DermayuMagz.com – Memasuki awal bulan Agustus 2026, PT Pertamina (Persero) kembali merilis daftar penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berlaku efektif per Senin, 3 Agustus 2026. Kebijakan harga ini menjadi perhatian utama masyarakat, terutama bagi para pengguna kendaraan bermotor yang mengandalkan BBM nonsubsidi untuk aktivitas sehari-hari.
Perlu dipahami bahwa perubahan harga BBM nonsubsidi umumnya dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak mentah dunia serta nilai tukar mata uang. Di tengah situasi global yang dinamis, Pertamina melakukan evaluasi berkala untuk memastikan harga yang ditetapkan tetap mencerminkan kondisi pasar yang sebenarnya, sekaligus menjaga ketersediaan pasokan energi di seluruh penjuru tanah air.
Daftar Harga BBM di Berbagai Wilayah Indonesia
Harga BBM nonsubsidi bervariasi tergantung pada wilayah geografis dan biaya distribusi yang menyertainya. Berikut adalah rincian harga untuk beberapa kategori wilayah:
DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali
- Pertalite: Rp 10.000 / liter
- Pertamax: Rp 15.950 / liter
- Pertamax Green 95: Rp 16.600 / liter
- Pertamax Turbo: Rp 18.300 / liter
- Dexlite: Rp 19.700 / liter
- Pertamina Dex: Rp 21.150 / liter
- Biosolar Subsidi: Rp 6.800 / liter
Wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi (Wilayah Tertentu)
Untuk beberapa provinsi seperti Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, serta sebagian besar wilayah Kalimantan dan Sulawesi, harga yang ditetapkan adalah sebagai berikut:
- Pertalite: Rp 10.000 / liter
- Pertamax: Rp 16.300 / liter
- Pertamax Turbo: Rp 18.700 / liter
- Dexlite: Rp 20.150 / liter
- Pertamina Dex: Rp 21.650 / liter
- Biosolar Subsidi: Rp 6.800 / liter
Status BBM Bersubsidi
Bagi masyarakat, penting untuk membedakan antara BBM nonsubsidi dan BBM bersubsidi. Pemerintah melalui Pertamina tetap menjaga stabilitas harga untuk produk BBM bersubsidi, yakni Pertalite dan Biosolar. Hingga Senin, 3 Agustus 2026, harga Pertalite tetap di angka Rp 10.000 per liter, sementara Biosolar Subsidi dipatok pada harga Rp 6.800 per liter.
Stabilitas harga BBM bersubsidi ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tantangan ekonomi global. Produk-produk ini tetap menjadi pilihan utama bagi sebagian besar pengguna kendaraan roda dua dan angkutan umum di seluruh Indonesia.
Cara Memantau Harga Terkini
Dengan kondisi pasar yang terus berubah, Pertamina menyarankan masyarakat untuk selalu memantau informasi harga BBM terbaru melalui kanal resmi. Berikut adalah cara mudah untuk mendapatkan update harga:
- Aplikasi MyPertamina: Pengguna dapat mengunduh aplikasi ini untuk mengecek harga di SPBU terdekat, melakukan pembayaran nontunai, hingga memantau kuota BBM subsidi.
- Situs Resmi Pertamina: Informasi terkini mengenai perubahan harga dan kebijakan energi lainnya selalu diperbarui secara transparan melalui laman resmi perusahaan.
Catatan: Harga di atas dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan korporasi dan regulasi pemerintah yang berlaku. Masyarakat dihimbau untuk tetap bijak dalam penggunaan bahan bakar dan selalu memastikan kendaraan dalam kondisi prima untuk efisiensi konsumsi BBM.






