Instruksi Prabowo: Pegawai BUMN dan ASN Wajib Bersih-Bersih 1 Jam

Bisnis5 Dilihat

DermayuMagz.com – Presiden Prabowo Subianto melontarkan Instruksi tegas terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan di seluruh penjuru Tanah Air. Dalam arahannya, orang nomor satu di Indonesia ini secara khusus meminta aparatur sipil negara (ASN) serta pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk meluangkan waktu setiap hari guna membersihkan lingkungan kerja masing-masing.

Instruksi ini disampaikan dalam agenda Akad Massal 62.000 KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan senilai Rp 880 Miliar yang berlangsung di Batang, Jawa Tengah, pada Kamis (30/7/2026). Presiden menekankan bahwa citra bangsa Indonesia sangat bergantung pada kepedulian masyarakatnya terhadap kebersihan.

“Dirut-dirut BUMN, anak buahmu ribuan, perintahkan pagi-pagi satu jam tiap pagi membersihkan lingkungan,” tegas Prabowo sebagaimana disadur dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden.

Menurut Presiden, gerakan bersih-bersih ini tidak boleh hanya menjadi seremoni sesaat. Ia meminta keterlibatan aktif dari jajaran pemerintah daerah. ASN di seluruh instansi pemerintah daerah diharapkan dapat meluangkan waktu satu hingga dua jam setiap pagi untuk memastikan area sekitar mereka bebas dari sampah.

Presiden Prabowo menyoroti bahwa kebersihan adalah cerminan dari kehormatan sebuah bangsa. Ia secara gamblang menyatakan ketidaksukaannya jika Indonesia dipandang sebagai negara yang jorok. Oleh karena itu, ia menantang seluruh pihak untuk mengubah kebiasaan tersebut demi menciptakan kota-kota yang bersih, nyaman, dan sehat bagi masyarakat.

Dalam upayanya menggerakkan kesadaran kolektif, Prabowo menekankan pentingnya peran pemimpin di tingkat akar rumput. Ia berharap ketua RT, RW, pengurus koperasi, hingga tokoh agama di masjid-masjid dapat aktif saling mengingatkan warga agar tidak membuang sampah sembarangan.

Peran Aktif Pemimpin Daerah dan Aparat Keamanan

Tidak hanya menyasar pegawai kantoran, Presiden juga memberikan penekanan khusus kepada jajaran pejabat daerah dan aparat keamanan. Ia menuntut keterlibatan langsung dari Gubernur, Bupati, Walikota, Pangdam, Kapolda, Danrem, Dandim, Kapolres, hingga Kapolsek untuk turun langsung ke lapangan.

“Gubernur yang hebat, bupati yang hebat, walikota yang hebat, Pangdam yang hebat, Kapolda yang hebat, dan Danrem, Dandim, Kapolres, Kapolsek, mereka yang harus tiap hari mengecek sungai, mengecek kali. Itu baru kau pemimpin yang hebat,” ujar Prabowo.

Presiden menekankan bahwa seorang pemimpin harus menjadi teladan dengan turun langsung bersama rakyat. Ia tidak meminta para pejabat tersebut untuk berdiri di lapangan selama berjam-jam, namun cukup dengan menyisihkan waktu satu jam setiap harinya untuk memantau kondisi lingkungan secara nyata.

Sanksi bagi Lingkungan yang Terabaikan

Sebagai langkah tindak lanjut bagi wilayah yang tetap kotor meski telah diingatkan, Presiden memberikan sinyal akan adanya tindakan tegas. Ia menginstruksikan para aparat untuk tidak ragu memberikan teguran kepada pemilik rumah, toko, atau pihak mana pun yang membiarkan lingkungan mereka terlihat kumuh.

Jika teguran yang diberikan tidak diindahkan secara berulang, Presiden berencana melibatkan tim gabungan yang terdiri dari unsur Kejaksaan dan Polri. Langkah ini diambil sebagai bukti keseriusan pemerintah dalam menjaga kebersihan lingkungan di seluruh wilayah Indonesia.

“Lihat kalau ada rumah yang tidak dirawat, tegur yang punya. Lihat di depan rumahnya jorok, tegur. Toko yang enggak mau jaga kebersihan, tegur. Berkali-kali ditegur enggak mau, ya sudah, panggil tim gabungan. Tim gabungan, kejaksaan sama polri gabung. Jangan hari ini polisi, besok jaksa. Enggak, ini saya serius ya,” pungkas Prabowo.

Langkah ini diharapkan menjadi pemacu bagi masyarakat luas untuk lebih peduli terhadap lingkungan, sehingga tercipta budaya bersih yang berkelanjutan di seluruh pelosok negeri, dari instansi pemerintah hingga ke lingkungan hunian warga.