Bedah Rumah Sulawesi Tenggara Capai 8.973 Unit

Bisnis7 Dilihat

DermayuMagz.com – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau yang dikenal sebagai program bedah rumah, telah berhasil menyalurkan bantuan untuk 8.973 unit rumah di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Total anggaran yang digelontorkan untuk program ini mencapai Rp 179,46 miliar. Setiap penerima manfaat mendapatkan dana sebesar Rp 20 juta.

Dana tersebut ditujukan untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas rumah yang sebelumnya tidak layak huni, agar menjadi hunian yang sehat, aman, dan layak.

“Jumlah bantuan rumah di Sulawesi Tenggara tahun ini meningkat sangat signifikan dibandingkan tahun 2025 yang hanya mencapai 1.129 unit,” ujar Menteri PKP Maruarar Sirait dalam keterangan resminya, Sabtu (30/5/2026).

Pria yang akrab disapa Ara ini menambahkan, pelaksanaan perbaikan rumah dijadwalkan dimulai pada Juni 2026 dan ditargetkan selesai pada Agustus 2026.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Badan Pusat Statistik (BPS) atas kontribusinya dalam penyediaan data yang akurat. Data yang tepat sasaran dinilai krusial untuk memastikan bantuan pemerintah menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Kami berterima kasih kepada Kepala BPS dan seluruh jajaran karena data yang baik menjadi fondasi penting agar program bantuan perumahan tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ungkapnya.

Mengenai sebaran program BSPS di Sultra, data alokasi untuk Tahun 2026 menunjukkan 7.238 unit dialokasikan untuk wilayah pesisir.

Selanjutnya, 902 unit dialokasikan untuk wilayah perdesaan, dan 833 unit untuk wilayah perkotaan.

Secara khusus di Kota Kendari, Kementerian PKP mengalokasikan 548 unit BSPS yang tersebar di 11 kecamatan.

Alokasi terbesar tercatat di Kecamatan Puuwatu dengan 73 unit.

Disusul oleh Kendari Barat sebanyak 63 unit, Kendari 60 unit, Mandonga 58 unit, dan Poasia 57 unit.

Sementara itu, Kecamatan Nambo mendapatkan 54 unit, Abeli 53 unit, Baruga 49 unit, Kambu 37 unit.

Kecamatan Wua-Wua menerima 24 unit, dan Kadia sebanyak 20 unit.

Sebelumnya, Kementerian PKP bersama Kementerian Kebudayaan juga merencanakan program bedah rumah untuk 5.053 unit rumah milik seniman dan budayawan.

Baca juga : Pohon Buah Halaman Beton, Asri Tanpa Merusak Bangunan

Rencana ini muncul setelah pertemuan antara Menteri PKP Maruarar Sirait dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Jakarta pada Senin, 18 Mei 2026.

Menteri PKP Maruarar Sirait menjelaskan bahwa timnya akan melakukan verifikasi terhadap rumah-rumah tersebut selama dua minggu ke depan.

Hasil verifikasi tersebut rencananya akan diumumkan pada 2 Juni 2026.

“Karena program ini harus segera jalan, jalannya itu kurang lebih 5 bulan, mau nggak mau kita masih kerja keras 2 minggu ini harus verifikasi lapangan, faktual,” ujar Menteri PKP.

Dalam proses verifikasi, Kementerian PKP menetapkan sejumlah syarat yang serupa dengan program BSPS pada umumnya.

Syarat tersebut meliputi hunian yang dimiliki oleh kelompok masyarakat dari kategori sangat miskin hingga rentan (Desil 1-4).

Selain itu, penerima tidak boleh pernah menerima bantuan BSPS sebelumnya, dan rumah yang bersangkutan harus benar-benar tidak layak huni.

Pendanaan untuk program bedah rumah seniman dan budayawan ini berasal dari anggaran program BSPS tahun 2026.

Total anggaran BSPS tahun ini diperkirakan mencapai Rp 8,57 triliun, yang ditargetkan untuk 400 ribu unit rumah tidak layak huni.

“Anggarannya dari APBN, dari negara, jadi sama-sama,” imbuh Ara.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menambahkan bahwa pihaknya telah menyerahkan daftar rumah yang akan direnovasi kepada Kementerian PKP.

Bantuan ini nantinya akan disalurkan kepada para pelaku seni serta penjaga situs cagar budaya.

“Tentu dari Kementerian Kebudayaan yang kita usulkan adalah yang terkait dengan para pelaku budaya, seniman yang membutuhkan, ada juru pelihara-juru pelihara yang menjaga situs-situs cagar-cagar budaya di seluruh Indonesia yang memang membutuhkan juga dukungan ini,” ungkapnya.

“Kita sudah ajukan, dan kita berharap nanti dalam waktu dekat di awal Juni untuk menerima hasilnya dari verifikasi,” kata Fadli Zon.