Hari Jadi ke-733 Surabaya Dirayakan dengan Meriah: Diskon Belanja Hingga 70% dan Penguatan Pariwisata Medis

Berita3 Dilihat

DermayuMagz.com – Perayaan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 tahun 2026 tidak hanya dimeriahkan dengan berbagai festival budaya dan hiburan, tetapi juga menawarkan pengalaman wisata belanja menarik melalui Surabaya Shopping Festival (SSF) dan penguatan sektor medical tourism.

Upaya ini dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk menarik minat masyarakat dan wisatawan dari berbagai daerah agar turut serta menikmati kemeriahan ulang tahun kota yang dijuluki Kota Pahlawan ini.

Selama bulan Mei 2026, Surabaya diprediksi akan menjadi destinasi yang sangat meriah. Berbagai acara besar, promo belanja menggiurkan, festival budaya, hingga kegiatan wisata lainnya siap memanjakan pengunjung.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudporapar) Kota Surabaya, Farah Andita Ramdhani, menyatakan bahwa SSF kembali menjadi salah satu agenda unggulan dalam perayaan HJKS.

Acara ini melibatkan berbagai elemen, mulai dari pusat perbelanjaan, hotel, restoran, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Berbagai promo menarik disiapkan untuk menggairahkan sektor wisata belanja di Surabaya.

Farah menambahkan bahwa pengunjung yang datang ke Surabaya selama bulan Mei tidak hanya bisa menikmati festival, tetapi juga berkesempatan berbelanja dengan berbagai penawaran diskon menarik di mal dan pusat perbelanjaan.

15 Mal Berpartisipasi dalam SSF 2026

Surabaya Shopping Festival (SSF) 2026 akan menghadirkan berbagai program belanja dengan diskon yang sangat menggiurkan, mencapai 70 persen. Penawaran ini berlaku di berbagai pusat perbelanjaan di Surabaya sepanjang bulan Mei 2026.

Sebanyak 15 mal ternama di Surabaya turut serta dalam agenda tahunan ini. Beberapa di antaranya adalah Ciputra World Surabaya, City of Tomorrow, Food Junction, Galaxy Mall, Grand City, ITC Surabaya, Pakuwon City Mall, Pakuwon Mall, Pasar Atom Mall, Pakuwon Trade Centre, Plaza Marina, Plaza Surabaya, Royal Plaza, Trans Icon Mall, dan Tunjungan Plaza.

Selain diskon besar-besaran, pusat perbelanjaan yang berpartisipasi juga akan menyajikan berbagai program menarik lainnya. Diantaranya adalah night shopping, cashback, promo buy one get one free, lucky draw, serta penyelenggaraan event komunitas dan aktivitas sport and wellness.

Program-program ini dirancang untuk semakin menarik minat wisatawan dan masyarakat untuk berkunjung selama perayaan HJKS berlangsung.

Medical Tourism: Pengembangan Pariwisata Kota yang Strategis

Selain fokus pada wisata belanja, Pemkot Surabaya juga memberikan perhatian lebih pada pengembangan sektor medical tourism atau wisata medis. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pengembangan pariwisata kota secara keseluruhan.

Melalui program ini, wisatawan diajak untuk tidak ragu dalam melakukan pemeriksaan kesehatan maupun menjalani pengobatan di berbagai rumah sakit di Surabaya yang telah memiliki layanan wisata medis yang terstandarisasi.

Farah Andita Ramdhani menjelaskan bahwa pengembangan medical tourism bertujuan untuk menunjukkan bahwa Surabaya tidak hanya unggul dalam sektor pariwisata dan kuliner, tetapi juga memiliki layanan kesehatan berkualitas yang setara dengan kota-kota besar lainnya.

Program medical tourism ini sebelumnya telah diluncurkan secara resmi bersama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) serta sejumlah rumah sakit yang telah mendapatkan sertifikasi layanan wisata medis. Pemkot Surabaya juga aktif menggandeng agen perjalanan (travel agent).

Baca juga: Duet dengan Ustadz Derry, Reynold Eks Gitaris Slank Rilis "Hijrah Tanpa Nanti

Kerja sama dengan travel agent ini diharapkan dapat membantu mempromosikan layanan wisata medis Surabaya kepada masyarakat di luar daerah, sehingga dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan medis.

Farah berharap bahwa kombinasi antara wisata belanja, festival budaya, kuliner, dan layanan kesehatan berkualitas dapat memberikan dampak positif yang signifikan. Diharapkan wisatawan akan memiliki alasan lebih kuat untuk tinggal lebih lama di Surabaya.

Hal ini tentunya akan berdampak pada peningkatan ekonomi lokal, mulai dari sektor perhotelan, restoran, pusat oleh-oleh, hingga para pelaku UMKM.

Di sisi lain, Ketua Panitia Surabaya Shopping Festival (SSF) 2026 dan juga Wakil Ketua Bidang Promosi Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jawa Timur, Hendra Lienanda, optimis SSF 2026 akan menjadi pendorong utama aktivitas ekonomi dan wisata belanja selama bulan Mei.

Keterlibatan 15 pusat perbelanjaan besar di Surabaya menunjukkan tingginya antusiasme pelaku usaha dalam menyemarakkan HJKS ke-733. Setiap mal dipastikan akan menyajikan konsep promosi dan acara yang berbeda untuk memberikan pengalaman belanja yang lebih beragam dan menarik bagi pengunjung.

Hendra juga menekankan pentingnya peran pelaku UMKM dalam kemeriahan HJKS tahun ini. Berbagai bazar kuliner dan kegiatan promosi produk lokal akan diselenggarakan untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi UMKM Surabaya untuk berkembang dan dikenal.

Selain wisata belanja, Surabaya juga semakin memantapkan posisinya dalam sektor medical tourism. Dalam rangkaian HJKS tahun ini, beberapa pusat perbelanjaan akan menggelar acara medical travel fair.

Acara ini akan menghadirkan berbagai rumah sakit, klinik, dan layanan konsultasi kesehatan, yang bertujuan untuk memperluas daya tarik wisata Surabaya.

Konsep ini diharapkan dapat menjadikan Surabaya tidak hanya sebagai kota tujuan belanja dan kuliner, tetapi juga sebagai destinasi utama untuk layanan kesehatan.

Menyambut potensi lonjakan wisatawan, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Surabaya, Firman Sudi Permana, memastikan bahwa sektor perhotelan di Surabaya telah siap. Sejumlah hotel juga mulai melakukan penyesuaian fasilitas agar lebih ramah bagi wisatawan medis.

Penyesuaian tersebut meliputi penyediaan akses kursi roda, kamar khusus, area parkir ambulans, hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya yang dibutuhkan oleh pasien dan keluarga mereka.

Firman menilai medical tourism sebagai sektor yang sangat potensial untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Surabaya, terutama dari wilayah Indonesia Timur. Ia juga menekankan pentingnya aspek keamanan dan kenyamanan tamu sebagai prioritas utama.

Oleh karena itu, PHRI terus mengimbau seluruh hotel untuk melakukan audit internal secara berkala. Audit ini mencakup standar keselamatan, sistem pencegahan kebakaran, kebersihan, kualitas pelayanan, hingga kelengkapan Standar Operasional Prosedur (SOP) operasional.