengenai konsistensi penerapan aturan disipliner FIFA dan potensi intervensi dari pihak eksternal.
Kartu Merah Jarell Quansah dan Dampaknya bagi Inggris
Insiden yang berujung pada kartu merah Quansah terjadi akibat tekel keras yang dilakukannya terhadap pemain Meksiko, Jesus Gallardo. Meskipun awalnya luput dari perhatian wasit, intervensi VAR akhirnya membuat Quansah harus meninggalkan lapangan lebih awal.
Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, menyuarakan keheranannya atas keputusan tersebut. Ia mempertanyakan dasar dan konsistensi penerapan aturan, terutama setelah melihat bagaimana kasus Balogun ditangani. “Ini aneh bagi saya. Kami menginginkan konsistensi,” tegas Tuchel, menunjukkan ketidakpuasannya terhadap proses pengambilan keputusan yang dinilai tidak adil.
Berdasarkan aturan FIFA, kartu merah langsung secara otomatis mengakibatkan skorsing satu pertandingan. Hal ini berarti Quansah dipastikan tidak dapat memperkuat Inggris di babak perempat final, sebuah kehilangan besar bagi tim yang sedang berjuang di fase gugur turnamen akbar tersebut.
Preseden Balogun: Antara Keberuntungan dan Kontroversi
Kasus Folarin Balogun memang menjadi sorotan utama yang memicu perdebatan mengenai keadilan dan transparansi FIFA. Balogun menerima kartu merah pada menit ke-64 dalam pertandingan melawan Bosnia & Herzegovina pada 1 Juli 2026.
Secara mengejutkan, Komite Disipliner FIFA pada 5 Juli 2026 memutuskan untuk mencabut skorsing Balogun. Keputusan ini, yang didasarkan pada Pasal 27 Bab 4 Kode Disipliner FIFA mengenai penangguhan pelaksanaan tindakan disipliner untuk masa percobaan, dilaporkan terjadi setelah intervensi dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menghubungi langsung Presiden FIFA Gianni Infantino.
Langkah ini menuai berbagai reaksi. Di satu sisi, Amerika Serikat diuntungkan dengan hadirnya Balogun yang merupakan salah satu penyerang andalan mereka. Namun, di sisi lain, keputusan ini memicu kemarahan dari tim Belgia dan menimbulkan pertanyaan serius mengenai independensi FIFA dari pengaruh politik.
Beberapa sumber menyebutkan bahwa pembatalan skorsing kartu merah di Piala Dunia ini merupakan yang pertama kali terjadi dalam 64 tahun terakhir, sejak kasus Garrincha pada tahun 1962. Hal ini semakin menegaskan betapa luar biasanya keputusan yang diambil FIFA terkait kasus Balogun.
Kini, dengan adanya preseden ini, Inggris berharap dapat mengikuti jejak Amerika Serikat untuk memperjuangkan nasib Jarell Quansah. Pertanyaan besar yang menggantung adalah apakah FIFA akan menerapkan standar yang sama dan memberikan kesempatan yang sama bagi Quansah, atau apakah insiden ini akan menjadi bukti ketidakadilan dalam penerapan aturan di kancah sepak bola internasional.
Keputusan akhir mengenai banding Inggris untuk Quansah akan sangat menentukan bagaimana turnamen ini akan dikenang, tidak hanya dari segi persaingan di lapangan, tetapi juga dari sisi integritas dan independensi badan pengatur sepak bola dunia.
Amerika Serikat Cuek, Folarin Balogun Tetap Diturunkan Lawan Belgia
Balogun diturunkan pelatih Amerika Serikat Mauricio Pochettino sebagai starter saat melawan Belgia di 16 besar Piala Dunia 2026.
Oleh
Thomas
Diterbitkan 07 Juli 2026, 06:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Perbesar
Pemain Amerika Serikat Folarin Balogun melakukan selebrasi aksi setelah mencetak gol pertama timnya selama pertandingan sepak bola babak 32 besar Piala Dunia antara Amerika Serikat dan Bosnia di Santa Clara, California, dekat San Francisco, Rabu, (01/07/2026). (AP Photo/Julio Cortez)






