DermayuMagz.com – Kabar mengejutkan datang dari dunia hiburan internasional. Konser yang sangat dinanti-nantikan dari Kanye West dan Travis Scott di Italia terpaksa dibatalkan.
Keputusan ini diambil oleh otoritas setempat dengan alasan utama kekhawatiran akan potensi gangguan keamanan yang dapat ditimbulkan oleh gelaran konser akbar tersebut.
Awalnya, Kanye West dan Travis Scott dijadwalkan untuk mengguncang Rcf Arena di Reggio Emilia pada tanggal 17 dan 18 Juli 2026. Perkiraan jumlah penonton yang akan hadir mencapai lebih dari 100 ribu orang, menunjukkan besarnya antusiasme penggemar terhadap kedua musisi papan atas ini.
Namun, Prefek Kota Reggio Emilia, Salvatore Angieri, mengeluarkan keputusan pembatalan demi menjaga ketertiban umum dan keamanan. Keputusan ini diambil setelah melalui pertemuan komite provinsi pada 25 Mei 2026.
Permintaan pembatalan tersebut diajukan oleh kelompok konsumen Codacons dan komunitas Yahudi Modena serta Reggio Emilia. Mereka menyuarakan keprihatinan mendalam terkait potensi dampak negatif dari konser tersebut.
Menurut laporan Euronews pada Sabtu, 30 Mei 2026, pembatalan ini secara spesifik mencakup penampilan mereka di Festival Pulse of Gaia. Pihak berwenang menilai bahwa kedatangan puluhan ribu penonton dalam kurun waktu 24 jam berpotensi menimbulkan risiko aksi protes tandingan yang tidak diinginkan.
Penyelenggaraan festival di wilayah Emilia-Romagna memang telah menjadi topik perdebatan sengit dalam beberapa bulan terakhir. Festival yang awalnya bernama Hellwatt Festival ini kemudian berganti nama menjadi Pulse of Gaia dan diumumkan pada Februari 2026 sebagai sebuah proyek yang sangat ambisius.
Selain rencana penampilan Kanye West, masalah juga muncul terkait sosok direktur artistiknya, Victor Yari Milani. Ia baru pertama kali menangani acara sebesar ini dan belum memiliki rekam jejak yang dikenal luas di kalangan profesional industri musik.
Pada awal Mei, perusahaan pengelola Rcf Arena memutuskan untuk memecat Milani dari jabatannya. Tuduhan yang dilayangkan kepadanya mencakup manajemen yang dianggap ceroboh, komunikasi yang simpang siur terkait penjualan tiket, serta lonjakan proyeksi biaya yang signifikan.
Pembatalan konser di Italia ini menambah daftar panjang penolakan yang dihadapi Kanye West dalam tur Eropanya.
Baca juga : Bos WO Marwah Residivis yang Tipu Pengantin di Jaktim
Sebelumnya, konser Kanye West di Prancis dan Polandia juga terpaksa dibatalkan. Pembatalan ini dipicu oleh pernyataan-pernyataan kontroversial yang pernah dilontarkan oleh sang rapper di masa lalu, termasuk pujiannya terhadap Adolf Hitler.
Meskipun kemudian ia telah meminta maaf dan menyangkal dirinya sebagai seorang Nazi atau anti-Semit, dampak dari pernyataannya masih membekas dan menimbulkan kekhawatiran di berbagai negara.
Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nuñez, telah secara tegas menyatakan komitmennya untuk melarang konser Kanye West yang dijadwalkan di Marseille pada 11 Juni 2026. Di Italia, politikus Carlo Calenda bahkan mengajukan pertanyaan parlemen yang meminta menteri dalam negeri dan luar negeri untuk menolak visa Kanye West terkait pandangan anti-Semitnya.
Situasi serupa juga terjadi di Inggris. Pada 7 April 2026, pemerintah Inggris mengumumkan larangan masuk bagi rapper asal Amerika Serikat tersebut. Langkah ini secara efektif memblokir serangkaian konser yang telah direncanakan untuk pertengahan Juli di negara tersebut.
Dalam iklim yang penuh ketegangan ini, beberapa penyelenggara festival di Inggris sempat mencoba membela Kanye West, namun hal ini justru semakin memicu perdebatan publik. Menanggapi berbagai pembatasan dan kritik yang dihadapinya, Kanye West secara terbuka menyatakan posisinya dan menantang keputusan yang diambil oleh otoritas Inggris.
Meskipun demikian, terlepas dari berbagai penolakan tersebut, Kanye West tetap melanjutkan beberapa jadwal tur yang telah dikonfirmasi. Pada Jumat, 29 Mei 2026, ia dilaporkan tiba di Istanbul untuk menggelar konser di Stadion Olimpiade Ataturk. Ini menandai kembalinya sang rapper ke panggung Eropa setelah absen selama 11 tahun.
Konser di Turki ini menjadi satu-satunya penampilannya di negara tersebut. Dalam beberapa minggu mendatang, jadwal musim panasnya juga akan mencakup penampilan di Georgia, Spanyol, Belanda, dan Albania.
Perlu dicatat bahwa beberapa penampil lain yang awalnya dijadwalkan tampil bersama Kanye West dan Travis Scott di Italia, seperti Offset, Ice Spice, Ty Dolla, Wiz Khalifa, The Chainsmokers, Rita Ora, Afrojack, Swedish House Mafia, dan Tyla, masih dalam proses konfirmasi kelanjutan konser mereka.
Saat ini, Tyla menjadi satu-satunya penampil yang dipastikan akan tampil pada tanggal yang semula dijadwalkan untuk Travis Scott di Italia.






