Jakarta Buka Peluang Investasi Rp 271,3 Triliun

Bisnis3 Dilihat

DermayuMagz.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah berupaya menarik minat investor dengan menawarkan berbagai proyek bernilai triliunan rupiah. Total nilai investasi yang dibidik mencapai Rp 271,3 triliun dari puluhan proyek yang tersebar di berbagai sektor usaha.

Kepala Unit Pengelola Jakarta Investment Center (JIC), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta, Ezrin Kartika, menjelaskan bahwa lanskap investasi global kini mengalami pergeseran. Investor cenderung memprioritaskan ketahanan, kepastian, dan keberlanjutan dalam memilih mitra investasi.

Menjawab tren ini, Jakarta menawarkan keunggulannya sebagai destinasi investasi yang menjanjikan. Pemerintah daerah yang dinilai tangguh, fasilitas investasi yang komprehensif dari awal hingga akhir, serta komitmen terhadap “Zero Abundant Commitment” menjadi daya tarik utama.

“Para investor ini mengubah prioritas investasinya di mana mereka lebih mengutamakan ketahanan, kepastian, dan keberlanjutan melalui mitra-mitra yang terpercaya,” ujar Ezrin dalam konferensi pers Jakarta Investment Festival 2026, yang digelar secara daring pada Selasa, 9 Juni 2026.

Ia menambahkan, “Untuk merespons hal itu Jakarta menawarkan berbagai keunggulan investasi dari pemerintah yang tangguh, fasilitas investasi yang dari awal sampai dengan akhir, lalu Zero Abundant Commitment.”

Puluhan proyek yang akan ditawarkan mencakup berbagai lini bisnis. Sebanyak 40 proyek yang berasal dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) diproyeksikan membutuhkan investasi senilai USD 6,9 miliar atau setara Rp 114 triliun.

Selain itu, investasi di kawasan tematik juga menjadi fokus, dengan estimasi kebutuhan mencapai USD 9,5 miliar atau setara Rp 157,3 triliun. Secara total, potensi investasi yang ditawarkan dalam Jakarta Investment Festival (JIF) 2026 mencapai Rp 271,3 triliun, atau setara dengan US$ 16,3 miliar.

“Jadi total investasi yang ditawarkan potensi-potensinya di JIF 2026 itu sekitar Rp 271,3 triliun atau setara US$ 16,3 miliar,” ungkap Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Muda DPMPTSP DKI Jakarta, Fransisca Hicca.

Beberapa entitas yang akan turut serta dalam penawaran proyek ini antara lain Jakarta Asset Management Center (JAMC), PT MRT Jakarta, PT MITJ, PT Pembangunan Jaya Ancol, dan Jakarta Propertindo (Jakpro).

DKI Jakarta Masih Menarik Buat Investor

Bank Indonesia (BI) sebelumnya telah menyatakan pandangannya bahwa DKI Jakarta masih menjadi destinasi investasi yang menarik. Kondisi ekonomi ibu kota yang cenderung positif menjadi pertimbangan kuat bagi para investor.

Ekonom Ahli Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta, Sakti Arif Wicaksono, memaparkan data-data makroekonomi yang mendukung potensi investasi di Jakarta. Tingkat inflasi yang terkendali dan pertumbuhan ekonomi yang positif menjadi indikator utama.

Tercatat, tingkat inflasi DKI Jakarta berada di angka 2,49 persen pada Mei 2026 secara tahunan, masih dalam kisaran yang aman dan sesuai sasaran. Sementara itu, perekonomian Jakarta menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 5,59 persen pada kuartal I-2026.

“Jadi tentunya beberapa perkembangan makroekonomi Jakarta ini bisa menjadi salah satu potensi untuk bagaimana investasi dari luar negeri maupun dari dalam negeri bisa terus berlanjut ya di tahun 2026 dan tentunya di tahun 2027,” ujar Sakti dalam kesempatan yang sama.

Stabilitas Ekonomi

Upaya Bank Indonesia bersama pemerintah dalam menjaga stabilitas harga telah membuahkan hasil dengan tercapainya tingkat inflasi yang aman. Stabilitas inflasi ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa daya beli masyarakat Jakarta tetap terjaga dengan baik.

“Artinya ini bisa menjadi salah satu peluang bahwa kita bisa menjaga daya beli masyarakat Jakarta ini tetap tumbuh tinggi ke depannya,” ucap Sakti.

Selain itu, keberlanjutan proyek-proyek multitahun di DKI Jakarta juga menjadi sinyal positif bagi geliat investasi. Proyek-proyek baru yang muncul pun dinilai akan semakin menarik minat investor.

“Upaya untuk mengurangi birokrasi, kemudian juga komitmen untuk mengurangi hambatan-hambatan dari investasi di Jakarta ini juga cukup terus berlanjut dan tentunya ini ke depannya akan menjadi salah satu poin bahwa Jakarta bisa lebih prospektif ya ke depannya bagi calon-calon investor yang untuk masuk ke Jakarta,” jelasnya.

Pemprov DKI Jakarta Bidik Investasi

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga telah menjajaki kerja sama investasi di sektor perfilman dengan Goldfinch International Ltd. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem film di Jakarta agar mampu bersaing di kancah global.

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan antara PT Jakarta Experience Board dan Goldfinch International Ltd di Jakarta Pavilion, Marché du Film. Acara tersebut turut disaksikan oleh Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, serta Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI, Ahmad Mahendra, di Cannes, Prancis, pada Kamis, 14 Mei 2026.

“Saya yakin penjajakan kerja sama ini akan membuka peluang baru untuk pengembangan industri film di Jakarta dan tentunya akan memiliki dampak ekonomi yang signifikan bagi Kota Jakarta,” ujar Rano dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Sabtu, 16 Mei 2026, seperti dilansir dari Antara.