Pelangi di Mars: Kisah Seru dari Planet Merah

Hiburan14 Views

DermayuMagz.com – Film fiksi ilmiah bernuansa keluarga berjudul ‘Pelangi di Mars’ kini telah resmi tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia sejak Rabu, 18 Maret 2026.

Di Kota Malang, pemutaran perdana film ini diselenggarakan di Cinepolis Malang Town Square. Acara tersebut sukses menarik perhatian para penggemar film, terutama mereka yang menyukai genre futuristik.

Antusiasme penonton yang terlihat sejak awal pemutaran menjadi indikasi tingginya minat masyarakat terhadap film anak karya sineas dalam negeri. Hal ini semakin terasa menjelang momen libur Lebaran.

Film ‘Pelangi di Mars’ diproduksi oleh Mahakarya Pictures dan disutradarai oleh Upie Guava. Film ini digadang-gadang menjadi sebuah tonggak baru dalam industri perfilman Indonesia.

Proses pembuatan film ini memakan waktu yang cukup panjang, hampir enam tahun. Selama kurun waktu tersebut, ratusan kreator dari berbagai daerah di Indonesia terlibat.

Keterlibatan para profesional mencakup berbagai bidang, mulai dari animator, seniman efek visual (VFX artist), hingga editor.

Lebih lanjut, film ini disebut sebagai sebuah karya bersejarah karena mampu menghadirkan standar baru dalam pembuatan film di tingkat nasional.

Inovasi yang ditawarkan meliputi pemanfaatan animasi, CGI (Computer-Generated Imagery), dan teknologi Extended Reality (XR) secara masif.

Penggunaan teknologi XR ini tergolong baru, bahkan jika dibandingkan dengan standar produksi film di kancah global.

Cerita dalam ‘Pelangi di Mars’ berpusat pada petualangan seorang anak bernama Pelangi. Ia adalah putri seorang ilmuwan dan terlahir di Planet Mars.

Baca juga di sini: Pelangi di Mars: Keindahan Sinema Indonesia

Dalam misinya, Pelangi ditemani oleh teman-teman robotnya. Mereka harus menemukan sebuah batu yang disebut zeolit omega agar dapat kembali ke Bumi.

Namun, perjalanan mereka dipenuhi dengan berbagai rintangan yang menantang. Rintangan tersebut dirancang untuk menciptakan ketegangan sekaligus keseruan bagi penonton.

Alur cerita yang kuat, dipadukan dengan kualitas visual yang memukau, diharapkan dapat membuat penonton tenggelam dalam pengalaman sinematik yang tidak hanya menghibur, tetapi juga edukatif.

Film ini tidak hanya berfokus pada aspek teknologi canggih yang digunakan.

‘Pelangi di Mars’ juga memberikan apresiasi yang besar kepada seluruh talenta yang terlibat di balik layar.

Mulai dari pengisi suara (voice actor) hingga aktor yang memerankan gerakan (body actor), yang seringkali jarang mendapat sorotan, kini diangkat sebagai bagian krusial dari proses kreatif.

Produser film, Dendi Reynando, mengungkapkan bahwa ‘Pelangi di Mars’ merupakan karya kolektif yang lahir dari semangat dan kecintaan untuk membangkitkan kembali impian anak-anak Indonesia.

Dendi menceritakan sebuah pengalaman yang mendalam baginya. Ia pernah didatangi oleh seorang anak yang berterima kasih karena desain karyanya bisa dimasukkan ke dalam film tersebut.

Pengalaman tersebut menyadarkan Dendi bahwa ‘Pelangi di Mars’ memiliki makna yang jauh lebih besar, melampaui kontribusi dirinya dan sutradara Upie Guava.

Ia menegaskan bahwa film ini adalah milik semua orang yang telah berkontribusi dalam pembuatannya.

Sutradara Upie Guava menyampaikan pandangan yang serupa. Ia menekankan bahwa film ini bukan sekadar sebuah proyek biasa.

Lebih dari itu, ‘Pelangi di Mars’ dianggap sebagai sebuah gerakan kreatif yang melibatkan partisipasi dari banyak pihak.

Upie Guava menyatakan bahwa film ini adalah hasil kerja keras para editor, animator, VFX artist, dan ratusan talenta lainnya.

Menurutnya, ini bukan sekadar proyek, melainkan sebuah gerakan yang didedikasikan untuk anak-anak Indonesia dan semua orang yang meyakini kekuatan sebuah mimpi.

Film ini dibintangi oleh sejumlah aktor dan aktris ternama, termasuk Messi Gusti, Lutesha, Rio Dewanto, dan Livy Renata.

Dukungan pengisi suara dari Kristo Immanuel dan Gilang Dirga juga turut memperkaya kualitas film ini.

Dengan jajaran pemain dan pengisi suara yang mumpuni, ‘Pelangi di Mars’ diposisikan sebagai pilihan tontonan yang ideal bagi anak-anak dan keluarga.

Film ini tidak hanya menawarkan hiburan semata.

Namun, ‘Pelangi di Mars’ juga menyajikan pesan-pesan inspiratif yang berfokus pada keberanian untuk bermimpi dan pentingnya kekuatan kolaborasi.

Dengan jadwal tayang di bioskop mulai 18 Maret 2026, film ini diprediksi akan menjadi salah satu tontonan favorit yang banyak diminati selama periode libur Lebaran.