Indonesia Shopping Festival 2026: Pesta Diskon 17 Hari Dimulai

Bisnis4 Dilihat

DermayuMagz.com – Sektor konsumsi rumah tangga kembali menjadi tumpuan utama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Memasuki pertengahan tahun 2026, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan dan para pelaku industri ritel kembali menginisiasi ajang Indonesia Shopping Festival (ISF) 2026 sebagai motor penggerak daya beli masyarakat.

Perhelatan yang telah menjadi agenda rutin tahunan pasca-pandemi ini dijadwalkan berlangsung selama 17 hari, mulai dari tanggal 7 hingga 23 Agustus 2026. Menariknya, durasi penyelenggaraan kali ini bertepatan dengan momentum libur panjang perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, yang diharapkan mampu mendongkrak antusiasme belanja masyarakat secara signifikan.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (Dirjen PDN), Iqbal Shoffan Shofwan, mengungkapkan optimisme tinggi terhadap target transaksi tahun ini. Dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis (30/7/2026), ia menyebutkan bahwa target transaksi untuk ISF 2026 dipatok menembus angka Rp 38 triliun. Angka ini menunjukkan kenaikan target yang cukup ambisius, yakni sekitar Rp 13 triliun dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp 25 triliun.

“Struktur ekonomi kita saat ini masih sangat bergantung pada konsumsi rumah tangga, dengan kontribusi mencapai 54 persen dari total pertumbuhan ekonomi nasional yang ditargetkan sebesar 5,6 persen,” jelas Iqbal.

Dukungan pemerintah tidak hanya sebatas pada pemberian izin penyelenggaraan. Iqbal menegaskan bahwa Kementerian Perdagangan berkomitmen penuh untuk memfasilitasi kebutuhan para pelaku usaha selama festival berlangsung. Salah satu misi utama yang diusung dalam ISF 2026 adalah memberikan ruang bagi pelaku usaha mikro untuk memperluas akses pasar mereka secara lebih luas kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, merinci bahwa festival diskon besar-besaran ini akan melibatkan 407 pusat perbelanjaan di seluruh wilayah Indonesia. Keberhasilan acara ini merupakan hasil kolaborasi dari tiga pilar asosiasi besar di tanah air, yakni:

  • Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) sebagai koordinator utama.
  • Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (APRINDO).
  • Himpunan Retail dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPINDO).

Alphonzus menambahkan bahwa ISF 2026 juga telah terintegrasi dengan program BINA dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Sinergi lintas sektoral juga melibatkan Kementerian Pariwisata, mengingat momentum libur hari kemerdekaan diprediksi akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke berbagai pusat perbelanjaan.

Dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kamar Dagang dan Industri (KADIN) sebagai induk asosiasi, diharapkan mampu menciptakan iklim belanja yang kondusif. Dengan perpaduan antara promo diskon yang menarik, momentum liburan, dan dukungan regulasi yang kuat, ISF 2026 diproyeksikan menjadi katalisator penting bagi perputaran ekonomi domestik di kuartal ketiga tahun 2026.