Kane Parsons Pecahkan Rekor di Usia 20 Tahun Melalui Backrooms, Teaser Filmnya Viral di Indonesia

showbiz1 Dilihat

DermayuMagz.com – Film horor “Backrooms” garapan studio A24 sukses besar di pasar Amerika Serikat. Film ini berhasil meraup pendapatan sebesar $81,5 juta di box office AS, menjadikannya film terlaris pada akhir pekan lalu. Pencapaian ini semakin istimewa mengingat sosok sutradaranya, Kane Parsons, yang baru berusia 20 tahun.

Parsons kini tercatat sebagai sutradara termuda yang berhasil menempatkan karyanya di puncak box office Hollywood. Rekor sebelumnya dipegang oleh Josh Trank pada tahun 2012 dengan film “Chronicle” di usia 27 tahun. Selain itu, Parsons juga mencatatkan diri sebagai sutradara termuda yang pernah berkarya untuk A24.

Perjalanan karier Kane Parsons terbilang unik. Ia memulai karirnya sebagai kreator konten di media sosial. Salah satu karyanya yang paling viral adalah serial “The Backrooms” dalam format found footage, yang kemudian menjadi dasar bagi film layar lebar ini. Konten viral tersebut berhasil menarik perhatian James Wan, seorang sutradara ternama yang dikenal melalui franchise horor seperti “Saw”, “Insidious”, dan “The Conjuring”.

James Wan dilaporkan langsung menjalin komunikasi dengan Kane Parsons secara daring. Pertemuan awal ini terjadi ketika Parsons masih berusia 16 tahun dan duduk di bangku SMA. Ironisnya, saat itu baik Wan maupun timnya tidak menyadari usia Parsons yang masih di bawah umur. Pertemuan tersebut dihadiri pula oleh ayah Parsons.

Meskipun terbilang muda, James Wan melihat potensi besar dalam konsep “Backrooms” yang dikembangkan Parsons. Pendekatan found footage yang digunakan dianggap unik dan berbeda, memberikan daya tarik tersendiri untuk diadaptasi menjadi film panjang. Wan merasa yakin bahwa materi tersebut memiliki kekuatan untuk menarik perhatian penonton.

Keputusan untuk menggarap film “Backrooms” membuat Kane Parsons mengambil langkah besar dalam hidupnya. Ia dikabarkan menunda rencananya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan. Keputusan ini diambil setelah ia menjalin kesepakatan dengan A24 dan mendapatkan kesempatan untuk menyutradarai film tersebut. Parsons melihat ini sebagai pembukaan jalan baru yang penuh risiko namun menjanjikan.

Film “Backrooms” sendiri mengisahkan tentang Clark, seorang manajer toko furnitur yang diperankan oleh Chiwetel Ejiofor. Clark menemukan sebuah ruangan kuning tanpa akhir yang aneh di tempat kerjanya. Ia terus mengunjungi ruangan tersebut hingga akhirnya menghilang. Dr. Mary Kline, seorang terapis yang diperankan oleh Renate Reinsve, kemudian berusaha mencarinya.

Salah satu momen menarik yang sempat viral di Indonesia adalah saat A24 mengunggah cuplikan film di Instagram. Dalam video tersebut, terdengar audio berbahasa Indonesia. Audio tersebut ternyata berasal dari The Golden Record milik NASA yang dikirim ke luar angkasa pada tahun 1977. Isinya adalah ucapan salam dari berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia yang diucapkan oleh Ilyas Harun dengan kalimat, “Selamat malam, hadirin sekalian. Selamat berpisah dan sampai bertemu lagi di lain waktu.”

Sementara itu, dalam ranah musik, Yovie Widianto terus membuktikan eksistensinya sebagai salah satu komposer tersukses di Indonesia. Karyanya telah menghiasi berbagai generasi penikmat musik, mulai dari era 1980-an hingga kini. Lagu-lagu ciptaannya telah dibawakan oleh berbagai artis ternama, termasuk Kahitna, Yovie & Nuno, serta penyanyi solo seperti Ruth Sahanaya, Glenn Fredly, Lyodra Ginting, dan Tiara Andini.

Beberapa karya hit yang telah diciptakan Yovie Widianto antara lain “Cantik”, “Kasih Putih”, “Janji di Atas Ingkar”, dan “Menjaga Hati”. Dalam sebuah kesempatan wawancara, personel Yovie & Nuno ditantang untuk memilih dua lagu favorit mereka yang diciptakan oleh Yovie Widianto.

Ady Julian, kibordis Yovie & Nuno, memilih “Janji di Atas Ingkar” dan “Malam Genic”. Ia mengungkapkan bahwa “Janji di Atas Ingkar” adalah lagu yang sulit dimainkan namun indah, membutuhkan musikalitas tinggi. Sementara itu, “Malam Genic” merupakan lagu kesukaannya karena sesuai dengan selera musiknya.

Vokalis Adhyra Yudhi memiliki pilihan yang berbeda. Ia sangat menyukai lagu “Misal” dan “Kilometer”. Baginya, “Misal” menandai lembaran baru dalam kariernya, baik secara pribadi maupun sebagai bagian dari Yovie & Nuno. Lagu “Kilometer” juga spesial karena merupakan bagian dari EP pertamanya bersama band tersebut.

Bagi Chico Andreas, vokalis Yovie & Nuno lainnya, lagu “Pada Satu Cinta” yang dinyanyikan oleh almarhum Glenn Fredly menjadi favoritnya. Ia terkesan dengan notasi musik dan teknik vokal yang “laki banget” dalam lagu tersebut. Lagu ini dianggapnya sebagai gambaran sempurna bagaimana seorang pria menyatakan cinta dengan tulus.

Chico juga memilih lagu “Misal” sebagai favoritnya. Lagu ini memiliki makna mendalam baginya karena menandai pengalaman pertamanya melakukan rekaman profesional dengan peralatan musik yang memadai untuk industri musik. Proses rekaman tersebut dilakukan langsung di bawah arahan Yovie Widianto sendiri.

Baik Chico maupun Adhyra merasa beruntung dapat bergabung dengan Yovie & Nuno dan langsung bekerja sama dengan musisi-musisi hebat. Mereka menganggap momen rekaman “Misal” sebagai titik awal yang penting dalam karier mereka di industri musik.