Ekspektasi Juara Piala Dunia 2026 untuk Timnas Inggris Terlalu Tinggi

bola3 Dilihat

DermayuMagz.com – John Barnes, legenda Liverpool, berpendapat bahwa ekspektasi masyarakat terhadap Timnas Inggris di Piala Dunia 2026 terlalu berlebihan. Ia menekankan bahwa mengharapkan Inggris untuk menjadi juara dunia dalam turnamen bergengsi tersebut adalah sebuah target yang tidak realistis.

Sejak menjuarai Piala Dunia 1966, Tim Tiga Singa terus berjuang untuk meraih gelar mayor kedua mereka. Meskipun demikian, dalam beberapa edisi turnamen besar terakhir, penampilan mereka menunjukkan potensi yang cukup baik.

Contohnya, Timnas Inggris berhasil mencapai semifinal Piala Dunia 2018 dan melangkah hingga perempat final pada edisi 2022. Selain itu, mereka juga berhasil tampil di final Euro dua kali berturut-turut, tetapi sayangnya, trofi yang diidamkan masih belum berhasil mereka raih.

Menjelang Piala Dunia 2026, semangat dan harapan publik terhadap Tim Tiga Singa semakin meningkat. Namun, Barnes mengingatkan agar ekspektasi tersebut tetap realistis dan tidak melampaui batas yang wajar.

Ekspektasi Tidak Realistis

Mantan pemain sayap Liverpool yang telah mengumpulkan 79 caps untuk Timnas Inggris berpendapat bahwa ukuran keberhasilan sebuah tim nasional tidak hanya diukur dari jumlah trofi yang dimiliki. Barnes telah merasakan betapa ketatnya persaingan di level tertinggi sepak bola.

Dia mengalami dua kali kekalahan ketika Timnas Inggris tersingkir dari Piala Dunia, masing-masing oleh tim juara Argentina dan Jerman Barat. Dari pengalaman tersebut, John Barnes menyadari betapa sulitnya untuk meraih kemenangan dalam turnamen seprestisius seperti Piala Dunia.

“Berharap Timnas Inggris menjuarai turnamen adalah sesuatu yang tidak realistis,” ungkap Barnes. Dia menambahkan, “Kami adalah Inggris dan memang sering memiliki ekspektasi yang tidak realistis, seperti yang sudah sering terjadi sepanjang sejarah.”

Tidak Juara Bukan Berarti Gagal

Barnes menegaskan bahwa kegagalan yang sebenarnya akan terjadi jika Timnas Inggris tidak dapat bersaing sampai ke tahap akhir turnamen. “Tidak menjuarai Piala Dunia bukan berarti gagal. Yang bisa disebut gagal adalah jika Anda tidak mampu mencapai babak-babak akhir,” ucap John Barnes.

Lebih lanjut, Barnes menambahkan bahwa jika sebuah tim berada di peringkat lima atau enam besar dunia, maka seharusnya target yang realistis adalah untuk mencapai perempat final atau semifinal. Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa para pemain Timnas Inggris saat ini memiliki kemampuan yang memadai untuk berprestasi di Piala Dunia 2026. “Tim ini jelas mampu melangkah jauh dalam kompetisi,” tegas Barnes.

Sumber: Rizki Hidayat (Bola.com)

DermayuMagz.com – Barcelona mendapat angin segar dalam upaya mereka mengamankan jasa Joao Cancelo secara permanen. Setelah tampil impresif selama masa peminjamannya, bek asal Portugal itu kini semakin dekat untuk melanjutkan kariernya di Camp Nou.

Sejak bergabung dengan Blaugrana, Cancelo mampu menjadi salah satu pemain penting di lini belakang. Fleksibilitasnya bermain di berbagai posisi membuatnya menjadi aset berharga bagi skuad asuhan Hansi Flick.

Baca juga : Ganda Putra Indonesia Gugur di Babak Awal Indonesia Open 2026

Barcelona memang sudah lama berharap bisa mempertahankan sang pemain. Namun, tuntutan harga yang dipasang Al-Hilal sebelumnya sempat menjadi kendala dalam proses negosiasi.

Kini situasi mulai berubah. Klub asal Arab Saudi tersebut dikabarkan bersedia menurunkan tuntutan finansial mereka, membuka peluang lebih besar bagi Barcelona untuk menyelesaikan transfer permanen Cancelo.

Cancelo Tegaskan Ingin Tetap di Camp Nou

Keinginan untuk bertahan di Barcelona ternyata datang bukan hanya dari pihak klub. Cancelo juga secara terbuka menunjukkan tekadnya untuk melanjutkan karier bersama raksasa Catalan tersebut.

Bek berusia 32 tahun itu merasa nyaman dengan kehidupannya di Spanyol. Ia juga menjadi bagian penting dalam perjalanan Barcelona meraih gelar La Liga musim lalu.

Sumber yang dekat dengan proses negosiasi menyebutkan bahwa Cancelo tidak memiliki ketertarikan untuk kembali ke Arab Saudi. Bahkan, hubungan sang pemain dengan Al-Hilal disebut sudah sulit diperbaiki.

Cancelo pernah mengungkapkan kekecewaannya terhadap situasi yang ia alami di klub tersebut. “Di Al-Hilal, sayangnya, saya memiliki orang-orang yang tidak mengatakan yang sebenarnya kepada saya. Mereka mengatakan kepada saya bahwa saya akan didaftarkan ke daftar liga Saudi, dan kemudian, ketika waktunya tiba, mereka tidak melakukannya,” ucapnya kecewa, seperti dikutip dari Goal.

“Setelah itu, saya selalu menjadi orang yang memiliki citra buruk… tetapi setidaknya saya menepati janji saya, dan saya tidak akan menukarnya dengan apa pun. Saya selalu seperti itu. Saya jujur dan saya tidak menyimpan dendam terhadap siapa pun.”

Al-Hilal Siap Turunkan Harga Transfer

Pada awal negosiasi, Al-Hilal dikabarkan mematok harga sekitar 15 juta euro untuk melepas Cancelo. Angka tersebut dianggap cukup berat bagi Barcelona yang masih harus berhitung dengan kondisi keuangan klub.

Namun, laporan terbaru dari Mundo Deportivo, via Goal, menyebutkan bahwa sikap Al-Hilal mulai berubah. Dialog yang terus berjalan antara kedua klub membuat peluang tercapainya kesepakatan semakin terbuka.

Peran agen ternama Jorge Mendes juga disebut sangat penting dalam proses ini. Ia menjadi jembatan komunikasi yang membantu memperlancar pembicaraan antara Barcelona dan pihak Al-Hilal.

Kini klub Arab Saudi itu tidak lagi menutup pintu untuk kepergian Cancelo. Mereka bahkan disebut siap menerima tawaran yang lebih rendah demi menyelesaikan transfer sang pemain pada musim panas ini.