Mattel Gandeng Autistic Self Advocacy Network Luncurkan Boneka Barbie Autisme

Hiburan5 Dilihat

DermayuMagz.com – Perusahaan mainan ternama, Mattel, baru saja memperkenalkan sebuah inovasi terbaru dalam lini produk Barbie mereka yang semakin inklusif. Kali ini, Mattel bekerja sama dengan Autistic Self Advocacy Network (ASAN) untuk merilis boneka Barbie yang dirancang khusus untuk merepresentasikan individu dengan autisme.

Koleksi terbaru ini merupakan bagian dari lini Barbie Fashionista yang dikenal luas karena komitmennya terhadap keberagaman dan inklusi. Langkah ini disambut baik oleh banyak pihak sebagai upaya untuk memastikan bahwa setiap anak, termasuk mereka yang berada dalam spektrum autisme, dapat menemukan representasi diri mereka dalam mainan yang mereka cintai.

Dalam proses desainnya, Mattel memberikan kepercayaan penuh kepada ASAN untuk menggarap detail boneka Barbie autisme ini. Hal ini memastikan bahwa representasi yang dihadirkan benar-benar mencerminkan karakteristik dan pengalaman yang dimiliki oleh sebagian orang autisme, tanpa mengabaikan fakta bahwa autisme adalah sebuah spektrum yang luas.

Jamie Cygielman, Global Head of Dolls Mattel, mengungkapkan harapannya mengenai boneka ini. Ia menyatakan bahwa boneka ini diproduksi dengan tujuan utama untuk memberikan gambaran nyata tentang apa itu inklusi. Cygielman menekankan bahwa setiap anak autisme berhak untuk melihat diri mereka tercermin dalam boneka Barbie.

Boneka Barbie autisme ini didesain dengan penampilan yang cenderung sederhana namun memiliki fitur-fitur yang unik dan khas. Boneka ini memiliki warna kulit tan, rambut panjang, dan mengenakan pakaian berupa rok yang longgar. Pemilihan pakaian longgar ini, menurut ASAN, memang disesuaikan dengan preferensi banyak orang autis yang merasa nyaman menggunakan pakaian jenis ini.

Baca juga di sini: Ki Ageng Ganjur Tampil Memukau di Universitas Samarkand

Kenyamanan dalam pakaian longgar ini bertujuan untuk meminimalisir kontak langsung kain dengan kulit, yang dapat mengurangi stimulasi sensoris berlebihan yang sering dialami oleh individu autisme. Hal ini menunjukkan perhatian mendalam terhadap kebutuhan sensorik yang spesifik.

Selain itu, fitur desain pada bagian tangan boneka Barbie autisme ini dibuat agar dapat digerakkan dengan leluasa. Pandangan mata boneka ini juga dirancang sedikit melirik ke samping, sebuah detail yang mungkin lebih akrab bagi sebagian individu autisme.

Untuk melengkapi koleksinya, Barbie autisme ini juga dilengkapi dengan berbagai aksesori yang relevan dengan keseharian orang autisme. Aksesori tersebut meliputi fidget spinner, headphone, dan tablet khusus yang dapat digunakan untuk komunikasi. Keberadaan aksesori ini semakin memperkaya narasi tentang inklusi dan pemahaman terhadap kebutuhan individu autisme.

Tentang Sejarah Barbie

Boneka Barbie sendiri memiliki sejarah yang panjang dan kaya dalam dunia mainan. Boneka ikonik ini pertama kali diperkenalkan kepada publik pada American International Toy Fair pada tanggal 9 Maret 1959. Penciptanya adalah Ruth Handler, seorang pengusaha wanita dari perusahaan mainan Amerika, Mattel.

Nama Barbie diambil dari nama putri Ruth Handler sendiri, yaitu Barbara. Inspirasi awal untuk boneka ini datang dari boneka dewasa Jerman bernama Bild Lilli. Sejak debutnya yang ikonik dengan balutan baju renang bergaris hitam-putih ala zebra, Barbie dengan cepat menjadi boneka fesyen paling populer di seluruh dunia.

Seiring berjalannya waktu, Barbie tidak hanya menjadi mainan, tetapi juga berkembang menjadi simbol aspirasi perempuan dan ikon budaya pop yang mendunia. Evolusinya mencerminkan perubahan zaman dan tuntutan masyarakat.

Mattel terus berinovasi dengan Barbie, menghadirkan berbagai variasi warna kulit yang semakin beragam, mulai dari cokelat terang hingga cokelat gelap, serta warna kulit tan yang digunakan pada Barbie autisme kali ini. Keragaman warna kulit ini menjadi salah satu bentuk komitmen Mattel terhadap representasi yang lebih luas.

Barbie juga dikenal dengan koleksi-koleksi uniknya, baik yang terinspirasi dari berbagai profesi maupun pakaian tradisional dari berbagai negara. Selain itu, Mattel juga pernah merilis koleksi boneka Barbie dengan disabilitas, yang semakin memperluas cakupan inklusivitasnya.

Salah satu pencapaian penting Barbie adalah perilisan koleksi ‘Inspiring Women’. Dalam koleksi ini, Mattel merilis boneka yang menyerupai tokoh-tokoh perempuan hebat sepanjang sejarah, seperti seniman Frida Kahlo, astronot Sally Ride, penerbang wanita pertama Amelia Earhart, dan pesenam Olimpiade Gabby Douglas. Koleksi ini bertujuan untuk menginspirasi generasi muda melalui kisah-kisah perempuan inspiratif.

Mainan boneka Barbie ini telah banyak mendapatkan pujian karena dianggap mampu meningkatkan kepercayaan diri anak-anak dan menginspirasi perempuan di seluruh dunia untuk meraih impian mereka. Dampaknya meluas melampaui sekadar mainan, menjadi alat edukasi dan motivasi.

Perjalanan Barbie tidak berhenti pada boneka fisik saja. Barbie juga telah berkembang menjadi berbagai bentuk hiburan, mulai dari serial kartun dua dimensi yang digemari anak-anak, hingga film layar lebar yang sukses secara komersial dan mendapatkan apresiasi kritis.