Eksperimen XR Upi Guava: Menciptakan Dunia Masa Depan 2090

Hiburan3 Dilihat

DermayuMagz.com – Film fiksi ilmiah terbaru berjudul “Pelangi di Mars” menjanjikan sebuah pengalaman sinematik yang imersif, berkat proses produksinya yang sarat dengan eksperimen teknologi canggih.

Sutradara Upi Guava mengungkapkan dalam sebuah konferensi pers di Jakarta pada Senin, 24 November 2025, bahwa pembuatan film yang berlatar masa depan ini melibatkan penerapan alur kerja yang sangat kompleks.

Salah satu teknologi kunci yang digunakan adalah Extended Reality (XR), sebuah teknologi yang menggabungkan dunia nyata dengan lingkungan virtual. XR memungkinkan penciptaan pengalaman yang lebih mendalam dan interaktif bagi penonton.

Selain XR, tim produksi juga memanfaatkan perangkat lunak canggih seperti Unreal Engine. Perangkat ini berperan krusial dalam membangun representasi Planet Mars dalam format tiga dimensi yang sangat detail.

Tujuan penggunaan Unreal Engine adalah untuk menciptakan latar belakang visual yang realistis, di mana interaksi antara aktor dan lingkungan virtual dapat ditampilkan secara meyakinkan.

“Prosesnya sebenernya seperti bikin game,” jelas Upi Guava, menggambarkan kesamaan alur kerja dengan pengembangan permainan video. Ia menambahkan bahwa lokasi di Mars dibuat layaknya peta dalam permainan populer seperti Fortnite, Roblox, atau GTA.

Seluruh planet Mars dibangun secara digital, lengkap dengan gedung-gedung dan berbagai ruangan. Lingkungan 3D ini kemudian diproyeksikan ke latar belakang LED yang digunakan saat syuting.

“Jadi, saat kita mau syuting, oke syuting lokasi apa? Misalnya, lokasi gedung A gitu. Tinggal kita loading file-nya ke gedung A. Pilih background. Nanti dia akan kita pilih background-nya. Jadi bisa dibilang tuh seperti syuting asli,” terang Upi, menekankan kemudahan dan fleksibilitas yang ditawarkan teknologi ini.

Teknologi Motion Capture juga menjadi bagian integral dari proses produksi. Teknik ini digunakan untuk mempercepat perekaman gerakan animasi dari berbagai robot yang tampil dalam film.

Robot-robot yang dimaksud meliputi Batik, Kimchi, Yoman, dan Petya (Rusia). Penggunaan motion capture memastikan gerakan mereka terlihat alami dan dinamis, seolah-olah hidup.

Baca juga di sini: Rekomendasi Parfum Pria Wangi dan Tahan Lama

Produser film, Dendy Reynando, mengakui bahwa tim produksi sangat mengandalkan keahlian Upi Guava. Hal ini dikarenakan pengalaman sebelumnya dalam menangani alur produksi fiksi ilmiah dengan tingkat kerumitan seperti pada “Pelangi di Mars” masih terbatas.

Teknologi yang digunakan ini tidak hanya berfungsi sebagai alat visual, tetapi juga sebagai sarana untuk mendukung penyampaian narasi film secara efektif.

Film “Pelangi di Mars” sendiri mengisahkan tentang Pelangi, seorang anak perempuan yang memiliki keistimewaan sebagai manusia pertama yang lahir dan tumbuh di Planet Mars. Cerita ini juga akan mengeksplorasi berbagai konflik yang dihadapi oleh koloni manusia di planet merah tersebut.

Penulis skenario, Alim Sudio, menetapkan latar waktu cerita ini pada tahun 2090. Pilihan tahun ini memberikan gambaran tentang masa depan yang mungkin terjadi.

“Dunia yang dibangun di film ini kan secara background itu 2090. Jadi, ini adalah dunia yang tidak kita inginkan,” ujar Upi, memberikan konteks filosofis di balik latar waktu tersebut.

Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa cerita “Pelangi di Mars” berlatar di Planet Mars pada tahun 2090. Pada masa tersebut, keputusan-keputusan keliru yang diambil oleh umat manusia telah membuat Bumi tidak lagi layak dihuni.

Akibatnya, manusia terpaksa membentuk koloni-koloni baru di Planet Mars demi kelangsungan hidup spesies mereka.

Direktur Utama PT Produksi Film Negara (Persero), Riefian Fajarsyah, yang juga dikenal sebagai Ifan Seventeen, menyatakan dukungan penuh dari perusahaannya. Dukungan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari penggarapan, pemasaran, hingga distribusi film “Pelangi di Mars”.

Para pemeran utama dalam film ini juga patut diperhitungkan. Messi Gusti akan memerankan karakter sentral Pelangi, sementara Lutesha akan berperan sebagai Pratiwi, dan Rio Dewanto akan menghidupkan karakter Banyu.