Bek Argentina Dituding Berakting untuk Selamatkan Enzo Fernandez dari Kartu Merah

bola3 Dilihat

DermayuMagz.com – Final Piala Dunia 2026 menyisakan drama yang tidak hanya terjadi di atas lapangan hijau, tetapi juga memicu kontroversi terkait sportivitas para pemain Argentina. Salah satu momen yang paling disorot adalah dugaan aksi sandiwara yang dilakukan oleh bek Argentina, Nicolas Tagliafico, demi menyelamatkan rekan setimnya, Enzo Fernandez, dari hukuman kartu merah.

Insiden tersebut bermula saat Enzo Fernandez melakukan tekel keras terhadap pemain Spanyol, Pau Cubarsi, menjelang akhir waktu normal pertandingan. Akibat pelanggaran tersebut, Fernandez yang sebelumnya sudah mengantongi satu kartu kuning, terancam menerima kartu kuning kedua yang berujung pada pengusiran dari lapangan.

Namun, sebuah rekaman video yang viral di media sosial memperlihatkan perilaku mencurigakan dari Nicolas Tagliafico. Tepat setelah tekel Fernandez terjadi, bek yang kini membela Olympique Lyon tersebut tiba-tiba mengerang kesakitan dan menjatuhkan diri ke lapangan.

Tindakan Tagliafico diduga kuat merupakan taktik untuk mengalihkan perhatian wasit Slavko Vincic agar pemeriksaan VAR difokuskan pada insiden lain, bukan pada pelanggaran Fernandez. Lionel Messi bahkan sempat terlihat menghampiri wasit untuk memprotes dan meminta pengadil lapangan meninjau kembali insiden yang melibatkan Tagliafico.

Sayangnya, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Setelah melalui proses peninjauan oleh perangkat pertandingan dan Video Assistant Referee (VAR), wasit tetap teguh pada keputusannya untuk memberikan kartu kuning kedua kepada Fernandez. Argentina pun terpaksa melanjutkan sisa pertandingan dengan sepuluh pemain, yang akhirnya berujung pada kekalahan 0-1 lewat gol Ferran Torres di babak tambahan waktu.

Daftar Perilaku Kontroversial Argentina

Perilaku skuad La Albiceleste pada laga final tersebut menuai kecaman luas dari berbagai pihak. Insiden yang melibatkan Tagliafico hanyalah satu dari serangkaian perilaku yang dianggap tidak pantas selama turnamen berlangsung:

  • Aksi Agresif di Lapangan: Bek Nahuel Molina tertangkap kamera melakukan tindakan tidak terpuji dengan memukul gelandang Spanyol, Rodri.
  • Insiden Cekikan dan Pengeroyokan: Leandro Paredes terlibat dalam aksi mencekik Eric Garcia, dan bersama Thiago Almada, ia juga terlihat mengeroyok pemain muda Spanyol, Gavi.
  • Pembangkangan Tradisi: Saat seremoni penyerahan trofi, mayoritas pemain Argentina justru membelakangi tim Spanyol. Laporan dari AS menyebutkan bahwa hanya Jose Manuel Lopez satu-satunya pemain Argentina yang bersikap hormat dengan menyaksikan momen tersebut.

Rentetan aksi ini memicu perdebatan mengenai etika profesionalisme dalam sepak bola tingkat tertinggi. Banyak pengamat menilai bahwa meski tensi final Piala Dunia sangat tinggi, tindakan-tindakan tersebut mencoreng semangat sportivitas yang seharusnya dijunjung tinggi oleh para pemain kelas dunia.

Kekalahan Argentina dari Spanyol pada edisi 2026 ini kini tidak hanya diingat sebagai hasil akhir di papan skor, tetapi juga sebagai pertandingan yang penuh dengan drama di luar teknis sepak bola. FIFA hingga saat ini terus mendapat sorotan terkait ketegasan wasit dalam mengadili perilaku pemain di lapangan yang cenderung semakin emosional.