DermayuMagz.com – Suasana sore di Jalan Trunojoyo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, menjelang waktu berbuka puasa terasa begitu hidup dan penuh warna.
Area Kampoeng Ramadhan Trunojoyo 2026 tidak hanya menjadi pusat kuliner dan perbelanjaan kebutuhan Ramadan, tetapi juga menjadi panggung kecil yang unik.
Di depan lokasi bazar, belasan penyanyi dangdut dari Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (PAMDI) Malang Raya terlihat menyapa warga dengan ramah.
Mikrofon sesekali berpindah tangan, diiringi gelak tawa dan pembagian takjil yang hangat kepada para pengendara yang melintas.
Aktivitas ini merupakan bagian dari partisipasi PAMDI Malang Raya dalam Kampoeng Ramadhan Trunojoyo 2026.
Para artis dangdut ini tidak tampil di panggung megah, melainkan memilih berdiri di pinggir jalan untuk berbagi kebahagiaan.
Ketua PAMDI Kota Malang, Rosa Amelia, menjelaskan bahwa kegiatan pembagian takjil ini akan terus berlanjut selama penyelenggaraan Kampoeng Ramadhan Trunojoyo.
“Sampai Sabtu depan, insyaallah kami terus bagi-bagi takjil di depan lokasi Kampoeng Ramadhan ini,” ujar Rosa Amelia di sela kegiatan.
Bagi Rosa dan rekan-rekannya, kegiatan ini memiliki makna ganda.
Selain sebagai wujud kepedulian sosial di bulan Ramadan, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan kembali organisasi mereka kepada masyarakat.
Selama ini, publik lebih akrab dengan nama PAMMI (Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia).
Padahal, organisasi tersebut telah bertransformasi menjadi PAMDI, meskipun kepemimpinannya masih berada di bawah naungan legenda dangdut nasional, Rhoma Irama.
Baca juga di sini: Naruto Kini Hadir di YouTube, Ada Apa di Sana?
“Masyarakat banyak yang belum tahu kalau PAMMI sekarang menjadi PAMDI. Kalau PAMMI semua orang sudah familiar. Karena itu kami hadir di sini, sekaligus mengenalkan bahwa PAMDI itu wadah para artis dangdut,” jelas Rosa.
Rosa Amelia sendiri bukanlah sosok asing di kancah hiburan Malang.
Ia pernah dikenal sebagai anggota trio vokal Wong Telu yang cukup populer di berbagai panggung lokal beberapa tahun silam.
Kini, melalui PAMDI, ia berupaya memperkuat eksistensi para penyanyi dangdut di wilayah Malang Raya.
Sejak hari pertama Kampoeng Ramadhan Trunojoyo dibuka pada 1 Maret 2026, anggota PAMDI telah rutin hadir di lokasi.
Selain membagikan takjil, beberapa artis juga sempat menghibur pengunjung dengan alunan musik dangdut ringan di sekitar area bazar.
Tidak jarang pengunjung yang sedang melakukan aktivitas ngabuburit terhenti sejenak.
Mereka menyapa, meminta foto bersama, atau sekadar menikmati keakraban yang tercipta.
Suasana yang terbentuk begitu hangat dan personal.
Musik dangdut, yang seringkali diasosiasikan dengan panggung hiburan besar, kali ini hadir lebih dekat dan menyatu dengan masyarakat.
Kehadiran PAMDI juga memberikan kontribusi signifikan dalam menambah semarak Kampoeng Ramadhan Trunojoyo 2026.
Acara yang tahun ini perdana digelar di Lapangan eks Ruko Patimura ini memang dirancang sebagai ruang interaksi sosial.
Ketua Panitia Penyelenggara, Ir Jimmy Darwis Samirin, SH, menyatakan bahwa bazar Ramadan ini bertujuan lebih dari sekadar tempat berbelanja.
“Pasar rakyat Ramadan ini baru pertama kali kami gelar di Trunojoyo. Kami ingin masyarakat Malang punya tempat baru untuk ngabuburit, menikmati kuliner, dan berbelanja kebutuhan Lebaran,” ujar Jimmy.
Area bazar dipenuhi dengan berbagai macam tenda yang menjajakan kuliner khas, jajanan tradisional, serta aneka produk kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Menjelang waktu salat Magrib, pengunjung biasanya mulai memadati area tersebut.
Aroma gurih gorengan, sate, hingga kesegaran minuman berpadu dengan riuh suara pedagang yang menawarkan dagangan mereka.
Di tengah keramaian inilah, para artis PAMDI berdiri di tepi jalan, membagikan takjil dengan senyuman tulus.
Bagi sebagian pengendara yang melintas, momen ini menjadi kejutan kecil yang menyenangkan di penghujung hari puasa.
Kampoeng Ramadhan Trunojoyo 2026 dijadwalkan akan berlangsung hingga 29 Maret 2026.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk DMR Production, PAMDI Malang Raya, Malang Post, TIMES Indonesia, EventMalang, dan JTV Malang.
Jika tren kunjungan terus meningkat, tidak menutup kemungkinan kawasan Trunojoyo akan menjadi salah satu destinasi favorit baru untuk ngabuburit di Kota Malang.
Pada sore itu, di tengah lalu lintas yang mulai melambat, musik dangdut Malang Raya membuktikan sebuah pesan sederhana.
Ramadan bukan semata-mata tentang menunggu adzan Magrib, tetapi juga tentang esensi berbagi.
Berbagi kehangatan melalui musik, senyuman, dan sebungkus takjil yang penuh makna.






