DKUKMP Banjar Dukung UMKM Lokal Lewat Legalitas dan Digitalisasi

Berita5 Views

DermayuMagz.com – Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (DKUKMP) Kota Banjar secara aktif berupaya memperkuat daya saing produk-produk UMKM lokal melalui berbagai program strategis. Komitmen ini diwujudkan dalam bentuk fasilitasi legalitas usaha dan pemberdayaan digitalisasi bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

Langkah konkret ini merupakan bagian dari upaya pemerintah kota untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Banjar. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Koperasi dan UMKM pada DKUKMP Kota Banjar, Herti Kartikawati, S.Sos., M.AP. Beliau menjelaskan bahwa timnya tengah gencar melaksanakan program Fasilitasi Legalitas Usaha dan Pemberdayaan UMKM sebagai fondasi utama.

Salah satu fokus utama DKUKMP adalah pada penguatan legalitas usaha. Pemberian sertifikat Nomor Induk Berusaha (NIB) menjadi instrumen penting dalam membangun kepercayaan konsumen. Dalam agenda tersebut, DKUKMP menyerahkan NIB kepada unit usaha “KESAH PRAYER CLOTHING”.

Herti Kartikawati menekankan bahwa penyerahan NIB ini bukan sekadar urusan administrasi semata. Ini adalah langkah strategis untuk memperkuat identitas legal sebuah usaha. Dengan adanya NIB, produk-produk perlengkapan ibadah muslim yang dihasilkan oleh Kesah Prayer Clothing diharapkan dapat memperoleh kepercayaan yang lebih tinggi dari para konsumen.

Selain aspek legalitas, DKUKMP juga memberikan perhatian besar pada transformasi digital dan inovasi berkelanjutan. Program Fasilitasi Pemberdayaan UMKM diterapkan untuk mendukung jenama lokal “HIJRA”, yang telah beroperasi sejak tahun 2018.

Melalui program ini, “HIJRA” didorong untuk melakukan adaptasi teknologi digital dan terus berinovasi. Tujuannya adalah agar pengalaman panjang yang telah dimiliki oleh “HIJRA” dapat diterjemahkan menjadi pertumbuhan bisnis yang lebih pesat di masa mendatang.

Baca juga di sini: Kampoeng Ramadhan Trunojoyo 2026: Dangdut, Takjil, dan Tawa

Herti Kartikawati berharap bahwa transformasi digital ini dapat menjadikan “HIJRA” sebagai contoh atau role model bagi pelaku usaha lainnya di Kota Banjar. Target utamanya adalah meningkatkan skala bisnis melalui pemanfaatan ekosistem digital.

Diharapkan, hasil dari transformasi ini dapat menciptakan inspirasi bagi pelaku UMKM lain yang bergerak di industri serupa. Ini sejalan dengan visi pemerintah Kota Banjar untuk menciptakan UMKM yang naik kelas.

Pemerintah Kota Banjar memiliki harapan besar agar sinergi antara legalitas yang kokoh dan penguasaan teknologi digital dapat membawa produk-produk UMKM Banjar bersaing tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga di tingkat nasional, bahkan internasional.

Legalitas usaha diibaratkan sebagai “paspor” yang memungkinkan para pelaku UMKM untuk melangkah lebih jauh dalam dunia bisnis. Sementara itu, inovasi digital dianggap sebagai “mesin penggerak” yang akan mempercepat laju perkembangan bisnis mereka.

Melalui kedua aspek ini, DKUKMP Kota Banjar berupaya keras untuk mengakselerasi pertumbuhan UMKM lokal, memastikan mereka memiliki fondasi yang kuat dan kemampuan adaptasi yang mumpuni untuk menghadapi tantangan pasar modern.