DermayuMagz.com – Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan pada hari Sabtu, 30 Mei 2026. Penurunan ini terjadi setelah sebelumnya harga perak Antam sempat menguat signifikan di hari sebelumnya.
Menurut informasi dari logammulia.com, harga perak Antam tercatat turun sebesar Rp 300 menjadi Rp 49.750 per gram. Sebagai perbandingan, pada perdagangan hari Jumat, harga perak Antam berada di angka Rp 50.050 per gram.
Pergerakan harga perak Antam pada hari ini berbeda dengan harga emas Antam yang justru mengalami kenaikan. Meskipun demikian, harga perak dunia secara umum menunjukkan tren kenaikan selama satu bulan terakhir.
Antam menyediakan perak dalam berbagai bentuk, termasuk batangan dengan ukuran 250 gram dan 500 gram, serta perak butiran murni dengan kadar 99,95%. Untuk perak batangan 250 gram, harganya dibanderol sebesar Rp 12.962.500. Sementara itu, perak batangan 500 gram dijual seharga Rp 25.000.000.
Di pasar global, harga perak juga mengalami sedikit pelemahan. Mengutip data dari tradingeconomics.com, harga perak turun sebesar 0,46% dan berada di level US$ 75,24 per ounce. Posisi ini berbeda dengan hari Jumat, di mana harga perak sempat menyentuh US$ 76 per ounce dan berpotensi mencatat kenaikan bulanan lebih dari 3%.
Penguatan harga perak di pasar global sebelumnya didorong oleh upaya investor untuk menyeimbangkan laporan mengenai kemungkinan perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Di sisi lain, kekhawatiran mengenai inflasi yang terus berlanjut dan ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka panjang juga turut memengaruhi pergerakan harga.
Negosiasi untuk mengakhiri konflik selama tiga bulan tersebut masih terus berlangsung. Terdapat laporan yang menyebutkan adanya potensi perpanjangan gencatan senjata sementara selama 60 hari, yang kini menunggu persetujuan dari Presiden AS. Namun, potensi gangguan pada rantai pasokan dan infrastruktur energi dapat menyebabkan harga minyak tetap tinggi, sehingga memaksa Federal Reserve untuk tetap berhati-hati dalam kebijakan moneternya.
Data inflasi Amerika Serikat yang dirilis bulan ini menunjukkan kenaikan tercepat dalam tiga tahun terakhir pada bulan April. Hal ini memperkuat prediksi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah hingga tahun 2027. UBS sendiri baru-baru ini merevisi turun perkiraan defisit pasokan perak menjadi antara 60 hingga 70 juta ounce, dari sebelumnya 300 juta ounce. Proyeksi permintaan investasi untuk perak juga dipangkas menjadi 300 juta ounce dari lebih dari 400 juta ounce.
Harga Emas Dunia
Sebelumnya, harga emas dunia menunjukkan tren penguatan dalam dua sesi perdagangan terakhir pada hari Jumat, 29 Mei 2026. Kenaikan harga emas ini dipicu oleh kabar bahwa Amerika Serikat dan Iran mungkin telah mencapai kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata. Namun, secara keseluruhan, harga emas masih berpotensi mengalami penurunan bulanan akibat kekhawatiran inflasi dan ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi.
Menurut laporan dari CNBC pada Sabtu, 30 Mei 2026, harga emas spot tercatat naik sebesar 0,6% dan mencapai US$ 4.519,64 per ounce. Meskipun sempat menyentuh level terendah dalam dua bulan terakhir di US$ 4.356,76 pada hari Kamis, harga emas berhasil ditutup lebih tinggi.
Untuk kontrak berjangka emas AS dengan pengiriman Agustus, harganya mengalami kenaikan sebesar 0,4% menjadi US$ 4.550.
Sementara itu, harga perak spot mengalami penurunan tipis sebesar 0,2% menjadi US$ 75,51 per ounce. Meskipun demikian, perak masih berada di jalur untuk mencatat kenaikan bulanan. Platinum menunjukkan pergerakan stabil di level US$ 1.923,55 per ounce. Palladium mengalami kenaikan sebesar 0,6% menjadi US$ 1.375,57, namun secara keseluruhan mencatat penurunan lebih dari 9% selama bulan ini.
Empat sumber yang memahami situasi ini melaporkan bahwa kesepakatan yang diusulkan antara AS dan Iran akan memperpanjang gencatan senjata mereka selama 60 hari dan mencabut pembatasan pengiriman melalui Selat Hormuz. Namun, Presiden AS Trump belum memberikan persetujuan resmi terhadap perjanjian tersebut. Media pemerintah Iran juga mengabarkan bahwa perjanjian tersebut belum finalisasi.
Sentimen Harga Emas Lainnya
Philip Streible, Chief Market Strategist di Blue Line Futures, menyatakan bahwa emas berhasil memantul dari level support teknis yang penting. Optimisme terkait perpanjangan gencatan senjata turut mendorong penurunan harga minyak dan dolar AS, yang pada gilirannya memberikan dukungan bagi harga emas batangan.
Indeks dolar AS dilaporkan berada di jalur penurunan mingguan. Hal ini membuat logam mulia yang dihargai dalam dolar menjadi lebih terjangkau bagi pembeli internasional. Selain itu, harga minyak juga diperkirakan akan mengalami penurunan mingguan.
Namun, Streible menambahkan bahwa sentimen “suku bunga lebih tinggi untuk jangka waktu lebih lama” tetap bertahan. Hal ini disebabkan oleh potensi gangguan pada rantai pasokan dan infrastruktur energi yang dapat mempertahankan harga minyak tetap tinggi, sehingga membuat Federal Reserve tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan.
Pada hari Kamis, data menunjukkan bahwa inflasi di AS meningkat dengan laju tercepat dalam tiga tahun terakhir pada bulan April. Peningkatan ini dipicu oleh kenaikan harga energi yang terkait dengan konflik Iran, yang memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah hingga tahun depan.
Suku bunga yang lebih tinggi secara umum meningkatkan biaya peluang bagi investor untuk menyimpan emas, yang merupakan aset tanpa imbal hasil. Harga emas spot sendiri telah mengalami penurunan lebih dari 2% selama bulan ini.
Baca juga : Jadwal Balap Moto3 Italia 2026 dan Siaran Langsung, Veda Ega Berusaha Raih Pole
Di pasar lain, permintaan emas di India dilaporkan masih lesu akibat harga yang tinggi dan adanya bea impor. Sementara itu, premi emas di China, sebagai salah satu konsumen utama, mengalami penyempitan di tengah sentimen yang cenderung hati-hati.






