Letusan Gunung Semeru Disertai Awan Panas Saat Idul Adha

News4 Dilihat

DermayuMagz.com – Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami erupsi pada Rabu, 27 Mei 2026, bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha. Erupsi ini disertai dengan luncuran awan panas guguran.

Menurut laporan dari Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, erupsi terjadi pada pukul 11.22 WIB. Namun, tinggi kolom abu tidak dapat teramati karena kondisi cuaca yang berkabut tebal.

Sigit menjelaskan bahwa erupsi tersebut terekam dalam seismogram dengan amplitudo maksimum 23 mm dan berlangsung selama kurang lebih 3 menit 29 detik. Awan panas guguran tersebut memiliki jarak luncur yang tidak dapat dipastikan karena tertutup kabut.

Berdasarkan catatan petugas, Gunung Semeru telah mengalami tujuh kali erupsi sejak dini hari, tepatnya dari pukul 00.14 WIB hingga 11.22 WIB pada tanggal yang sama. Tinggi letusan bervariasi antara 600 hingga 800 meter di atas puncak gunung.

Saat ini, aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada status Level III atau Siaga. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara, terutama di sepanjang Besuk Kobokan, dengan radius 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Selain itu, masyarakat juga tidak diperkenankan beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Hal ini dilakukan karena adanya potensi perluasan awan panas dan aliran lahar yang bisa mencapai jarak 17 kilometer dari puncak.

Lebih lanjut, masyarakat diminta untuk menjauhi kawah atau puncak Gunung Api Semeru dengan radius 5 kilometer. Area ini dianggap rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.

Baca juga : 11 Idola Indonesia SCTV: Penampilan Memukau Felicia dan Sheera Raih Standing Ovation Juri

Petugas juga mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru. Perhatian khusus diberikan pada aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.