DermayuMagz.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi melakukan penyesuaian layanan melalui pemberlakuan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2026. Salah satu sorotan utama dalam kebijakan ini adalah penambahan enam stasiun pemberhentian bagi KA Sangkuriang, yang melayani relasi Bandung–Ketapang pulang-pergi (PP).

Langkah strategis ini diambil menyusul tingginya antusiasme masyarakat terhadap layanan KA Sangkuriang. Sejak pertama kali beroperasi pada Mei 2026, rangkaian kereta ini menunjukkan performa okupansi yang sangat positif, bahkan mencatatkan angka keterisian hingga di atas 200 persen pada periode libur.

Berdasarkan data operasional terbaru, KA Sangkuriang kini akan berhenti di lebih banyak titik untuk menjangkau kebutuhan penumpang di wilayah-wilayah strategis. Penambahan stasiun ini mencakup:

VP Corporate Communication PT KAI, Anne Purba, mengungkapkan bahwa penambahan titik henti ini menjadi bentuk respons perusahaan terhadap permintaan pasar yang signifikan. Tercatat, sepanjang periode Mei hingga September 2026, KA Sangkuriang telah melayani 330.186 pelanggan dengan rata-rata okupansi pada kuartal ketiga tahun 2026 mencapai 240,53 persen.

Penyesuaian rute ini juga berdampak pada durasi perjalanan yang mengalami variasi waktu. Perjalanan dari Bandung menuju Ketapang kini memakan waktu 16 jam 57 menit, atau bertambah 50 menit dari durasi sebelumnya. Sebaliknya, perjalanan arah Ketapang menuju Bandung menjadi lebih efisien dengan durasi 16 jam 44 menit, atau lebih cepat 46 menit.

Peningkatan Kapasitas Angkut Nasional

Secara makro, penerapan Gapeka 2026 per 1 Desember 2026 membawa dampak positif bagi kapasitas angkut Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) di seluruh Indonesia. PT KAI menyediakan tambahan 8.466 tempat duduk per hari, sehingga total kapasitas harian kini mencapai 176.782 kursi. Angka ini mencerminkan pertumbuhan kapasitas sebesar 5,03 persen dibandingkan dengan Gapeka 2025.

Peningkatan layanan ini terbagi secara proporsional di dua pulau utama. Di Pulau Jawa, kapasitas angkut KAJJ meningkat 3,89 persen menjadi 137.846 tempat duduk per hari. Sementara di Pulau Sumatra, lonjakan kapasitas mencapai 9,26 persen dengan total 38.936 tempat duduk per hari.

Keputusan Terkait Nama Kereta Api

Di tengah pembaruan Gapeka 2026, PT KAI sempat mempertimbangkan wacana perubahan nama pada sejumlah rangkaian kereta api. Rencana tersebut awalnya diinisiasi sebagai bagian dari upaya simplifikasi penggabungan relasi perjalanan untuk mencegah keragaman nama yang terlalu kompleks seiring dengan penambahan armada baru.

Namun, setelah mempertimbangkan berbagai masukan dari pemangku kepentingan serta aspek historis dan operasional yang melekat pada nama-nama kereta tersebut, manajemen memutuskan untuk membatalkan rencana perubahan nama. Nama-nama kereta yang telah dikenal luas oleh masyarakat dipastikan tetap dipertahankan.

PT KAI mengimbau kepada seluruh calon penumpang agar senantiasa mencermati detail rute dan jadwal keberangkatan terbaru saat melakukan pemesanan tiket. Penyesuaian ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas layanan transportasi kereta api sekaligus memberikan kenyamanan lebih bagi para pengguna jasa di seluruh lintas operasional.