Pertamina Jelaskan Alasan Penyesuaian Harga Pertamax Turbo

Bisnis9 Dilihat

DermayuMagz.com – PT Pertamina (Persero) secara resmi mengumumkan penyesuaian harga untuk beberapa jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi yang berlaku mulai 1 Juli 2026. Keputusan ini mencakup penurunan harga pada Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, yang bertujuan untuk menyesuaikan dengan dinamika pasar dan kebijakan yang berlaku.

Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication Pertamina, menjelaskan bahwa penyesuaian harga ini merupakan bagian dari evaluasi berkala yang dilakukan oleh Subholding Commercial & Trading Pertamina Patra Niaga. Mekanisme dan regulasi yang berlaku, termasuk Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 245 Tahun 2022, menjadi landasan dalam pengambilan keputusan ini.

Adapun rincian harga baru yang berlaku per 1 Juli 2026 adalah sebagai berikut:

  • Pertamax Turbo: Rp 19.300 per liter
  • Dexlite: Rp 19.700 per liter
  • Pertamina Dex: Rp 21.150 per liter
  • Avtur domestik di Bandara Soekarno-Hatta: Rp 19.190 per liter (sebelum pajak)

Penurunan harga ini diharapkan dapat memberikan pilihan yang lebih kompetitif bagi konsumen BBM nonsubsidi, sekaligus menjaga daya saing produk Pertamina di pasar.

Selain penyesuaian harga BBM, Pertamina juga menyatakan dukungannya terhadap kebijakan tata kelola harga gas bumi nasional yang ditetapkan oleh Kementerian ESDM. Kebijakan ini disebut telah mempertimbangkan kepentingan seluruh pemangku kepentingan secara berkeadilan.

Sebagai Subholding Gas Pertamina, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berkomitmen untuk mendukung dan mengimplementasikan kebijakan harga gas bumi tersebut. Hal ini menunjukkan keseriusan Pertamina dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga energi di berbagai sektor.

Lebih lanjut, Baron menegaskan bahwa Pertamina terus berupaya menjaga keandalan pasokan energi, baik untuk kebutuhan masyarakat maupun dunia usaha. Upaya ini dilakukan di tengah tantangan global yang masih berlangsung, termasuk dinamika geopolitik dan isu energi.

Pertamina juga mengajak masyarakat untuk turut serta mengawasi penyaluran energi. Apabila ditemukan dugaan penyimpangan atau penyelewengan, informasi tersebut dapat disampaikan melalui saluran resmi Pertamina atau dilaporkan kepada aparat penegak hukum.

Langkah penyesuaian harga BBM nonsubsidi ini merupakan respons Pertamina terhadap berbagai faktor, termasuk fluktuasi harga minyak mentah dunia, nilai tukar mata uang, serta biaya operasional perusahaan. Dengan adanya penyesuaian ini, Pertamina berupaya untuk tetap relevan dan kompetitif di pasar energi yang dinamis.

Sebagai informasi tambahan, penentuan harga BBM nonsubsidi oleh Pertamina memang dilakukan secara berkala. Perusahaan mengacu pada harga minyak internasional, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, serta biaya distribusi dan margin keuntungan.

Dalam beberapa waktu terakhir, harga minyak mentah dunia sempat mengalami fluktuasi yang signifikan. Hal ini turut memengaruhi harga produk-produk BBM di pasar global. Pertamina, sebagai BUMN energi, memiliki mandat untuk memastikan ketersediaan pasokan BBM di seluruh Indonesia, sekaligus menjaga stabilitas harga sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Penurunan harga Pertamax Turbo dan produk sejenis lainnya ini tentu menjadi kabar baik bagi para pengguna kendaraan bermesin bensin beroktan tinggi, serta sektor industri yang menggunakan Dexlite dan Pertamina Dex. Diharapkan, kebijakan ini dapat mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.

Pertamina juga terus berinovasi dalam pengembangan produk-produk BBM yang lebih ramah lingkungan dan efisien. Komitmen ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong transisi energi dan mengurangi emisi karbon.

Melalui evaluasi berkala dan penyesuaian harga yang transparan, Pertamina berupaya untuk terus melayani masyarakat dengan kualitas produk dan layanan terbaik. Kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat, menjadi kunci dalam menjaga ketahanan energi nasional.