Dugaan Anggota DPR: Situasi Ekonomi Khusus Memengaruhi Pidato Prabowo di Paripurna

News3 Dilihat

DermayuMagz.com – Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI pada Rabu, 20 Mei 2026, mengejutkan banyak pihak, termasuk anggota dewan sendiri.

Presiden Prabowo dijadwalkan memberikan pidato mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN Tahun Anggaran 2027.

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira, menyatakan keterkejutannya atas kehadiran langsung presiden.

“Cukup mengejutkan. Hari ini saya memperoleh undangan rapat paripurna DPR RI dengan pesan bahwa presiden akan hadir,” ujarnya di Jakarta pada Rabu (20/5/2026).

Baca juga : Semangat Kebangkitan Terisi: Camat Boy Ajak Warga Jaga Persatuan Bangsa

Menurut Andreas, kehadiran presiden secara langsung untuk menyampaikan pidato tentang kerangka ekonomi makro menandakan adanya situasi yang tidak biasa.

“Dugaan saya, pasti ini karena situasi khusus. Karena kalau situasi biasa-biasa saja, situasi normal, seharusnya presiden cukup menugaskan Menkeu mewakili pemerintah menjelaskan kepada rakyat, melalui forum paripurna DPR,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa pidato presiden tersebut menjadi momen penting bagi para pelaku ekonomi dan investor.

Oleh karena itu, Andreas berharap agar Presiden Prabowo dapat menyampaikan situasi ekonomi yang sebenarnya di lapangan dalam pidatonya.

“Kita harapkan presiden menyampaikan situasi real yang memberikan harapan. Karena penyampaian kerangka ekonomi makro ini penting untuk menjadi acuan para pelaku ekonomi, para investor,” pungkasnya.

Ini merupakan kali pertama Presiden Prabowo secara langsung menyampaikan kebijakan ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal untuk RAPBN 2027 dalam Rapat DPR RI.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo diperkirakan akan memaparkan sejumlah asumsi dasar ekonomi makro untuk RAPBN 2027.

Asumsi tersebut meliputi pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, suku bunga Surat Berharga Negara (SBN), nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat, harga minyak mentah Indonesia, serta target lifting minyak mentah dan gas bumi.

Selain itu, presiden juga kemungkinan akan menguraikan target-target pembangunan yang ingin dicapai pada tahun 2027.

Indikator-indikator pembangunan yang akan disajikan mencakup tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran terbuka, rasio gini, indeks pembangunan manusia, indeks kesejahteraan petani, dan proporsi penciptaan lapangan kerja formal.