DermayuMagz.com – Tangis pecah di Waduk Cipancuh, Desa Situraja, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, menyusul insiden tenggelamnya seorang warga. Suasana yang tadinya tenang berubah menjadi kepanikan saat kabar duka menyebar.
Mengetahui kejadian tersebut, Babinsa Desa Situraja, Sersan Dua Ade Widarya, segera bertindak cepat. Ia tak tinggal diam melihat warganya dilanda musibah.
Sersan Dua Ade Widarya langsung turun tangan memimpin upaya pencarian korban. Insting dan pengalaman miliknya digunakan untuk mengkoordinir tim pencarian di lokasi kejadian.
Waduk Cipancuh yang dikenal memiliki kedalaman cukup menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian. Tim gabungan pun dikerahkan untuk menyisir seluruh area waduk.
Kepala Desa Situraja, H. Suminta, turut hadir memberikan dukungan moril kepada keluarga korban. Ia mendampingi keluarga yang tengah berduka di tepi waduk.
Upaya pencarian dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Tim SAR gabungan, termasuk unsur TNI, Polri, dan masyarakat, bahu membahu mencari keberadaan korban.
Suasana haru menyelimuti lokasi pencarian. Warga sekitar juga turut prihatin dan mendoakan agar korban segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Sersan Dua Ade Widarya tak kenal lelah memberikan komando dan arahan kepada tim di lapangan. Ia memastikan setiap sudut waduk diperiksa secara seksama.
Pencarian berlangsung intensif selama beberapa waktu. Berbagai metode pencarian diterapkan untuk mempercepat penemuan korban.
Keluarga korban yang menunggu di tepi waduk tak henti-hentinya meneteskan air mata. Mereka terus berharap keajaiban terjadi.
Babinsa Ade Widarya berusaha memberikan kekuatan kepada keluarga korban. Ia meyakinkan bahwa upaya maksimal akan terus dilakukan.
Koordinasi yang baik antar elemen tim pencarian menjadi kunci utama. Sersan Dua Ade Widarya memastikan setiap informasi yang didapat segera ditindaklanjuti.
Matahari perlahan mulai meninggi, namun semangat pencarian tidak surut. Seluruh tim tetap fokus pada misi penyelamatan.
Baca juga: 9 Desain Teras Rumah Desa Nyaman dengan Kursi Cor Minimalis
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar perairan, terutama waduk yang memiliki arus dan kedalaman yang tidak terduga.
Sersan Dua Ade Widarya menunjukkan dedikasi tinggi sebagai seorang Babinsa yang selalu siap membantu dan melindungi warganya dalam situasi apapun.
Setelah beberapa jam pencarian, akhirnya korban berhasil ditemukan. Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi korban dari dasar waduk.
Meskipun korban telah ditemukan, suasana duka tetap terasa. Harapan untuk menemukan korban dalam keadaan selamat pupus.
Sersan Dua Ade Widarya bersama tim segera memberikan pertolongan pertama dan membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat.
Pihak kepolisian pun langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengetahui penyebab pasti insiden tenggelam tersebut.
Kepala Desa Suminta kembali menegaskan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak saat bermain di dekat waduk.
Babinsa Ade Widarya menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Ia berjanji akan terus memberikan dukungan.
Peristiwa di Waduk Cipancuh ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh warga Desa Situraja dan sekitarnya. Keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama.
Dedikasi Sersan Dua Ade Widarya dalam penanganan musibah ini patut diapresiasi. Ia menunjukkan peran aktif seorang aparat keamanan di tengah masyarakat.
Kisah ini menyoroti pentingnya kehadiran Babinsa di tengah kehidupan masyarakat, terutama saat terjadi situasi darurat yang membutuhkan respons cepat dan tindakan tegas.
Tindakan sigap Babinsa Ade Widarya dalam memimpin pencarian korban tenggelam di Waduk Cipancuh menjadi bukti nyata pengabdiannya kepada bangsa dan negara.






