Oktavia Dwi Untari, Pramugari yang Wujudkan Impian Ibu, Penopang Keluarga Sejak Ayah Tiada

Gaya Hidup7 Dilihat

DermayuMagz.com – Kisah inspiratif datang dari Oktavia Dwi Untari, seorang pramugari kereta api asal Lumajang yang kini telah mencapai posisi Captain Train Attendant.

Perempuan berusia 23 tahun ini, yang akrab disapa Via, tidak hanya sukses dalam kariernya, tetapi juga berhasil mewujudkan impian ibunya. Perjuangan Via dimulai sejak usia yang sangat muda, tepatnya ketika ayahnya meninggal dunia saat ia berusia 8 tahun.

Sejak saat itu, Via menjadi pilar bagi ibunya. Ia menunjukkan bakat luar biasa dalam berbagai bidang untuk meringankan beban keluarga. Sejak usia 9 tahun, Via sudah aktif sebagai atlet lari.

Ia mampu meraih prestasi hingga tingkat provinsi dan mendapatkan uang dari hasil perlombaan. Uang tersebut ia gunakan untuk keperluan sekolah, sehingga tidak perlu lagi meminta uang saku dari ibunya.

Pengalaman sebagai atlet lari ini membentuk Via menjadi pribadi yang disiplin, ulet, dan memiliki ketahanan fisik serta mental yang tinggi. Selain itu, saat masih duduk di bangku SMP, ia juga pernah menjadi mayoret drumband.

Bahkan, di masa SMA, Via tidak berhenti berjuang. Ia menyempatkan diri untuk berjualan online shop demi membantu perekonomian keluarga.

Jejak Karier di Jalur Kereta Api

Setelah lulus SMA, Via memutuskan untuk segera bekerja. Keputusan ini didorong oleh keinginannya untuk tidak lagi membebani ibunya yang telah berjuang sendirian membesarkan anak-anaknya.

Ia kemudian menempuh pendidikan di sebuah lembaga penerbangan di Jember pada tahun 2021. Tak lama kemudian, sebuah peluang muncul ketika ada lowongan untuk Prama/Prami pada acara Angkutan Lebaran yang diselenggarakan oleh PT RMU.

Via, yang aktif di media sosial dengan akun Instagram @oktaviadwi26_ dan TikTok @vya26_, mencoba mendaftar. Dengan penuh rasa syukur, ia berhasil lolos seleksi.

“Awalnya saya hanya mendapatkan kontrak sebagai daily worker selama satu bulan, namun alhamdulillah saya kemudian diangkat menjadi PKWT (Pegawai Kontrak Waktu Tertentu),” ungkap Via.

Berkat dedikasi dan kerja kerasnya, setelah satu tahun menjabat sebagai PKWT, Via mendapatkan rekomendasi dan dipercaya untuk mengemban tugas sebagai Captain Train Attendant hingga saat ini.

Peluang, Tantangan, dan Dukungan Keluarga

Bagi Via, menjadi seorang pramugari kereta api memberikan peluang yang luar biasa. Ia dapat mengembangkan kemampuan komunikasinya dan merasakan keragaman budaya dari berbagai kota yang dikunjunginya sebagai bagian dari pekerjaannya.

Namun, Via yang memiliki hobi olahraga dan memasak ini tidak menampik adanya tantangan dalam profesinya. Ia menyebutkan bahwa jam tidurnya terkadang tidak teratur.

Selain itu, ia dituntut untuk memiliki ketahanan emosional yang tinggi. Hal ini penting agar tetap profesional dalam menghadapi berbagai tipe penumpang, termasuk saat situasi darurat terjadi.

Dukungan terbesar dalam perjalanan kariernya datang dari sang ibu. Ibunya yang merupakan single parent, mendidik anak-anaknya dengan sangat keras agar tidak menjadi ibu yang gagal.

Via mengakui bahwa ibunya selalu memberikan dukungan penuh terhadap pekerjaannya saat ini. Dukungan serupa juga datang dari kakaknya, Mas Aris.

“Saya tidak akan melupakan pengorbanan kalian selama ini,” ucap Via dengan tulus, menegaskan rasa terima kasihnya kepada keluarga.

Di tengah kesibukannya dalam bertugas, Via tetap berusaha menyeimbangkan waktu untuk beribadah, berolahraga, dan mengerjakan tugas-tugas kuliahnya. Ia menempuh pendidikan S1 Ilmu Hukum di Universitas Terbuka.

Via berharap agar generasi muda terus semangat dalam mengejar cita-cita mereka. Ia berpesan agar tidak mudah menyerah dalam meraih impian.

Baca juga di sini: UNIPMA Gelar Workshop dengan Pakar Unair untuk Tingkatkan Riset

“Terus semangat untuk mengejar cita-cita yang diinginkan. Itu tidak mudah, tetapi kita hanya bisa mengusahakan, tetap semangat, terus benahi diri, dan jadilah diri yang positif bagi teman-teman dan lingkungan sekitar,” pungkasnya.