DermayuMagz.com – Nissan kembali mengumumkan program penarikan kendaraan (recall) untuk sebagian besar unit mobilnya yang beredar di China. Kali ini, penarikan ini menyasar hampir 70 ribu unit kendaraan akibat potensi masalah pada pedal akselerator yang dapat mengganggu keselamatan berkendara.
Langkah recall ini mencakup model-model penting dari Nissan, yaitu Nissan N7 yang sepenuhnya bertenaga listrik dan Nissan N6 yang berjenis hybrid. Data yang dirilis oleh regulator pasar China, State Administration for Market Regulation (SAMR), menunjukkan bahwa total kendaraan yang terdampak mencapai angka 68.265 unit.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 49.465 unit merupakan Nissan N7, sementara sisanya sebanyak 18.800 unit adalah Nissan N6 hybrid. Angka ini menunjukkan skala penarikan yang cukup signifikan bagi produsen otomotif asal Jepang tersebut di pasar otomotif terbesar di dunia.
Penyebab utama dari recall ini adalah adanya potensi masalah pada desain rakitan pedal akselerator. Setelah melalui penggunaan dalam jangka waktu tertentu, komponen internal pada pedal tersebut dikhawatirkan dapat mengalami keausan.
Keausan ini dapat memicu terjadinya gesekan antarbagian pedal. Akibatnya, pedal gas berisiko tidak dapat kembali ke posisi semula dengan sempurna setelah diinjak oleh pengemudi. Hal ini menjadi perhatian serius karena dapat berdampak langsung pada pengendalian kendaraan.
Jika masalah ini tidak segera ditangani, mekanisme pedal gas yang terganggu dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan. Pengemudi mungkin mengalami kesulitan dalam mengendalikan laju kendaraan, terutama saat melepaskan injakan pedal akselerator.
Situasi ini menjadi lebih berbahaya ketika kendaraan berada dalam kondisi lalu lintas yang padat atau saat pengemudi perlu melakukan manuver mendadak. Ketidakresponsifan pedal gas dapat menyebabkan mobil tidak melaju sesuai keinginan pengemudi, menciptakan potensi bahaya.
Menanggapi potensi risiko ini, Dongfeng Nissan, sebagai mitra lokal Nissan di China, menyatakan akan mengambil langkah perbaikan. Perusahaan akan melakukan penggantian seluruh rakitan pedal akselerator pada unit-unit yang terdampak tanpa dikenakan biaya.
Baca juga : Tottenham Kejar Andrew Robertson, Liverpool dan Juventus Tertinggal
Selain itu, untuk model Nissan N6 hybrid, pabrikan juga akan melakukan penggantian pada komponen pedal rem. Perubahan pada pedal rem ini dilakukan agar desainnya dapat disesuaikan dengan bentuk pedal akselerator yang telah direvisi, memastikan keselarasan fungsional.
Program recall ini dijadwalkan akan mulai dilaksanakan pada tanggal 25 Mei 2026. Nissan dan jaringan diler resminya di China akan proaktif menghubungi para pemilik kendaraan yang terdampak.
Komunikasi tersebut akan dilakukan melalui berbagai saluran, termasuk surat resmi, panggilan telepon, maupun pesan singkat. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi lengkap dan mengatur jadwal penanganan kendaraan agar proses recall berjalan lancar dan efisien.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai adanya kecelakaan atau korban cedera yang secara langsung berkaitan dengan masalah pedal gas ini. Namun, langkah proaktif Nissan dalam melakukan recall menunjukkan komitmen perusahaan terhadap keselamatan konsumennya.
Di sisi lain, Nissan juga baru saja memperkenalkan versi penyegaran atau facelift untuk salah satu mobil listrik mungilnya, yaitu Nissan Sakura. Mobil yang cukup populer di pasar Jepang ini mendapatkan sejumlah pembaruan, terutama pada sektor eksterior, untuk meningkatkan daya saingnya di tengah persaingan yang semakin ketat.
Desain grille dan bumper depan Nissan Sakura terbaru telah diperbaharui, memberikan tampilan yang lebih modern dan selaras dengan bahasa desain terkini dari Nissan. Pilihan warna baru yang terinspirasi dari bunga sakura juga ditambahkan untuk memberikan sentuhan segar.
Meskipun interior tidak mengalami perubahan drastis, penambahan fitur seperti cup holder diharapkan dapat meningkatkan kepraktisan kabin untuk penggunaan sehari-hari. Desain interior secara keseluruhan tetap mempertahankan kesan sederhana dan fungsional.
Dari sisi performa, Nissan Sakura facelift tetap menggunakan sistem penggerak listrik yang sama. Mobil ini dibekali satu motor listrik yang menghasilkan tenaga 63 hp dan torsi 195 Nm. Baterai lithium-ion berkapasitas 20 kWh juga masih dipertahankan, dengan perkiraan jarak tempuh hingga 180 km berdasarkan siklus WLTC.






