Meneguhkan Keberadaan Cagar Budaya Bandung: Peran Assyifa Shandi

Hiburan5 Dilihat

DermayuMagz.com – Assyifa Shandi Gunawan, yang akrab disapa Cipa, terpilih sebagai Mojang Pinilih Kota Bandung 2025. Latar belakangnya sebagai sarjana Desain Interior dari Binus membawanya pada sebuah advokasi penting: pelestarian bangunan cagar budaya di Kota Bandung.

Peran Cipa sebagai Mojang Pinilih tidak hanya sebatas gelar, namun juga amanah untuk membawa perubahan positif. Ia memilih fokus pada isu yang sering terabaikan, yaitu keberadaan bangunan-bangunan bersejarah yang kini terancam punah.

Melalui program advokasi yang diusungnya, Cipa berupaya untuk membangkitkan kembali kesadaran masyarakat akan nilai penting dari cagar budaya. Ia meyakini bahwa bangunan bersejarah bukan hanya sekadar tua, tetapi menyimpan jejak sejarah dan identitas kota yang patut dijaga.

Desain interior yang dipelajarinya memberikan perspektif unik dalam melihat potensi bangunan cagar budaya. Ia melihat bagaimana sentuhan desain yang tepat dapat menghidupkan kembali bangunan tersebut tanpa menghilangkan orisinalitasnya.

Baca juga: David Beckham Diberi Gelar Kesatria oleh Raja Charles

Advokasi ini diharapkan dapat mendorong berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga pelaku bisnis, untuk lebih peduli terhadap pelestarian cagar budaya. Cipa ingin agar bangunan-bangunan ini tidak hanya menjadi objek sejarah, tetapi juga berfungsi kembali dalam kehidupan modern.

Salah satu fokus utama Cipa adalah bagaimana mengintegrasikan fungsi baru pada bangunan cagar budaya. Hal ini dilakukan agar bangunan tersebut tetap relevan dan memiliki nilai ekonomi, sehingga kelangsungan hidupnya dapat terjamin.

Ia berdiskusi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mencari solusi kreatif. Pendekatan yang diambil adalah kolaborasi, di mana setiap pihak dapat berkontribusi sesuai dengan kapasitasnya.

Melalui media sosial dan berbagai kegiatan publik, Cipa aktif menyosialisasikan pentingnya menjaga warisan budaya ini. Ia berharap dapat menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab di kalangan generasi muda.

Program advokasi Cipa juga mencakup edukasi mengenai peraturan yang berkaitan dengan cagar budaya. Banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya menjaga bangunan tersebut sesuai dengan kaidah yang berlaku.

Dengan terpilihnya Cipa, diharapkan Kota Bandung dapat lebih memperhatikan aset-aset budayanya. Eksistensi cagar budaya yang semakin terancam menjadi perhatian serius yang perlu ditangani secara komprehensif.

Keterlibatan anak muda seperti Cipa dalam isu pelestarian budaya adalah angin segar. Semangat dan ide-ide inovatifnya dapat menjadi katalisator perubahan yang dibutuhkan.

Ia percaya bahwa cagar budaya adalah jendela masa lalu yang membuka pemahaman tentang masa kini dan masa depan. Melalui advokasinya, Cipa berusaha untuk memastikan bahwa jendela tersebut tetap terbuka lebar untuk generasi mendatang.

Peran Mojang Pinilih Kota Bandung 2025 ini menjadi inspirasi bagi banyak orang. Cipa menunjukkan bahwa kepedulian terhadap warisan budaya dapat diwujudkan melalui tindakan nyata dan advokasi yang berkelanjutan.

Harapannya, program yang diusung Cipa dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi kelestarian cagar budaya di Kota Bandung. Ini adalah langkah awal yang penting untuk menjaga identitas dan sejarah kota.