Harga Minyak Dunia Hari Ini Sedikit Menurun

Bisnis5 Dilihat

DermayuMagz.com – Harga minyak mentah dunia tercatat mengalami sedikit penurunan pada perdagangan Selasa, 20 Mei 2026. Meskipun demikian, harga komoditas energi ini masih bertahan di atas level USD 100 per barel.

Perhatian para pelaku pasar saat ini tertuju pada potensi ancaman Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengenai kemungkinan dilanjutkannya serangan militer terhadap Iran.

Berdasarkan informasi dari Antara pada Rabu, 20 Mei 2026, harga minyak mentah berjangka Brent mengalami koreksi sebesar 0,73 persen dan ditutup pada angka USD 111,28 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) dari Amerika Serikat juga ikut melemah sebesar 0,82 persen, berakhir di posisi USD 107,77 per barel.

Sebelumnya, Trump sempat menyatakan bahwa Amerika Serikat mungkin perlu melancarkan “pukulan besar lagi” kepada Iran. Ancaman baru ini muncul setelah ia mengaku sempat menunda rencana serangan yang dijadwalkan pada hari Selasa atas permintaan para pemimpin dari Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Baca juga : Waspadai Bahaya Semut pada Makanan dan Dampak Kesehatannya

Trump menegaskan bahwa Iran memiliki waktu yang sangat terbatas untuk mencapai kesepakatan baru. Ia memberikan tenggat waktu sekitar dua hingga tiga hari, yang mungkin berakhir pada akhir pekan atau awal pekan berikutnya, bagi Teheran untuk merespons.

Situasi di lapangan juga menunjukkan peningkatan ketegangan. Tiga pejabat Amerika Serikat mengungkapkan kepada The Wall Street Journal bahwa militer AS baru saja berhasil menyita sebuah kapal tanker minyak yang diduga kuat memiliki keterkaitan dengan Iran. Penyitaan ini dilakukan di Samudra Hindia pada malam sebelumnya.

Meskipun terjadi sedikit koreksi pada hari ini, pergerakan harga minyak secara umum masih menunjukkan tren penguatan atau bullish. Pada sesi perdagangan sebelumnya, baik Brent maupun WTI sempat melonjak signifikan, masing-masing sebesar 2,6 persen dan 3,1 persen. Kenaikan ini menandai hari positif keenam dalam tujuh hari perdagangan terakhir.

Secara historis, sejak eskalasi konflik Iran pada 28 Februari lalu, kedua harga kontrak minyak acuan dunia ini telah mengalami lonjakan lebih dari 50 persen.

Daan Struyven, Kepala Riset Minyak di Goldman Sachs, memberikan analisis mengenai dampak geopolitik terhadap harga minyak di akhir tahun. Ia memproyeksikan bahwa penutupan Selat Hormuz, jalur logistik minyak paling krusial di dunia, selama satu bulan dapat menyebabkan kenaikan biaya minyak sekitar USD 10 pada akhir tahun.

Sementara itu, lembaga keuangan ING Group menyatakan bahwa pasar minyak saat ini sedang bersiap menghadapi potensi gangguan pasokan jangka panjang di kawasan Timur Tengah. Ekspektasi pasar sebelumnya bahwa China akan berperan dalam memfasilitasi kemajuan perdamaian melalui pertemuan antara Trump dan Xi Jinping belum menunjukkan hasil yang konkret.

Analis dari ING menambahkan bahwa meskipun aktivitas pelayaran di Selat Hormuz menunjukkan tanda-tanda pemulihan perlahan, termasuk melintasnya beberapa tanker minyak mentah dan pengiriman minyak Irak ke Vietnam, volume arus logistiknya masih jauh di bawah tingkat normal.

“Gangguan pasokan yang terus berlanjut ini memaksa pasar untuk sangat bergantung pada cadangan inventaris (stok) yang ada serta mencari pasokan alternatif sedapat mungkin,” tulis analis ING dalam catatan mereka.

ING juga memberikan peringatan bahwa situasi di jalur laut tersebut tetap sangat rentan dan berpotensi memburuk dalam waktu singkat.