DermayuMagz.com – Acha Septriasa mengungkapkan rasa terkejutnya saat pertama kali mengetahui Baim Wong akan menjadi lawan mainnya dalam film “Suamiku Lukaku”. Ia bahkan sempat mempertanyakan keputusan sutradara Viva Westi tersebut.
Film yang disutradarai oleh Sharad Sharan dan Viva Westi ini mengangkat tema kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Dalam film tersebut, Acha Septriasa memerankan karakter Amina, sementara Baim Wong berperan sebagai Irfan, suaminya yang melakukan KDRT.
Acha Septriasa mengaku jarang sekali beradu akting dengan Baim Wong. Bahkan, mereka belum pernah terlibat dalam satu proyek sinetron yang sama sebelumnya. Kejutan Acha semakin bertambah karena pada saat itu Baim Wong baru saja dikabarkan mengalami masalah pribadi.
“Ya, jarang banget. Satu sinetron bareng pun enggak pernah. Waktu itu saya kaget juga sih, karena ada berita dia belum lama (maaf) berpisah,” ujar Acha Septriasa dalam sebuah wawancara eksklusif di Gedung KLY, Jakarta Pusat.
Acha Septriasa kemudian menyampaikan keraguannya kepada sutradara Viva Westi. Ia bertanya mengapa Baim Wong yang dipilih untuk memerankan karakter Irfan. Namun, Viva Westi memberikan jawaban yang meyakinkan.
“Jadi, gue kayak aduh kasihan. Saya sampai tanya ke Mbak Westi, kenapa mesti dia sih Mbak? Tapi Mbak Westi bilang: Justru harus dia Cha,” tambahnya.
Meskipun awalnya ragu, Acha Septriasa terkesan dengan penampilan Baim Wong dalam film tersebut. Ia menilai akting Baim Wong sebagai pelaku KDRT sangat meyakinkan dan berhasil mendobrak stigma yang mungkin melekat padanya.
“Baim aktingnya kuat, walaupun di tengah masalah seperti ini, dia malah ingin mendobrak stigma seperti itu di diri dia. Dia bilangnya: Aduh, sebal banget sama skripnya tapi aku harus bisa untuk mendobrak ini semua. Justru aku mau membalas ini semua dengan karya,” tutur Acha Septriasa.
Acha Septriasa meyakini bahwa setiap naskah film akan menemukan pemerannya sendiri. Pertemuan antara dirinya dan Baim Wong dalam proyek “Suamiku Lukaku” dianggap sebagai takdir yang indah.
“Yang tadinya saya bertanya-tanya kenapa mesti dia, kan dia lagi in the middle of something, lagi ada masalah. Tapi ternyata, memang benar film itu memilih pemerannya sendiri. Enggak bisa kita utak-atik, itu adalah takdir dari atas,” jelasnya.
Baca juga : Pertandingan Crystal Palace vs Rayo Vallecano Telah Dimulai, Tonton Live Streaming Konferensi…
Baim Wong dinilai berhasil menghidupkan karakter Irfan dengan sangat baik. Acha Septriasa memuji kemampuan akting Baim Wong yang mampu melepaskan citra dirinya sebagai Baim Wong di luar layar.
“Dan Baim Wong benar-benar mempersembahkan karakter ini. Aduh, dia bagus banget aktingnya! Bukan hanya saat melampiaskan emosinya tapi, dia benar-benar melepaskan semua atribut sebagai Baim Wong di film ini,” puji Acha Septriasa.
Selama proses reading dan syuting, Acha Septriasa dan Baim Wong banyak berdiskusi dan bertukar ide. Baim Wong, yang juga memiliki pengalaman sebagai sutradara, memberikan banyak masukan yang berharga.
Kolaborasi ini diakui oleh Acha Septriasa telah mengembangkan kapasitas akting mereka berdua. Ia melihat Baim Wong sebagai sahabat yang baik dan berani memberikan kritik yang jujur.
“Dia bilang dengan tujuan mengembangkan diri. Saya pun begitu. Belakangan, kita sebagai pemain kalau sudah menyelesaikan lebih dari 50 film, dipuja-puji banyak orang. Kita perlu mendengarkan hal-hal nyelekit. Itu penting dan bagus,” tutupnya.
Sementara itu, dalam berita terpisah, Ria Ricis merayakan Idul Adha di Masjid Nurul Huda, Kebagusan, Jakarta Selatan, pada Rabu (27/5/2026). Kehadirannya di lokasi penyembelihan hewan kurban menarik perhatian warga.
Ria Ricis terlihat mengenakan kerudung merah marun dan disambut antusias oleh masyarakat yang hadir. Ia datang untuk menyaksikan secara langsung proses penyembelihan sapi kurbannya.
Saat proses pemotongan hewan kurban dimulai, Ria Ricis tak kuasa menahan air mata. Ia menangis haru sambil menggendong putrinya, Moana, dengan tujuan memberikan edukasi tentang makna Idul Adha, yaitu semangat ikhlas berkorban.
Meskipun cuaca terik, Ria Ricis tetap berada di lokasi hingga seluruh proses pemotongan sapi miliknya selesai. Sebelum pisau menyembelih, ia terlihat memanjatkan doa dengan wajah sedih, di tengah keramaian warga yang memanggil namanya.






