Defisit Anggaran UHC Indramayu: Butuh Rp214 Miliar, Pemkab Didorong Cari Solusi

Indramayu4 Dilihat

DermayuMagz.com – Upaya Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam mewujudkan program Universal Health Coverage (UHC) kini tengah menghadapi tantangan fiskal yang signifikan. Kebutuhan anggaran yang besar menjadi sorotan utama, mengingat terdapat selisih yang cukup lebar antara dana yang tersedia dengan kebutuhan riil di lapangan untuk menjamin akses kesehatan bagi seluruh masyarakat.

Berdasarkan data yang dihimpun, total kebutuhan anggaran untuk menjalankan program UHC di Kabupaten Indramayu mencapai Rp214 miliar. Namun, alokasi anggaran yang saat ini tersedia baru menyentuh angka Rp84 miliar. Kesenjangan sebesar Rp130 miliar ini memicu perhatian serius dari pihak legislatif, yakni DPRD Kabupaten Indramayu, yang mendesak pemerintah daerah untuk segera melakukan langkah konkret agar target cakupan kesehatan semesta ini tidak terhambat.

Urgensi Universal Health Coverage (UHC)

Program UHC sendiri merupakan sistem penjaminan kesehatan yang memastikan setiap penduduk memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang dibutuhkan, baik bersifat promotif, preventif, kuratif, maupun rehabilitatif. Secara nasional, program ini menjadi instrumen penting untuk menekan angka kemiskinan akibat biaya pengobatan yang tinggi. Di Indramayu, implementasi UHC menjadi agenda prioritas untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara merata.

Namun, transisi menuju UHC yang ideal memerlukan komitmen pendanaan yang konsisten. Pemerintah daerah diwajibkan untuk menanggung iuran bagi penduduk yang didaftarkan sebagai peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) yang didaftarkan oleh pemerintah daerah. Inilah yang menjadi poin krusial dalam pembahasan anggaran di tingkat daerah.

Desakan Legislatif terhadap Eksekutif

Menanggapi kondisi keuangan tersebut, DPRD Kabupaten Indramayu meminta Pemerintah Kabupaten agar melakukan evaluasi menyeluruh terhadap postur anggaran. Anggota dewan menekankan bahwa kesehatan merupakan hak dasar warga negara yang tidak boleh terabaikan oleh kendala administratif maupun keterbatasan fiskal jangka pendek.

Langkah cepat dan taktis diperlukan agar program yang bersentuhan langsung dengan nyawa dan kesejahteraan masyarakat ini tetap berjalan sesuai rencana, tanpa harus mengorbankan sektor pembangunan prioritas lainnya.

Pihak DPRD mendorong agar pemerintah daerah melakukan optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) serta melakukan rasionalisasi anggaran pada pos-pos yang dinilai kurang mendesak. Selain itu, koordinasi dengan pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi Jawa Barat diharapkan dapat menjadi solusi alternatif untuk menutupi Defisit Anggaran tersebut.

Langkah Strategis yang Diharapkan

Beberapa poin yang menjadi fokus perhatian dalam diskusi kebijakan ini antara lain:

  • Melakukan sinkronisasi data penduduk yang layak menerima bantuan iuran agar alokasi anggaran tepat sasaran.
  • Mengevaluasi kembali efisiensi pembiayaan layanan kesehatan di tingkat fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) maupun rumah sakit daerah.
  • Mencari sumber pendanaan alternatif melalui skema kerja sama atau bantuan keuangan dari pemerintah pusat yang memiliki program pendukung UHC.

Tantangan Keberlanjutan

Masalah anggaran ini bukan sekadar persoalan angka, melainkan tentang keberlanjutan layanan. Jika kesenjangan pendanaan tidak segera dicarikan solusinya, dikhawatirkan masyarakat yang berada di lapisan ekonomi menengah ke bawah akan kembali kesulitan mendapatkan akses rumah sakit secara gratis atau terjangkau. Hal ini tentu akan berbanding terbalik dengan semangat UHC yang ingin menghapus hambatan finansial dalam mengakses layanan medis.

Masyarakat kini menanti langkah nyata dari Pemkab Indramayu dalam merespons desakan dewan tersebut. Transparansi dalam pengelolaan anggaran kesehatan dan keberanian untuk mengambil keputusan strategis menjadi kunci utama agar target UHC di Indramayu dapat tercapai sepenuhnya, sekaligus memberikan rasa aman bagi warga dalam hal perlindungan kesehatan di masa depan.

Secara keseluruhan, situasi ini menegaskan bahwa komitmen politik harus dibarengi dengan kesiapan teknis dan fiskal yang matang. DPRD dan Pemkab Indramayu diharapkan dapat duduk bersama dalam pembahasan APBD Perubahan maupun perencanaan anggaran tahun berikutnya guna memastikan bahwa Rp214 miliar yang dibutuhkan dapat terpenuhi demi kesejahteraan masyarakat Indramayu secara luas.