Pengalaman Menginap di Stasiun Cikarang

News4 Dilihat

DermayuMagz.com – Fenomena unik terlihat setiap malam di Stasiun Cikarang, di mana puluhan orang rela menghabiskan waktu dengan bermalam di area stasiun. Aksi ini bukanlah tanpa alasan, melainkan sebuah strategi agar mereka bisa menaiki jadwal kereta pertama pada dini hari demi tiba di tempat kerja tepat waktu tanpa harus berdesakan di gerbong yang penuh sesak.

Stasiun Cikarang, yang menjadi titik vital penghubung bagi para pekerja komuter, berubah menjadi tempat peristirahatan sementara saat jarum jam menunjukkan pukul 00.40 WIB. Setelah kereta terakhir tiba dan peron kembali lengang, ruang tunggu di lantai dua justru mulai dipadati oleh wajah-wajah lelah yang bersiap untuk perjuangan esok hari.

Beberapa penumpang tampak terlelap di kursi panjang, sementara yang lain memilih berbaring di lantai dengan hanya beralaskan jaket atau tas ransel. Meski lampu stasiun tetap menyala terang dan suasana terkadang bising oleh aktivitas orang yang berlalu-lalang, mereka tampak berusaha memejamkan mata sejenak untuk mengumpulkan energi.

“Sudah beberapa hari terakhir saya datang sejak tengah malam. Saya ingin memastikan bisa naik kereta pertama agar perjalanan lebih nyaman,” ujar Alex (39), seorang pekerja bangunan yang rutin menjalani rutinitas tersebut. Bagi Alex dan penumpang lainnya, keterbatasan tempat bukanlah hambatan berarti dibandingkan kenyamanan saat menempuh perjalanan panjang menuju lokasi proyek di Tanjung Priok.

Demi menjaga ketertiban dan keamanan, petugas keamanan stasiun secara rutin melakukan pengecekan pada pukul 01.30 WIB. Mereka mendata identitas penumpang, memeriksa kartu elektronik KRL, maupun tiket bagi pengguna kereta jarak jauh. Prosedur ini diakui penumpang sangat membantu memberikan rasa aman, terutama setelah sempat beredar kabar mengenai kehilangan barang berharga di area publik.

Meskipun petugas sering mengimbau agar penumpang tidak tidur di lantai, realita keterbatasan kursi ruang tunggu membuat banyak orang tetap memilih posisi ternyaman mereka di lantai setelah petugas berlalu. Selain itu, area smoking dan titik pengisian daya ponsel menjadi tempat berkumpul bagi mereka yang belum bisa memejamkan mata.

Tidak ada pengusiran yang dilakukan oleh pihak stasiun selama para calon penumpang memiliki tujuan perjalanan yang jelas. Rian (25), seorang pekerja yang rutin menginap di stasiun, menuturkan bahwa petugas justru bersikap cukup ramah. Baginya, menunggu di stasiun jauh lebih efisien daripada harus pulang ke rumah yang justru akan memangkas waktu istirahatnya.

Suasana stasiun mulai mencapai puncaknya pada pukul 03.00 WIB, saat para penumpang mulai bersiap. Mereka menyempatkan diri ke toilet untuk mencuci muka atau mengisi daya ponsel sebelum gerbang peron dibuka. Tepat pukul 03.40 WIB, arus penumpang pun mulai bergerak menuju kereta pertama yang dijadwalkan berangkat pukul 04.12 WIB.

Bermalam di stasiun merupakan potret nyata perjuangan para pekerja komuter di kawasan penyangga ibu kota. Di balik lelahnya perjalanan, ada tekad untuk tetap profesional dan tiba tepat waktu di tempat kerja.

Keheningan kembali menyelimuti ruang tunggu Stasiun Cikarang sesaat setelah kereta pertama meninggalkan peron. Perjuangan mereka untuk mencari nafkah baru saja dimulai, meninggalkan jejak cerita tentang pengorbanan kecil di sudut ruang tunggu demi masa depan yang lebih baik.