Penyebab Chery Tiggo Cross CSH Terbakar di Bandung

Otomotif3 Dilihat

DermayuMagz.com – Insiden terbakarnya mobil Chery Tiggo Cross CSH di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, akhirnya menemui titik terang. Setelah melakukan investigasi mendalam, PT Chery Sales Indonesia (CSI) menyatakan bahwa tidak ada kerusakan pada komponen maupun sistem kendaraan yang menjadi penyebab utama kejadian tersebut.

Peristiwa yang terjadi pada Sabtu, 4 Juli 2026, sekitar pukul 13.30 WIB ini sempat menghebohkan publik, terutama setelah beredarnya video dan foto mobil mewah tersebut dilalap api di Jalan Cihanjuang No. 1, Desa Cihanjuang, Kecamatan Parongpong.

Mobil Chery Tiggo Cross CSH berwarna Black Platinum itu diketahui baru berusia tujuh bulan saat insiden terjadi. Pemiliknya, Lisa (52), mengaku terkejut saat kendaraannya tiba-tiba mengeluarkan asap sebelum akhirnya terbakar hebat.

Menyikapi hal ini, Chery Sales Indonesia tidak tinggal diam. Tim investigasi segera diterjunkan untuk menelusuri akar permasalahan. Hasil penyelidikan yang dirilis secara resmi oleh pihak Chery memberikan penjelasan mengejutkan.

Menurut Chery, sumber api tidak berasal dari kegagalan teknis pada kendaraan. Sebaliknya, investigasi menemukan bahwa api dipicu oleh faktor eksternal. Secara spesifik, ditemukan adanya kain perca yang tertinggal di area dekat lower arm kendaraan.

Kain perca tersebut berada sangat dekat dengan exhaust manifold, komponen mesin yang memiliki suhu sangat tinggi saat kendaraan beroperasi. Kontak antara kain perca yang mudah terbakar dengan permukaan manifold yang panas inilah yang diduga menjadi pemicu percikan api hingga akhirnya menyebabkan kebakaran.

Pihak Chery menegaskan bahwa tidak ada indikasi kesalahan pada komponen, suku cadang, maupun sistem kelistrikan maupun mekanis dari Chery Tiggo Cross CSH tersebut. Hal ini berarti, secara intrinsik, kendaraan itu sendiri aman dan tidak memiliki cacat produksi yang menyebabkan kebakaran.

Meskipun telah mengidentifikasi sumber api dari faktor eksternal, Chery belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai bagaimana kain perca tersebut bisa berada di lokasi yang sangat dekat dengan komponen mesin yang panas. Penyebab keberadaan benda asing tersebut, apakah karena kelalaian pengguna, proses perawatan kendaraan yang kurang teliti, atau faktor lain, masih menjadi pertanyaan.

Pihak Chery juga menyatakan bahwa mereka telah menjalin komunikasi yang baik dengan konsumen sejak awal insiden. Hubungan baik ini disebut telah membuahkan solusi bersama, meskipun detail kesepakatan penyelesaian tersebut belum diungkapkan kepada publik.

Sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab, Chery Indonesia telah memberikan bantuan penanganan kepada konsumen. Selain itu, perusahaan juga menyediakan kendaraan pengganti selama proses penyelesaian insiden berlangsung. Hal ini menunjukkan keseriusan Chery dalam menjaga kepercayaan pelanggan.

Dalam rilis resminya, Chery Indonesia juga menyampaikan langkah-langkah strategis yang akan diambil untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang. Langkah-langkah ini mencakup:

  • Memperkuat edukasi kepada semua pihak, termasuk konsumen dan jaringan layanan resmi, mengenai pentingnya perawatan kendaraan yang tepat demi menjaga keamanan dan keselamatan berkendara.
  • Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses kerja di jaringan layanan resmi, serta memperkuat standar operasional prosedur (SOP) yang ada.
  • Melakukan pelatihan ulang dan penguatan kapabilitas seluruh personel agar mereka lebih kompeten dalam pemeriksaan, perawatan, dan penanganan kendaraan.

Chery menekankan bahwa keselamatan dan kepuasan konsumen adalah prioritas utama perusahaan. Kejadian ini menjadi perhatian serius, dan Chery Indonesia berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan, edukasi kepada konsumen, serta penerapan standar operasional yang ketat di seluruh jaringan resminya.

Menanggapi hasil investigasi dan penanganan dari Chery, pihak konsumen, yang diwakili oleh Ibu L dan Bapak I, menyatakan apresiasinya. “Kami sangat mengapresiasi penanganan insiden oleh Chery Indonesia yang dilakukan secara cepat dan tanggap. Komunikasi serta pendampingan yang berjalan dengan sangat baik membuat kami merasa lebih tenang dalam menghadapi situasi seperti ini. Kami pun telah menerima hasil pemeriksaan yang menyeluruh dan transparan, sekaligus mencapai solusi bersama,” ujar mereka.

Pernyataan ini menandakan bahwa hubungan antara Chery dan konsumen telah kembali harmonis, dengan adanya pemahaman dan kesepakatan yang dicapai pasca-insiden. Chery Tiggo Cross CSH, berdasarkan temuan investigasi, dinyatakan aman digunakan sesuai panduan jika perawatan dilakukan dengan benar.