DermayuMagz.com – Film drama keluarga berjudul Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan berhasil menyentuh emosi penonton di Malang dalam acara spesial “Nonton Duluan”. Acara ini diadakan serentak di 40 kota di Indonesia pada Minggu, 10 Mei 2026.
Banyak penonton yang terlihat keluar dari bioskop Cinepolis, Malang Town Square (Matos) dengan mata berkaca-kaca. Hal ini disebabkan oleh konflik keluarga dan perjuangan menghadapi penyakit Alzheimer yang digambarkan dalam film tersebut.
Karin, seorang penonton asal Pasuruan, mengaku sangat terbawa suasana sejak awal hingga akhir film. Ia merasa sangat terhubung dengan karakter anak pertama yang menjadi tulang punggung keluarga dalam film.
“Filmnya bagus sekali. Nuansa kekeluargaannya sangat terasa. Para aktornya juga tampil kuat, membuat kami yang menonton ikut merasakan emosinya,” ungkap Karin.
Baca juga: Penyelamat Kapal Selam Indonesia Pertama, KRI Canopus-936 Siap Beraksi
Menurutnya, kekuatan utama film ini terletak pada alur ceritanya yang dimulai dari kebahagiaan keluarga, kemudian berkembang menjadi konflik, dan diakhiri dengan upaya memperbaiki hubungan antar anggota keluarga.
Karin menyoroti pesan yang paling berkesan baginya, yaitu beratnya peran anak pertama dalam menghadapi masalah keluarga. Namun, di balik itu, ia melihat pentingnya dukungan satu sama lain agar keluarga tetap utuh.
“Menjadi anak pertama memang penuh tantangan, harus menanggung beban masalah keluarga. Tapi, jika kita bisa merangkul semuanya, keluarga bisa kembali bersatu. Intinya, kita harus saling mencintai dan saling menguatkan,” tuturnya.
Momen yang paling menyentuh emosi bagi Karin adalah ketika tokoh ibu dalam film didiagnosis menderita Alzheimer. Adegan tersebut digambarkan begitu kuat hingga membuat seisi studio ikut merasakan kesedihan mendalam.
“Saat ibu didiagnosis Alzheimer, rasanya sangat sedih. Kesedihan itu tersampaikan dengan baik. Saya sendiri sempat menangis,” katanya.
Karin bahkan mengaku beberapa adegan dalam film mengingatkannya pada keluarganya sendiri. Sebagai anak pertama, ia merasa konflik yang ditampilkan di layar sangat dekat dengan kehidupan nyata.
“Ya, karena saya juga anak pertama. Jadi alur ceritanya benar-benar mengingatkan saya,” ujarnya.
Film yang disutradarai oleh Kuntz Agus dan ditulis skenarionya oleh Alim Sudio ini mengangkat tema caregiving dan memori keluarga. Cerita berpusat pada Kesha, yang diperankan oleh Yasmin Napper, seorang mahasiswi film yang harus menghadapi kenyataan pahit ketika ibunya, Yuke (diperankan oleh Lulu Tobing), mulai kehilangan ingatan akibat Alzheimer.
Antusiasme penonton terhadap film ini sangat tinggi. Agenda “Nonton Duluan” yang diadakan pada 9-10 Mei 2026 di berbagai jaringan bioskop seperti XXI, CGV, dan Cinepolis dilaporkan habis terjual di banyak kota sebelum penayangan reguler yang dijadwalkan pada 13 Mei 2026.
Melalui kisah yang hangat sekaligus menyayat hati, film ini tidak hanya menyajikan drama keluarga, tetapi juga menjadi pengingat bahwa memori dan kebersamaan bersama orang-orang terkasih adalah harta yang tak ternilai dan tak tergantikan.






