Gibran Tanggapi Aspirasi Demonstran, Akui Banyak Kekurangan

News10 Dilihat

DermayuMagz.com – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyatakan komitmen pemerintah untuk terus menyempurnakan program dan kebijakan nasional melalui dialog terbuka.

Pernyataan ini disampaikan Gibran saat menerima aspirasi dari mahasiswa yang berdemonstrasi di Istana Wakil Presiden, Jakarta, pada Senin (15/6/2026).

Ia mengakui bahwa masih banyak kekurangan dalam program-program yang telah berjalan dan perlu perbaikan bersama.

“Yang sudah kita capai sekarang, apa yang sudah dibangun itu yang kita rawat bersama. Saya sadar masih banyak minus-minusnya, kekurangannya banyak, ya ini yang harus kita perbaiki bersama,” ujar Gibran dalam siaran pers yang diterima pada Selasa (16/6/2026).

Gibran juga menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap masukan-masukan yang diberikan oleh para mahasiswa.

Ia berterima kasih atas suara dan kritik yang disampaikan massa aksi kepada pemerintah.

“Makanya ini saya terima kasih sekali dapat masukan-masukan,” ucapnya.

Wakil Presiden menekankan bahwa pemerintah terbuka terhadap kritik dan saran yang disampaikan secara tertib dan konstruktif.

Ia menyambut baik keterlibatan aktif mahasiswa dalam mengawasi dan mengevaluasi kebijakan pemerintah.

“Saya senang mahasiswa kritis ikut mengevaluasi, ikut memberikan saran,” kata mantan Wali Kota Solo itu.

Gibran berjanji akan memastikan seluruh aspirasi yang telah diterima akan menjadi bahan evaluasi pemerintah.

Ia juga akan meneruskan aspirasi tersebut kepada pimpinan tertinggi, khususnya Presiden Prabowo Subianto.

Pertemuan antara Wakil Presiden Gibran dan para mahasiswa ini menjadi momen penting dalam menjaring masukan untuk perbaikan kebijakan publik.

Pemerintah berharap dialog semacam ini dapat terus berlanjut untuk memperkuat akuntabilitas dan partisipasi publik.

Gibran juga menggarisbawahi pentingnya menjaga program-program yang sudah berjalan baik sambil terus berupaya memperbaiki kelemahan yang ada.

Pendekatan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendengarkan suara rakyat dan mewujudkan pemerintahan yang responsif.

Mahasiswa yang hadir dalam pertemuan tersebut berasal dari Universitas Bung Karno dan Universitas Mohammad Husni Thamrin Jakarta.

Mereka menyampaikan berbagai aspirasi dan hasil kajian terkait isu-isu nasional yang menjadi perhatian mereka.

Isu-isu tersebut mencakup program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, pendidikan, revisi regulasi, hingga pembangunan di wilayah tertinggal.

Pertemuan ini berlangsung di Istana Wakil Presiden dan dihadiri oleh pihak pemerintah, termasuk Pelaksana Tugas Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar dan Staf Khusus Wakil Presiden Nico Harjanto.

Respons Mahasiswa

Menanggapi keterbukaan Wakil Presiden, Ketua Aksi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bung Karno, Muhammad Abdi Maludin, menyatakan apresiasinya.

Menurut Abdi, sikap Gibran menunjukkan keterbukaan dalam menerima aspirasi dan hasil kajian yang disampaikan mahasiswa.

“Mas Wapres terbuka dan menerima hasil kajian, dia akan mengaudit dan mengonsolidasikan hasilnya, dia akan memberitahukan kepada pimpinan, khususnya Presiden Prabowo Subianto,” ungkap Abdi usai pertemuan.

Ia juga memuji respons positif Wapres selama sesi audiensi berlangsung.

“Respons dari pihak-pihak, tentunya Bapak Wakil Presiden, sangat baik,” ujarnya.

Abdi menambahkan bahwa Wapres Gibran memberikan perhatian yang serius terhadap tuntutan-tuntutan yang diajukan oleh mahasiswa.

Wakil Presiden juga berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap aspirasi yang disampaikan.

“Dia akan mencatat hasil dari tuntutan-tuntutan kami,” imbuh Abdi.

Para mahasiswa berharap agar ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa, dapat terus dijaga dan diperluas.

Hal ini dipandang penting sebagai salah satu upaya penguatan demokrasi di Indonesia.

Keterbukaan ini diharapkan dapat menjadi preseden positif untuk diskusi dan kolaborasi di masa mendatang.

Mahasiswa merasa aspirasi mereka didengar dan dihargai, yang merupakan elemen penting dalam hubungan antara pemerintah dan masyarakat sipil.

Dialog yang konstruktif dinilai mampu menghasilkan solusi yang lebih baik bagi berbagai permasalahan bangsa.

Unjuk Rasa

Aksi unjuk rasa yang berujung pada pertemuan dengan Wakil Presiden ini sebelumnya telah dilaksanakan oleh para mahasiswa.

Demonstrasi tersebut digelar di kawasan Patung Kuda, Jakarta.

Peserta aksi berasal dari dua institusi pendidikan tinggi, yaitu Universitas Bung Karno dan Universitas Mohammad Husni Thamrin Jakarta.

Mereka membawa serta berbagai aspirasi dan hasil kajian mendalam terkait berbagai isu krusial yang dihadapi bangsa.

Isu-isu tersebut mencakup program prioritas pemerintah seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain itu, mahasiswa juga menyoroti pentingnya Koperasi Desa Merah Putih sebagai salah satu pilar ekonomi kerakyatan.

Sektor pendidikan, yang merupakan fondasi masa depan bangsa, juga menjadi fokus perhatian utama mereka.

Mereka juga menyampaikan pandangan terkait revisi regulasi yang dianggap perlu untuk disesuaikan dengan perkembangan zaman.

Aspek pembangunan di wilayah tertinggal juga menjadi salah satu poin penting dalam tuntutan mereka, menunjukkan kepedulian terhadap pemerataan pembangunan.

Pertemuan ini dihadiri oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, didampingi oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Wakil Presiden, Al Muktabar.

Turut hadir pula Staf Khusus Wakil Presiden, Nico Harjanto, yang turut mendengarkan aspirasi mahasiswa.