Meriahnya Anak-anak Bertualang di Festival Tambang Junior

Bisnis1 Dilihat

DermayuMagz.com – Tawa riang anak-anak memenuhi area Junior Miner Fun Fest (JMFF) yang diselenggarakan oleh MIND ID. Acara ini bukan sekadar arena bermain, melainkan sebuah wahana edukasi yang dirancang khusus untuk mengisi liburan keluarga dengan kegembiraan dan pembelajaran.

Di tengah hiruk pikuk playful, anak-anak terlihat antusias menjelajahi berbagai aktivitas. Ada yang sibuk merakit balok menjadi bangunan megah, mengendalikan ekskavator mainan dengan penuh konsentrasi, hingga tertantang melewati rintangan di tunnel crawl. Bagi mereka, setiap sudut adalah petualangan baru yang mengasah imajinasi sekaligus memperkenalkan dunia konstruksi dan pertambangan.

Lala Sinaga, seorang ibu yang mendampingi putranya, Sada Marendra (4 tahun), merasakan kebahagiaan melihat antusiasme sang anak. Sejak awal memasuki area acara, Sada tak henti-hentinya bergerak dari satu wahana ke wahana lain. Menurut Lala, momen ini sangat tepat karena Sada sedang dalam fase gemar terhadap segala sesuatu yang berkaitan dengan alat berat.

“Seru banget. Anak saya memang lagi suka alat-alat berat dan konstruksi. Dari tadi dia lari ke mana-mana sendiri karena penasaran ingin mencoba semuanya,” ujar Lala dengan senyum merekah, dikutip pada Jumat (3/7/2026).

Wahana favorit Sada adalah area pembangunan menggunakan balok yang dikombinasikan dengan mobil-mobilan. Ia tampak asyik membangun struktur sebelum menempatkan mainan kendaraannya di atasnya. Meskipun usianya masih terlalu muda untuk mengoperasikan permainan remote control dengan mahir, Sada menunjukkan antusiasme luar biasa. Ia bahkan mengungkapkan keinginannya untuk kembali lagi ke acara serupa, meski bercita-cita menjadi pilot di masa depan.

Keceriaan yang sama juga dirasakan oleh Anggita Arum Dyahsaputri, yang hadir bersama putranya, Al Barak Uwais Ardana (4 tahun 5 bulan). Mereka mengetahui informasi mengenai Junior Miner Fun Fest melalui media sosial. Ketertarikan Al Barak terhadap ekskavator telah tumbuh sejak kecil, didukung oleh profesi ayahnya sebagai kontraktor yang sering berinteraksi dengan alat berat.

“Dia cenderung suka main ekskavator sama main bola yang ditarik gantung itu. Sama tadi nyusun-nyusun, nempel-nempel ekskavator yang mobil-mobilan itu,” tutur Anggita sembari merangkul buah hatinya.

Selama berada di lokasi, Al Barak tidak pernah lepas dari wahana bertema konstruksi. Ia juga menikmati permainan bola dan aktivitas menyusun miniatur ekskavator. “Aku ada ekskavator di rumah. Besok mau main lagi ke sini,” ucap Al Barak polos. Cita-citanya adalah menjadi seorang polisi.

Bagi Yanti, yang datang bersama kedua putrinya, Elisabeth (9 tahun) dan Cathynca (7 tahun), Junior Miner Fun Fest telah menjadi agenda keluarga yang sangat dinanti. Sejak mengetahui tentang acara tersebut, kedua anaknya sudah tidak sabar untuk mencoba seluruh permainan yang tersedia.

“Kebetulan kemarin ke sini, terus melihat ada booth fun untuk anak, jadinya kami datang lagi pagi-pagi. Anak-anak dari pagi sudah tidak sabar, mereka sangat tertarik untuk ikut main di sini,” kenang Yanti mengenai antusiasme kedua putrinya.

Hampir semua wahana telah dijelajahi oleh Elisabeth dan Cathynca. Wahana tunnel crawl menjadi favorit mereka karena memberikan kesempatan untuk memanjat dan bergerak aktif. “I like this event. My favorite is tunnel crawl because I like to climb and go to the rope,” ujar Elisabeth. Cathynca pun mengungkapkan kesukaannya pada wahana yang sama. Elisabeth bahkan berharap suatu hari nanti bisa memiliki permainan serupa di rumah.

Komitmen MIND ID: Menanamkan Pemahaman Industri Pertambangan Sejak Dini

Corporate Secretary MIND ID, Pria Utama, menegaskan komitmen MIND ID dan seluruh anggota grupnya – termasuk ANTAM, Bukit Asam, Freeport Indonesia, INALUM, TIMAH, dan Vale Indonesia – dalam menyediakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi generasi muda.

“Junior Miners Fun Fest merupakan bentuk kontribusi nyata MIND ID dalam menghadirkan edukasi yang menarik dan mudah dipahami bagi generasi muda, khususnya dalam mengenal sektor pertambangan sejak dini,” jelas Pria Utama dalam keterangan tertulisnya, Jumat (3/7/2026).

Pria menambahkan bahwa setiap pengalaman yang disajikan dirancang untuk mengembangkan motorik kasar dan halus anak, sekaligus membangun pemahaman yang komprehensif tentang industri pertambangan melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan.

Berbagai wahana permainan edukatif disiapkan untuk memberikan pengalaman belajar yang imersif. Salah satunya adalah Mining Zone, di mana anak-anak dapat merasakan sensasi menjelajahi area tambang, melatih keberanian, keseimbangan, serta motorik kasar. Area ini didesain untuk memicu imajinasi mereka menjelajahi tambang bawah tanah (underground) seperti yang dioperasikan oleh ANTAM untuk emas dan Freeport Indonesia untuk tembaga.

Di Excavator Real Simulator, anak-anak dapat merasakan langsung sensasi mengoperasikan alat berat untuk menggali dan memindahkan material. Aktivitas ini melatih koordinasi, fokus, dan ketangkasan, sembari memperkenalkan konsep pertambangan terbuka (open pit) yang dijalankan oleh TIMAH. Wahana ini juga dilengkapi dengan Mini Excavator agar anak-anak bisa mencoba peran operator dalam skala yang lebih kecil dan aman.

Gold Rush hingga Mining Builder: Ragam Wahana Edukatif

Selanjutnya, area bermain Gold Rush mengajak anak-anak membayangkan diri mereka sebagai operator Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). PLTA merupakan salah satu sumber energi utama untuk pengolahan mineral bagi INALUM dalam produksi aluminium dan Vale Indonesia dalam produksi nikel.

Untuk pengalaman yang lebih interaktif, Mining Simulator Game menyajikan permainan sepeda statis dengan visualisasi aktivitas di area tambang. Anak-anak diajak mengayuh sepeda sembari menyaksikan proses operasional logistik kereta batu bara milik Bukit Asam yang beroperasi sepanjang tahun.

Sementara itu, di wahana Tunnel Laser, anak-anak harus melewati rintangan laser yang disimulasikan sebagai proses distribusi hasil tambang. Wahana ini mengasah kelincahan, konsentrasi, dan kemampuan pemecahan masalah, sekaligus menggambarkan bahwa proses ekstraksi tambang memerlukan kehati-hatian tinggi.

Terakhir, Mining Builder menjadi arena eksplorasi kreativitas di mana anak-anak dapat menyusun balok Lego. Aktivitas ini mendukung pengembangan imajinasi, kemampuan berpikir struktural, serta keterampilan motorik halus, sekaligus memperkenalkan konsep hilirisasi mineral strategis untuk mendukung ekosistem industri baterai kendaraan listrik.

Mengisi Liburan dengan Makna

Pria Utama menambahkan bahwa JMFF bertujuan menjadi ruang edukasi keluarga yang menyenangkan selama masa liburan. Melalui pengalaman langsung ini, diharapkan anak-anak dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai dunia pertambangan dan kontribusinya terhadap pembangunan nasional.

“Ini adalah langkah nyata Grup MIND ID untuk membentuk generasi emas yang lebih mampu menghargai sumber daya alam, sekaligus mendukung pengembangan industri pertambangan Indonesia secara berkelanjutan di masa depan,” tutup Pria Utama.