BUMN Semen Kurangi 28 Perusahaan

Bisnis4 Dilihat

DermayuMagz.com – Badan Pengaturan BUMN melakukan pemangkasan signifikan terhadap perusahaan di bawah naungan Semen Indonesia Group (SIG). Sebanyak 28 perusahaan akan dipangkas, menyisakan 12 entitas yang fokus pada bisnis inti.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya transformasi BUMN untuk menciptakan struktur bisnis yang lebih efisien dan tajam. Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa pengurangan ini akan memperkuat fokus pada lini usaha strategis.

Sebelumnya, SIG memiliki 40 perusahaan. Setelah pemangkasan, jumlahnya akan berkurang menjadi 12 perusahaan saja. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing industri semen nasional di tengah tantangan ekonomi global.

“Transformasi BUMN harus diarahkan untuk menciptakan struktur bisnis yang lebih efisien, fokus pada core business, serta mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi negara dan masyarakat,” ujar Dony.

Proses streamlining BUMN Semen ini ditargetkan rampung pada kuartal II-2026. Berbagai langkah konsolidasi dilakukan untuk memperkuat struktur bisnis perusahaan dalam ekosistem SIG.

Langkah-langkah strategis tersebut mencakup merger entitas distribusi dan material bangunan. Selain itu, dilakukan juga konsolidasi sektor logistik dan integrasi kawasan industri ke dalam ekosistem Danantara.

Divestasi dan likuidasi entitas yang dianggap non-strategis juga menjadi bagian dari proses ini. Tujuannya adalah agar struktur usaha SIG menjadi lebih ramping dan efektif.

Dengan struktur yang lebih ramping, pengambilan keputusan bisnis diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan terukur. Hal ini penting untuk menghadapi dinamika industri semen yang terus berubah.

SIG juga memastikan seluruh tahapan transformasi berjalan dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Perusahaan terus berkoordinasi dengan advisor independen dan auditor Kantor Akuntan Publik (KAP).

Proses due diligence juga dilaksanakan secara ketat. Ini untuk memastikan setiap langkah strategis yang diambil dilakukan secara akuntabel dan transparan kepada publik.

Melalui transformasi yang terukur dan berkelanjutan ini, SIG diharapkan semakin siap menghadapi tantangan industri konstruksi dan infrastruktur nasional. Perusahaan juga diharapkan dapat memperkuat kontribusinya dalam agenda pembangunan Indonesia.

Dony Oskaria sebelumnya juga mengungkapkan bahwa penataan BUMN secara keseluruhan telah dilakukan terhadap 180 perusahaan. Penataan ini mencakup merger, konsolidasi, hingga pembubaran perusahaan yang dianggap tidak lagi strategis.

Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya efisiensi dan transformasi di lingkungan BUMN. Penataan ini dilakukan bersama Danantara Asset Management (DAM).

“Hingga saat ini, sebanyak 180 perusahaan di bawah payung BUMN telah ditata melalui berbagai skema. Mulai dari konsolidasi, restrukturisasi, divestasi, hingga pembubaran,” jelas Dony.

Penataan ini merupakan bagian dari transformasi menyeluruh. Tujuannya adalah menyederhanakan struktur korporasi dan mengurangi tumpang tindih bisnis di antara perusahaan-perusahaan BUMN.

Dengan demikian, setiap entitas diharapkan memiliki peran yang jelas dan terukur. Hal ini penting untuk menciptakan nilai ekonomi dan memperkuat daya saing nasional secara keseluruhan.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menekankan bahwa percepatan transformasi BUMN harus didasarkan pada penataan fundamental yang terukur. Transformasi juga harus adaptif dan berorientasi pada kinerja yang optimal.

Streamlining BUMN harus memastikan setiap perusahaan fokus pada bisnis inti, memiliki tata kelola yang kuat, dan mampu memberikan nilai tambah yang nyata bagi negara dan masyarakat,” tegas Dony.

BP BUMN dan Danantara terus membahas percepatan penyelesaian struktur perusahaan yang belum optimal. Penguatan tata kelola, penajaman arah bisnis, dan optimalisasi aset menjadi prioritas utama.

Selain itu, struktur perusahaan yang masih tumpang tindih akan diupayakan agar dapat bergerak lebih lincah. Hal ini diperlukan agar perusahaan dapat beroperasi secara profesional dan kompetitif dalam menghadapi dinamika pasar yang cepat berubah.

Baca juga : Thunder Kalahkan Spurs dengan Dua Pemain Cedera

Dengan demikian, diharapkan BUMN dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian nasional. Transformasi ini menjadi langkah krusial untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas perusahaan-perusahaan milik negara di masa depan.