Mengubah Limbah Sawit Menjadi Listrik oleh PLN

Bisnis4 Dilihat

DermayuMagz.com – PT PLN (Persero) melalui anak usahanya, PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), tengah mengembangkan solusi energi terbarukan inovatif dengan memanfaatkan limbah kelapa sawit. Inisiatif ini berfokus pada produksi bio-compressed natural gas (bio-CNG) yang diharapkan dapat menjadi sumber energi listrik rendah karbon, sejalan dengan upaya percepatan transisi energi nasional.

Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, menjelaskan bahwa pengembangan bio-CNG ini merupakan strategi untuk mengoptimalkan pemanfaatan limbah domestik. Tujuannya adalah untuk mengubahnya menjadi sumber energi yang ramah lingkungan, sekaligus memperkuat ketahanan energi negara dan mengurangi emisi gas rumah kaca.

PLN EPI terus mendorong pemanfaatan limbah sawit menjadi sumber energi yang bernilai tambah. Hal ini disampaikan Hokkop Situngkir dalam sebuah forum yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM.

Forum tersebut bertujuan untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku industri, lembaga keuangan, hingga pemilik bahan baku. Tujuannya adalah untuk memperkuat ekosistem biometana di Indonesia.

Melalui kerja sama dengan perusahaan perkebunan dan pabrik kelapa sawit, PLN EPI berencana mengolah palm oil mill effluent (POME) atau limbah cair sawit. Limbah ini akan diubah menjadi biometana, yang kemudian dimurnikan menjadi bio-CNG. Bio-CNG ini nantinya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi pembangkit listrik.

Sumatera Utara diidentifikasi memiliki potensi besar untuk pengembangan bio-CNG. Provinsi ini merupakan salah satu pusat industri kelapa sawit di Indonesia.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa terdapat 327 perusahaan perkebunan sawit yang beroperasi di Sumatera Utara. Dari jumlah tersebut, 237 pabrik kelapa sawit berpotensi menjadi sumber bahan baku untuk produksi biometana.

Pengembangan Teknologi Pengolahan Limbah Cair Sawit

PLN EPI telah menjalin kemitraan strategis dengan PT KIS Biofuels Indonesia. Perusahaan ini diakui telah berhasil mengembangkan teknologi canggih untuk mengolah limbah cair sawit menjadi bio-CNG.

Produk bio-CNG yang dihasilkan dari kerja sama ini direncanakan untuk memenuhi kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Belawan. PLTGU Belawan memiliki kapasitas terpasang sebesar 1.184 MW dan memegang peranan penting dalam sistem kelistrikan Sumatera bagian utara, menyumbang sekitar 30 persen dari total kebutuhan.

Hokkop Situngkir melihat peluang yang sangat besar untuk memperluas pemanfaatan bio-CNG. Oleh karena itu, PLN EPI terus berupaya membuka peluang kolaborasi dengan lebih banyak pabrik kelapa sawit.

Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa potensi limbah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat dialihkan menjadi sumber energi bersih yang memiliki nilai ekonomi.

Pengembangan biometana, menurut Hokkop, tidak hanya berkontribusi pada pengurangan penggunaan energi fosil. Inisiatif ini juga membuka peluang ekonomi baru yang signifikan bagi para pelaku industri sawit.

Dengan memanfaatkan limbah yang sebelumnya kurang bernilai, industri sawit dapat menciptakan sumber pendapatan tambahan sekaligus berkontribusi pada pelestarian lingkungan.

Tekan Ketergantungan Energi Fosil

Selain mengurangi ketergantungan pada energi fosil, pemanfaatan biometana juga memberikan dampak lingkungan yang sangat positif. Dengan menangkap gas metana yang berpotensi menjadi gas rumah kaca, dan kemudian memanfaatkannya sebagai sumber energi, emisi gas rumah kaca dapat ditekan secara signifikan.

Hal ini menjadikan biometana sebagai sumber energi terbarukan yang tidak hanya bersih tetapi juga andal.

Hokkop Situngkir menegaskan bahwa pengembangan bio-CNG ini sejalan dengan komitmen PLN EPI untuk mendukung target transisi energi nasional. Upaya ini juga merupakan bagian dari strategi PLN untuk mencapai target net zero emissions.

Peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan yang bersumber dari potensi domestik menjadi prioritas utama dalam strategi tersebut.

Melalui pengembangan bio-CNG, PLN EPI tidak hanya berfokus pada pengubahan limbah menjadi energi. Lebih dari itu, inisiatif ini juga bertujuan untuk membangun sebuah ekosistem ekonomi hijau yang terintegrasi.

Ekosistem ini akan menghubungkan sektor perkebunan, industri pengolahan, hingga sektor ketenagalistrikan, menciptakan sinergi yang kuat antar berbagai industri.

Langkah strategis ini menjadi bukti nyata bahwa transisi energi dapat berjalan selaras dengan penciptaan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Selain itu, inisiatif ini juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.